
Malam ini Freya dan Adrian tengah bersantai di atas ranjang mereka , keduanya nampak sibuk dengan ponsel masing-masing . Entahlah , padahal momen seperti ini jarang sekali terjadi . Apalagi Adrian, yang memang sering pulang malam
Freya, dengan harap-harap cemas , tengah menanti email dari perusahaan yang dia datangi pagi tadi . Dirinya berharap bisa diterima bekerja disana . Bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri adalah impiannya dari dulu . tapi karena dia sudah menikah , dirinya harus menunda keinginan tersebut . Bukan perihal tidak di izinkan , tapi karena aku ingin menikmati peranku sebagai istri dulu
Tiba-tiba saat dirinya tengah asik dengan laptopnya , ponselnya pun berbunyi , terlihat nomor tak dikenal menelponnya
" Siapa ya ? " tanya nya dalam hati ,sedikit ragu untuk menjawab telepon tersebut
"siapa sayang ? kenapa tidak di jawab ? " tanya Adrian, saat Freya, tak kunjung menjawab panggilan diponselnya
" ah itu ... ini nomor gak dikenal " jawab Freya
" Angkat saja , jangan takut ada aku disini , siapa tau penting " ujar Adrian memberi usulan
" iya juga ya " lalu digesernya tombol berwarna hijau itu
" Halo .. Selamat malam, ini benar dengan saudara Freya Alessia ? " tanya seorang perempuan diseberang telepon
" ya benar ini dengan saya sendiri " jawab Freya , seraya melirik ke arah sang suami yang tengah menatap nya
" Besok anda diminta untuk datang ke perusahaan ......" begitulah kira-kira yang diucapkan oleh sang penelepon yang ternyata pihak dari HRD di perusahaan TAMACORPS , memberi kabar bahwa dirinya diminta untuk datang besok
...****************...
Sore harinya asisten Dean, kembali ke perusahaan untuk mengurus semua pekerjaan yang telah menantinya sejak pagi tadi . Sedangkan Chandra sedang melamun memikirkan ucapan asisten nya tadi
" Ya aku memang sudah curiga dengan nya , tapi selama ini aku berusaha menutup mata dan telinga ku atas apa yang dia lakukan diluar sana " gumamnya seraya menundukkan kepala nya
" Aku memang cuek dan dingin , tapi ... apakah aku pantas diperlakukan seperti ini ? selalu berakhir disakiti oleh wanita , dengan alasan yang sama ? cihh " lanjutnya dengan bibir tersenyum miris
__ADS_1
" hahh sepertinya aku memang tidak beruntung dalam hal percintaan . Buat apa wajah tampan , harta melimpah tapi tidak berguna sama sekali " ucapnya seraya memandang langit-langit kamar rumah sakit
2 hari berlalu begitu saja , sepulang dari kantor , asisten Dean pun datang dari rumah sakit untuk menjemput bos nya yang sudah diperbolehkan pulang . Dia tidak datang sendiri , lebih tepatnya dia datang bersama sekertaris baru bosnya yang dipilihnya beberapa hari lalu
#Flashback dikantor
FREYA, hari ini datang kembali ke kantor yang sudah merekrut nya untuk seleksi tahap berikutnya , entah dirinya akan ditempatkan di bagian apa , karena disini banyak sekali lowongan yang dibuka
" hai .. " sapa Freya , sedangkan yang disapa hanya melirik tanpa berniat menjawab
" kenalin aku Freya " ucap Freya, seraya mengulurkan tangan nya dengan tersenyum
" hm " jawab wanita itu cuek , bahkan enggan membalas jabatan tangan Freya.
" Aa maaf , sepertinya kau enggan berkenalan dengan ku ya " ucap Freya setengah kikuk karena dirinya tak direspon oleh wanita disampingnya ini
hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat , Pembagian posisi yang akan ditempati akan diumumkan besok pagi
Pada saat dia berjalan di Lobi rumah sakit , tak sengaja ia mendengar bahwa sang Presdir sedang dirawat di rumah sakit . sehingga membuat karyawan prihatin dan ingin menjenguk nya , tapi tak ada yang berani untuk melakukan itu .
" Hei kau tau kan , kalau presdir dirawat dirumah sakit sejak dua hari yang lalu ? " ucap salah satu karyawati yang sedang berjalan disamping freya bersama temannya
" iya .. kasihan sekali " ucap karyawati satu nya lagi dengan muka lesu dengan lesu " walaupun presdir galak dengan kita , tapi kantor serasa hambar tanpa kehadiran sang presdir " lanjutnya bertambah sedih
" Ya ... kita masih beruntung bisa kerja di sini . Selain gajinya besar , Presdir kita juga baik walaupun sifatnya yang sedikit kejam "
" Baik tapi Kejam ?? Lantas, itu perlu dibanggakan atau justru sedih karena bekerja dengan orang seperti itu ? " pikir Freya
Begitulah kira-kira yang ia dengar dari percakapan karyawati yang bekerja diperusahaan yang akan ditempatinya besok
__ADS_1
...****************...
Keesokan paginya , ia berangkat dengan penuh semangat dan sedikit rasa gugup hinggap di hatinya . Sebab , ia belum tau posisi apa yang akan diberikan padanya nanti
" Semangat ya sayang" ucap Adrian , yang saat ini tengah berada didepan perusahaan TAMACORPS mengantar sang istri untuk bekerja
" Ya ... Kamu juga hati-hati dijalan dan semangat bekerjanya . Sampai ketemu di rumah nanti ok " ucap Freya , lalu mengecup bibir sang suami sebagai tanda perpisahan
Huhh .... helaan napas keluar dari mulut Freya , sebagai tanda bahwa kehidupan dan dunia baru akan dimulai disini . Dia yang awalnya hanya dirumah melakukan apapun yang diinginkannya . Tapi sekarang sudah berbeda , dia bekerja dan dibayar . Jadi , dia juga harus bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan yang telah menerimanya bekerja
Semua calon karyawan berkumpul di suatu ruangan . Disana hanya ada asisten Dean, beserta beberapa kepala divisi yang akan membimbing kami , karyawan baru .
" Baik , semua calon karyawan sudah berkumpul disini . saya selaku asisten mewakili Tuan Chandra Restama , untuk hadir menyambut kedatangan kalian semua . Selamat bergabung di perusahaan TamaCorp's . Semoga kalian bisa nyaman dan bisa memberikan usaha terbaik kalian untuk perusahaan ini " ucap asisten Dean didepan para karyawan baru
" Selanjutnya , baik posisi kalian diperusahaan ini akan dibacakan oleh saudara Rifki " lanjutnya seraya mengarahkan pandangan pada rifki , yang tengah berdiri di belakangnya
" Baik , saya rasa hanya itu saja yang perlu saya ucapkan untuk kalian . Jika ingin lebih detail mengenai perusahaan , Kalian bisa membacanya , di surat kontrak yang akan kalian tanda tangani " jelas asisten Dean , kemudian diapun pergi setelah selesai melakukan tugasnya
" Baik , saya akan melanjutkan dengan membacakan posisi kalian masing-masing diperusahaan ini.
Dengarkan baik-baik , Dewi , sebagai staf keuangan , Rega, sebagai staf pemasaran , Rubby, sebagai asisten Tuan Deandra , dan yang terakhir Freya ,sebagai sekertaris Tuan Chandra Restama , selaku Presdir di sini . Baiklah , ada yang perlu dipertanyakan ? atau ada yang keberatan atas posisi kalian ? " tanya Rifki dengan melihat satu persatu muka-muka karyawan baru yang akan menjadi tanggung jawabnya nanti bila ada dari mereka yang bermasalah
" Tidak ada yang bertanya ? " tanya Rifki , ketika semua karyawan hanya diam , itu tandanya mereka setuju
" Sekarang kalian akan dibimbing oleh kepala bagian divisi masing-masing . Dan kau nona Freya , silahkan ikut saya. " ucap Rifki
" Baik tuan " jawab Freya , seraya menundukkan kepalanya dan berjalan mengekori atasannya
" Sepanjang pembimbingnya menjelaskan apa saja tugasnya nanti , dirinya hanya diam . Memikirkan apakah dirinya mampu melakukan tugas ini dengan baik ? apalagi dia belum punya pengalaman apapun " secuil rasa takut hinggap dihatinya ketika membayangkan ,tanggung jawab sebagai sekertaris presdir yang cukup berat .
__ADS_1