JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU

JODOHKU Bukan SUAMI PERTAMAKU
menginginkan perceraian


__ADS_3

Sejak hari itu Freya maupun Chandra hanya sesekali bertegur sapa , bukan karena mereka bermusuhan melainkan Freya yang malu dengan kelakuannya lusa lalu diruangan Presdir nya .


" arghh aku bodoh sekali , mau ditaruh dimana mukaku " kesalnya tak kala ia ingat kembali dengan kejadian beberapa hari yang lalu


" Kau ada apa sih Frey ? kok kayak tertekan begitu " tanya salah satu karyawati yang biasa mengantarkan dokumen dimeja nya untuk diserahkan ke Presdir


Freya diam , lalu melihat jam yang ada diponselnya menunjukkan pukul sebelas siang " emm kau mau menjadi teman curhatku mel ? " tanya nya dengan hati-hati


Amel justru terbahak ketika mendengar pertanyaan rekan kerjanya ini " Hei aku ini juga temanmu loh , selain denganku memangnya kau punya siapa lagi disini ? "


" hehe kan aku bertanya , siapa tau kamu sibuk jadi aku tidak mau mengganggunya " lirih Freya tersenyum sungkan


" Sudahlah .. Ini sudah hampir jam istirahat , nanti temui aku diresto depan kantor oke " finally Amel kemudian


Amel pun pergi meninggalkan Freya yang masih saja melamun " Pundak ? bukan aku yang meminta tapi dia yang menawarkannya padaku disaat yang tepat " monolog Freya didalam hatinya


" Arghh kenapa aku seperti Abg yang lagi kasmaran gini sih , tolol banget dah ini otak mikirin yang gk jelas " kesalnya dengan menggeplak kepalanya menggunakan kelima jarinya. Entahlah pengaruhnya apa tapi itu sudah menjadi kebiasaan nya sejak dulu.


*


*


Jam istirahat pun tiba , Freya tengah bersiap untuk pergi menuju resto yang dibicarakan Amel tadi


" Sekertaris Frey ? " panggil Chandra dengan langkah buru-buru sebelum Freya menghilang dari pandangan nya

__ADS_1


Freya berbalik badan seketika " Ya tuan ? " tanya Freya terheran , apakah ada hal penting ? Bahkan jantung nya sudah berdebar takut akan ada perintah untuk nya , padahal ini jam istirahat


" Bisa kau keruangan ku sebentar ? "


kan apa aku bilang , dia pasti ingin mengacau jam istirahatku , matanya menatap sinis " untuk apa tuan ? bukankah ini jam istirahat " jawab Freya , sedikit penolakan halus ia selipkan dikalimatnya


" Ya ini jam istirahat , kenapa , apakah kau menolaknya ? " tanya Chandra sedikit menelisik tentang perubahan sikap sekertarisnya ini . Beberapa hari ini sekertarisnya berubah menjadi pendiam dan sedikit menghindar darinya .


" Aa tidak tuan , aku sebenarnya sudah ada janji dengan karyawan lain " jawab Freya sedikit tersenyum


Ada beberapa karyawan yang tengah berada di lift memandang kearah mereka , membuat suasana menjadi canggung " emm saya permisi ya tuan " ucap Freya menundukkan kepalanya lalu masuk kedalam lift bersama karyawan lain.


hahh helaan napas keluar dari mulut Chandra , dirinya tak bisa memaksa sekertaris Freya untuk tetap berada disisinya . Entahlah dengan berubahnya sikap Freya membuat Chandra menjadi kesal , padahal selama pekerjaan Freya baik-baik saja itu tidak akan merugikan dirinya


*


*


Di Apartemen King~Night


Di Apartemen inilah sepasang kekasih selama ini tinggal layaknya pasangan suami istri


" Sayang " panggil sang wanita pada laki-laki yang tengah ia peluk dengan mesranya


" hem " jawab sang laki-laki yang tengah sibuk mengendus rambut kekasihnya , menikmati keharuman yang menguar dihidungnya .

__ADS_1


" Kau tidak berniat pulang dan menemui istrimu ?" tanya sang wanita menghentikan kegiatan yang tengah dilakukan kekasihnya


" Kenapa ? apakah kau bosan dengan adanya aku disini ? " raut mukanya menunjukkan rasa tak suka kala otaknya kembali diingatkan oleh peristiwa waktu itu


" bukan begitu sayang , aku malah senang jika seandainya kau memang tinggal dengan ku disini , Selamanya " jawab sang wanita menunjukkan senyum termanisnya


" Lalu ? kenapa kau menanyakan sesuatu hal yang bahkan bisa membuatku tidak kembali kesini lagi "


" Why ? aku hanya bertanya kapan kau pulang menemui istrimu ? menyelesaikan masalah yang ada diantara kalian berdua , bukan untuk menyuruhmu pulang selamanya kesana dan tidak kembali kesini " kesal sang wanita , lalu melepaskan pelukan nya pada tubuh putih dan atletis itu .


Menyadari bahwa wanita nya tengah kesal , Adrian lun kembali menarik sang kekasih untuk kembali berbaring di sampingnya " Heii ... Kau jangan memikirkan masalah keluarga ku , kau hanya perlu memikirkan bagaimana aku bisa puas dan nyaman ketika berada di dekatmu . Hingga aku tidak akan mudah bosan denganmu " ucap Adrian , jarinya menelusuri muka sang kekasih hingga berhenti pada bibir berisi berwarna merah muda itu .


Sang wanita hanya diam , hatinya sedikit teriris kala Adrian membicarakan kata bosan , itu artinya ia akan membuang ku jika aku tak bisa membuat nya nyaman dan puas .


" Aku hanya ingin tahu saja , apakah kau akan menceraikannya sayang ? " tanya sang wanita menatap penuh harap . Jika sampai perceraian itu terjadi , maka peluangnya semakin besar untuk bisa mendapatkan Adrian seutuhnya .


" ehem Apakah kau ingin aku bercerai dengannya ? " tanya Adrian menatap kekasihnya yang nampak berbinar itu


Seolah mendapatkan lampu hijau saat mendapat pertanyaan seperti itu , Ya dia sangat menginginkan perceraian itu . Dirinya sudah terlanjur mencintai sugar daddy nya yang selama ini memberinya makan , tempat tinggal , uang dan kepuasaan diatas ranjang . Walaupun bukan tempat tinggal yang mewah dan uang yang banyak itu sudah cukup baginya . Apapun ia lakukan agar selalu bisa bersama Adrian .


" Apakah kau akan mengabulkannya sayang ? " tanya nya sekali lagi . mencari jawaban dari sorot mata kekasihnya .


" Menurutmu ? " tanya Adrian seraya tersenyum


......HAPPY READING ......

__ADS_1


__ADS_2