
Sekertaris Dean hanya diam tak menanggapi , dirinya benar-benar tak memiliki tenaga untuk debat dengan bosnya .
Berbeda dengan Chandra yang hanya sibuk memikirkan keadaan Freya sekarang .
" Kalau dia benar-benar sakit , lantas siapa yang bakal ngurus dia ? Suaminya , mustahil ." gumamnya seraya menggelengkan kepalanya tak setuju .
" Arghh ... Aku harus apa Tuhan ? ingin sekali ku datangi rumahnya ,lalu menanyakan keadaannya dan setidaknya rasa rinduku terobati " gumamnya frustasi
Rasanya sungguh menyiksa menyukai istri orang , mau ini itu pun syulit .
•
•
•
Siang harinya Chandra masih disibukkan dengan urusan kantor , yaitu tumpukan dokumen yang perlu ia pelajari dan tanda tangannya . Belum lagi pertemuan dengan beberapa klien penting , sungguh membuat nya lemas . Tenaga nya benar-benar terkuras habis hari ini .
Dean datang dengan tablet ditangannya .
Chandra yang tengah memejamkan matanya pun tak melihat ada manusia didalam ruangannya .
" Ehemm "
Spontan Chandra pun membuka matanya saat mendengar suara seseorang .
" Hemm ? " tanya Chandra hanya melirik sekilas lalu memejamkan matanya lagi .
" sebentar lagi kita ada pertemuan dengan calon investor dari Negara A " jelas Dean
Chandra menghela napas pang saat mendengarnya " Tunda saja " ucap nya singkat
mendengarnya pun langsung memancing emosi Dean untuk naik .
Bayangkan saja , ia juga lelah , badannya pun juga sedang tidak baik-baik saja hari ini , tapi ia paksakan untuk tetap masuk kerja agar bisa meringankan beban bosnya .
" Kalau sampai pertemuan dengan calon investor ini batal , lebih baik kau cari saja asisten barumu yang bisa kau perintah apa saja " ucap Dean penuh penekan seraya keluar dari ruangan Chandra , brakk suara pintu yang dibanting oleh Dean .
__ADS_1
" arghhh " teriak Chandra saat Dean berlalu pergi dengan penuh amarah . Dirinya mengaku jika salah , Dean yang tetap bekerja disaat tubuhnya sedang tidak fit , sedangkan dirinya malah menghancurkan schedule yang sudah disusun rapi oleh asistennya .
•
•
•
Setelah meredam sedikit emosinya , Chandra pun memilih menghampiri ruangan asistennya guna membicarakan pekerjaan yang sempat tertunda tadi .
Sekaligus membujuk asistennya yang sedang merajuk.
" Ayo " ucap Chandra , masuk begitu saja tanpa permisi .
Dean hanya menatap nya sekilas dengan perasaan jengah . Menjadi asisten manusia satu ini memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Manusia dingin , kaku dengan kesabaran tipis setipis tisu yang mudah sekali koyak jika terkena air .
Memilih bangkit dengan membawa berkas untuk meeting .
•
•
" Baik , semoga kerja sama kita berjalan lancar " ucap Chandra seraya bersalaman bersama kliennya
" Ya , terima kasih atas waktunya " ucap tuan david dengan senyum lebarnya
Setelah kedua belah pihak bersalaman sebagai bukti resmi kerjasama keduanya .
" mari saya antar " ucap Dean saat mendapat kode mata dari bosnya , Chandra .
" huhh " menghela napas berat setelah kepergian Dean dengan kliennya .
Chandra pun memanggil pelayan untuk menambah pesanan .
" Aku pesan chocolate panas " ucap Chandra , pada pelayan . Setelah itu pelayan pun pergi setelah mencatat pesanannya .
Sembari menunggu pesanannya datang , matanya tak sengaja menatap siluet wanita yang sepertinya ia kenal .
__ADS_1
Duduk dengan seorang laki-laki berpakaian formal serta kaca mata minus bertengger di hidung laki-laki tersebut .
" Adrian ? " gumamnya seraya menyipitkan mata untuk memperjelas penglihatannya
Chandra pun menggeleng pelan saat menyadari laki-laki yang bersama dengan Freya bukanlah Adrian , suaminya .
Saat Chandra tengah penasaran , tak lama asisten Dean datang menghampirinya.
" Kau kenapa ? " tanya nya seraya mengikuti arah pandang Chandra untuk mencari jawaban .
" Bukankah itu nona Freya ? Dan ? " gumamnya yang masih terdengar oleh Chandra
" Dan apa ? kau mengenal laki-laki itu ? " selidik Chandra menatap Dean dengan pandangan menuntut.
" Apa ? kenapa kau penasaran sekali dengan laki-laki yang tengah bersama nona Freya ? " tanya Dean dengan pandangan menuntut.
Pasalnya bosnya bukanlah tipe pria yang mau sibuk mengurusi kehidupan orang lain , terlebih ini hanyalah seorang sekertaris. Dengan keluarga saja ia terkesan cuek dan dingin .
" Kau cari tau saja siapa laki-laki itu , sedetail mungkin . Lalu serahkan padaku kalau kau sudah mendapatkan informasinya " titah nya dengan mata mengarah pada Freya .
" huhhh ... Dia tuan yuda arbian seorang pengacara yang biasanya mengurusi soal perceraian " jawab Dean
Chandra pun langsung menatap Dean tajam , " Kau tidak salah mengenali orang kan ? " tanyanya memastikan
Dean hanya menggeleng , memastikan bahwa ucapannya tidak lah salah .
Chandra terdiam , pikirannya saat ini hanya tertuju pada Freya . Apalagi dengan informasi yang ia dapatkan saat ini justru membuatnya semakin penasaran dengan kondisi rumah tangga Freya .
" Apakah mereka akan bercerai ? " gumamnya dalam hati . Matanya tetap Fokus menatap Freya yang tengah fokus mendengarkan laki-laki itu berbicara.
" ehem" dehem Dean menyadarkan Chandra yang tengah sibuk dengan dunia nya sendiri , sampai mengabaikan asistennya yang tengah kebingungan karenanya .
Chandra hanya diam , dirinya hanya sibuk menikmati coklat panas yang dipesannya tadi .
" Setelah ini kita ada jadwal apa lagi ? "
" Tidak ada , hanya perlu mempelajari lalu menandatangani berkas yang kuserahkan tadi pagi dimeja kerjamu " jelas Dean
__ADS_1
" Kalau begitu kau boleh pulang dulu , aku akan menikmati coklat panasku disini " ucap Chandra tanpa bisa mengalihkan pandangannya dari Freya , yang nampaknya juga sudah selesai dengan laki-laki itu .
" Cihh ... palingan juga karena ada nona Freya . " sinis nya . sejak kapan bosnya suka nongkrong ditempat umum seperti ini , apalagi sekarang ia seorang diri . Cukup mustahil baginya karena sudah mengenal Chandra lama.