
"Tapi gue udah suka sama seseorang", lanjut Indah.
"Bahkan dari MTs", ucap Indah.
"Siapa", ucap Maryam, Salsa, Mela dan Meli (Secara bersamaan).
"Kog nggak cerita ke kita", ucap Mela.
"Semua itu privasi, jadi kalau Indah nggak mau cerita berarti belum ingin cerita", ucap Maryam.
"Maaf", ucap Indah.
"Santai aja In", ucap Salsa.
"Siapa orang nya In", ucap Mela.
"Dia sekelas kita?", lanjut Mela.
"Iya, namanya Zainal", ucap Indah.
Seketika Maryam kaget, dan Salsa melihat Maryam sambil memegang paha Maryam isyarat untuk menguatkan Maryam.
"Tapi gue sadar kog, kalau Zainal tidak pernah suka sama gue. Tapi dia selalu ku sebut nama nya di dalam sepertiga malam ku", lanjut Indah.
"Ya Allah ternyata sahabat gue sendiri suka sama Zainal, gue salah, gue dulu nggak pernah cerita ke dia kalau aku pacaran sama Zain dulu, makanya perasaan itu tumbuh dan malah sampai sekarang, maafin gue ya In", batin Maryam.
"Ya udah lihat dulu siapa yang di ta'arufin sama lo", ucap Salsa.
"Siapa tau suka, dan lebih baik dari pada Zainal", ucap Meli.
"Iya gue coba", ucap Indah.
"Kapan acaranya", tanya Mela.
"Besok", seketika semua orang kaget.
"Datang ya", ucap Indah.
"Iya gue datang", ucap Salsa, Mela dan Meli.
"Maaf gue nggak bisa datang In, karena besok keluarga gue ada acara di rumah tante gue", ucap Maryam.
__ADS_1
"Iya Mar, nggak papa kog", ucap Indah.
"Yuk tidur, gue ngantuk nih", ucap Mela.
"Iya ayuk", ucap Meli.
"Lo tidur di atas ya, gue sama Salsa di bawah aja", ucap Maryam.
"Kan lo yang punya rumah Mar", ucap Indah.
"Iya, gue sungkan", ucap Meli.
"Yaelah kayak sama siapa aja", ucap Maryam.
Indah, Mela dan Meli tidur di atas. Maryam dan Salsa tidur di bawah. Di bawah bukan berarti makai alas ya, tapi juka pakai kasur tapi beda nya tidak ada ranjangnya. Maryam tidak bisa tidur akhirnya Maryam duduk di balkon. Masih kepikiran sama perasaan Indah. Datanglah Salsa, karena Salsa tau bagaimana perasaan Maryam saat ini.
"Lo belum tidur", ucap Salsa.
"Belum bisa tidur", ucap Maryam.
"Lo kepikiran sama perasaan Indah", ucap Salsa.
"Nggak kog Sal", ucap Maryam.
"Ini salah gue Sal, kalo dulu gue cerita ke mereka kalo gue pacaran sama Zainal, pasti kejadian nya nggak kayak gini. Pasti perasaan Indah nggak muncul", ucap Maryam.
"Semua itu bukan salah lo Mar, itu takdir. Perasaan kan bisa muncul tanpa kita duga", ucap Salsa.
" Tapi tetep aja Sal, gue bohong sama mereka, gimana ini. Apa gue cerita semua", ucap Maryam.
"Terserah kamu Mar, kalau itu terbaik buat lo, cerita lah ke mereka", ucap Salsa.
"Gue nggak sanggup Sal, gue nggak sanggup melihat ekspresi Indah", ucap Maryam.
" Kalau itu mau lo, nggak papa. Lagi pula Indah udah ada yang mau men taaruf dia", ucap Salsa.
"Jadi lo nge rahasiakan semua ini", ucap seseorang dari arah kamar, siapa lagi kalau bukan Meli.
Maryam dan Salsa kaget nya minta ampun. Hehe😁.
"Meli" ucap Maryam dan Salsa secara bersamaan.
__ADS_1
"Lo denger semua Mel", ucap Salsa.
"Iya", ucap Meli (Sambil berjalan mendekat Maryam dan Salsa).
"Kenapa lo sembunyikan ke kita Mar, Sal", ucap Meli.
"Maafin gue Mel", ucap Maryam.
"Bukannya persahabatan kita nggak ada yang di sembunyi-sembunyikan ya, kenapa lo menyembunyikan itu, dan kenapa yang kamu ceritain hanya Salsa, lo anggap gue apa Mar, selama ini lo anggap gue apa Mar", ucap Meli.
"Iya Mel, gue salah, gue salah. Bukannya gue nggak mau cerita ke kalian. Gue juga nggak pilih kasih kog, kebetulan aja dulu pas gue sama Zainal, Salsa yang tau dengan sendirinya Mel. Dulu Salsa mengikuti ku Mel. Dan dia gue suruh jangan ngasih tau ke kalian dan maafin gue masalah itu Mel. Jangan salahkan Salsa, salahkan gue aja Mel, jangan Salsa ku mohon", ucap Maryam.
"Tetep aja lo sembunyikan dari gue, Mela dan Indah", ucap Meli.
"Iya gue salah Mel, salah. Maaf Mel, maaf. Semua ini jangan kau sangkut kan dengan Salsa. Salsa nggak salah Mel, yang salah gue", ucap Maryam.
" Nggak gitu Mar, aku juga salah", ucap Salsa.
"Gue Sal", ucap Maryam.
"Gue juga Mar", ucap Salsa.
"Kenapa lo yang bertengkar", ucap Meli.
"Gue putusin dari perdebatan kalian, dan yang salah adalah..." ucap Meli.
Hening.. hening..
"Adalah iya kalian berdua lah, masak gue?", ucap Meli.
"Jangan salahkan Salsa Mel", ucap Maryam.
(Kenapa lo baik sih Mar, kan gue juga salah) batin Salsa.
"Stop... Jangan saling salah-salah han", ucap Meli (Dengan ekspresi marah).
Dan semuanya pada tegang melihat kemarahan Meli. Selama ini Meli tidak pernah marah dengan siapapun itu. Paling cuman bercanda.
.
Akankah Meli marah dengan Maryam?? ikuti terus ceritanya..
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗