
Freya bisa bernafas lega saat masuk kedalam toilet , untung saja tadi Chandra tak dapat melihatnya .
" huhh... Sepertinya aku harus cepat pergi dari sini , sebelum dia melihatku ada ditempat ini " gumam Freya setelah merasa lebih baik.
Dengan langkah yakin Freya melangkah keluar dari toilet . Tapi dari arah berlawanan dirinya bertabrakan dengan seseorang yang memiliki bahu cukup keras hingga membuatnya mengaduh kesakitan .
awhh
Meringis kecil dengan tangan memegangi dahinya yang terasa ngilu .
Untuk melihat dengan siapa ia bertabrakan , Freya mendongak dengan wajah menahan sakit sekaligus kesal.
" Maaf , lain kali kalau jalan mata anda harus digunakan juga untuk melihat , apakah ada orang lain di depan anda atau tidak . Jadi bisa menghindari kecelakaan seperti ini . "
Karena terlalu kesal hingga membuatnya berbicara panjang lebar pada pria yang telah menabraknya . Tanpa sadar siapa yang salah dalam situasi sekarang .
Beberapa saat laki-laki itu hanya diam , menatap wanita yang tengah mengomel panjang untuknya . Melayangkan protes atas kesalahannya sendiri karena berjalan menunduk .
Dalam hati ia tertawa melihat mimik muka menggemaskan yang dimiliki wanita cantik didepannya saat ini .Ya namanya Freya , salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan yang sama dengannya .
" Maaf , lain kali aku akan berjalan dengan baik " ucap laki-laki yang menabrak Freya seraya tersenyum .
__ADS_1
Tampan , batin Freya ,terpesona akan senyum yang terpatri pada wajah tampan itu .
" Ya , memang harus seperti itu " cetus Freya dengan nada kesal . Padahal Freya tengah mati-matian menahan senyum nya saat ini .
" Perkenalkan namaku Bima " seraya mengulurkan tangannya , Bima berharap Freya mau menerima uluran tangannya .
Freya hanya menatap tangan itu untuk beberapa saat , namun saat akan menjabat balik tangan itu tiba-tiba dari arah belakang , sosok tangan kekar menarik tangannya dengan kasar .
Dengan perasaan kaget , Freya pun penasaran siapa yang berani menarik tangannya dengan begitu lancang .
Saat akan memberi sumpah serapah pada sosok dibelakangnya , mulutnya tiba-tiba bungkam saat tau siapa yang berdiri dibelakangnya .
" Chandra ? sejak kapan dia ada disini ? " batin Freya bingung.
" Maaf kalau tidak ada perlu lagi , kau boleh pergi sekarang " ucap Chandra dengan menekan setiap kalimat yang dirinya ucapkan .
Sedangkan laki-laki yang tengah diusir oleh Chandra , hanya menatap bingung keduanya . Bukankah mereka bos dan sekertaris ? sedekat itukah mereka ? batin Bima .
Disini hanya dirinya yang mengetahui siapa dua orang didepannya , sedang Chandra maupun Freya tidak tau siapa Bima sebenarnya .
Bima hanya karyawan biasa yang sangat minim untuk bisa terlihat dengan bos-bos besar seperti Chandra , jadi wajar jika Chandra maupun Freya tak mengenal Bima saat ini .
__ADS_1
" aaa baiklah , maaf atas kejadian tadi nona Freya " sebelum melangkah pergi , Bima mengakhiri pertemuan tak sengaja nya dengan senyum manis nya .
Freya lagi-lagi terpesona dengan senyum laki-laki bernama Bima itu , namun akal sehatnya disadarkan untuk tidak terlalu lama menikmati makhluk indah ciptaan tuhan itu karena saat ini menyelamatkan nyawanya lebih penting dari pada yang lain .
Dan benar saja mata itu lagi-lagi menatapnya tajam setajam silet .
" emm kenapa kau ada disini ? " tanya Freya , dengan senyum dipaksakan .
" Kenapa ? Kau berharap aku tidak ada disini agar kau bisa berduaan dengan laki-laki tadi ? " Chandra menyunggingkan senyum sinis , karena merasa puas sudah berhasil mengacaukan rencana Freya dan laki-laki sialan itu untuk bermesraan ditempat sakral seperti toilet .
Freya berusaha sekuat mungkin untuk menahan tawanya , lucu sekali melihat seorang Chandra marah-marah tidak jelas hanya karena cemburu , ya cemburu melihat wanita nya berduaan dengan laki-laki lain . Parahnya lagi mereka berduaan didepan toilet ,yang membuat Chandra semakin berfikir yang tidak-tidak .
" emm kalau begitu aku permisi dulu . Teman-teman ku pasti sudah menungguku " ucap Freya berjalan menyingkir karena Chandra tak memberinya jalan .
" Tunggu dulu " Chandra menahan tangan Freya
" Teman-teman ? Sejak kapan kau punya teman ? " tanya Chandra .
Setau Chandra , wanita didepannya ini minim pergaulan sosial .
" Cihhh ... kau yang selalu melarang ku ini itu , bahkan aku pun tak ada waktu untuk mencari teman saat aku masih bekerja di kantormu " kesal Freya .
__ADS_1
Seketika Chandra tersadar akan sifatnya yang posesif , padahal saat itu Freya masih berstatus istri orang dan Freya hanya sekertaris nya.
🤍🤍🤍🤍🤍