Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Kemarahan Indah (eps 24)


__ADS_3

"Maryam", ucap Indah.


"Hei kalian", ucap Maryam.


Mereka berjalan menuju Maryam dan duduk di kursi dekat Maryam.


"Kamu nggak papa kan Mar", khawatir Salsa.


"Nggak kog, cuman berdarah sedikit saja", ucap Maryam.


"Syukurlah", ucap Salsa.


Hening-hening. Beberapa detik, menit kemudian mama Maryam masuk membawakan minuman dan makanan ringan untuk menemani sahabat-sahabat Maryam. Setelah keluarnya mama Maryam hening lagi, lagi dan lagi. Tiba-tiba Maryam angkat suara.


"Oh ya In, Selamat ya atas ta'arufan kamu dengan Zainal dan maaf nggak bisa hadir", ucap Maryam.


Deg-deg semua pada kaget. Kenapa bisa Maryam tahu kalau yang men ta'aruf Indah adalah Zainal. Itulah yang dipikiran sahabat-sahabatnya.


"Kamu tahu dari mana kalau yang men ta'aruf gue Zainal", ucap Indah sambil memandang Salsa.


Salsa yang dipandang pun jadi bingung, pasalnya Salsa tidak pernah cerita sedikit pun. Maryam pun tahu maksud Indah memandang Salsa.


"Bukan Salsa yang kasih tahu In, kemarin gue datang dirumah lo, tapi gue.. gue..", Maryam belum bisa menjelaskan ucapannya dan memutuskan berhenti sejenak.


Tapi Salsa mengetahui bahwa Maryam pasti melihatnya. "Pasti Maryam kemarin melihat", itulah yang dia batin.


"Gue di telpon mama disuruh pulang dulu, karena ada hal penting yang Mama bicarakan", lanjut Maryam.

__ADS_1


Tapi Salsa tidak percaya dengan alasan Maryam, karena Salsa tahu pasti kalau dia berbohong.


Indah hanya bisa ooo...


"Gimana acara tadi malam", tanya Maryam.


Semuanya hanya diam saja. Indah malah kelihatan lesu kemudian tersenyum.


"Gagal", ucap Indah.


Ya satu kata tapi penuh makna itu membuat jantung Maryam berhenti seketika. Dia nggak tau harus bahagia atau sedih. Bahagia bahwa orang yang disukai tidak jadi menta'aruf orang lain. Sedih karena Indah sahabatnya tidak jadi taaruf . Dan bingung, pasalnya kenapa Zainal tidak jadi men ta'aruf Indah. Dan tambah sedih lagi karena sebentar lagi dia di ta'aruf oleh Dosen Hafidz.


"Kenapa kog bisa gagal", ucap Maryam.


Ya pertanyaan itu berhasil keluar dari mulut mungil Maryam.


Indah berhasil mengeluarkan butiran air mata. Kemudian Maryam memeluk sahabat nya itu. Dan yang lain hanya diam saja. Ntah bingung apa yang dia lakukan saat ini. Tiba-tiba Indah mendorong Maryam.


"Semua ini gara-gara lo", ucap Indah.


Ya satu kalimat itu berhasil menusuk hati Maryam dan sahabatnya yang lain.


"Gara-gara gue?", tanya Maryam.


"Iya gara-gara lo", ucap Indah.


"Kog jadi gara-gara gue, gue salah apa??", ucap Maryam yang dilanda kebingungan.

__ADS_1


"Karna", ucap Indah berhenti sejenak dan tarik nafas.


"Karna dia suka sama lo, dia masih suka sama lo", lanjut Indah.


Deg-deg-deg jantung Maryam berhenti sejenak.


"Zain masih suka sama gue?? Zain membatalkan pertunangan sahabatku gara-gara masih suka sama gue, gara-gara gue sahabat gue nangis dan kecewa, Tuhan... Kenapa semua ini terjadi. Gue harus bicara dengan Zain, agar melanjutkan ta'arufan ini. Iya gue nggak mau sahabat gue sakit hati. Apalagi ini gara-gara gue", batin Maryam.


"Kenapa lo diam Maryam", ucap Indah penuh tekanan.


"Gue nggak tahu dan gue minta maaf", ucap Maryam dengan menitikkan air mata. Iya menurut kalian Maryam lebay, tapi itulah Maryam lebih rela sahabatnya bahagia dibandingkan dia.


"Kenapa lo bohong kepada gue kalau lo pernah pacaran sama Zainal, kenapa Maryam", ucap Indah.


Maryam kembali lagi deg-deg an. Kenapa Indah tahu dan dari mana Indah tahu. Itulah yang dipikiran Maryam.


"Gue tahu dari mulut Zainal sendiri", ucap Indah Seakan-akan Indah tahu apa yang dipikirkan Maryam.


"Hah dari mulut Zainal sendiri", batin Maryam.


"Asal lo tahu Maryam, gue suka Zainal sejak MTs dulu, sejak pertama kali bertemu dengan dia. Dan rasa ini masih sama, bahkan semakin hari semakin tumbuh rasa ini", ucap Indah sambil memegang hati nya.


"Dan lo tahu gue waktu kuliah dimana Zainal juga kuliah disitu. Gue bahagia Maryam", lanjut Indah.


.


Haduh makin rumit ya bun ceritanya🤣🤣. Apakah Indah marah besar dengan Maryam atau meng ikhlaskan Zainal untuk Maryam. Haduh pasti deg-deg an bukan main bukan. Sama bun author sendiri deg-deg nya bukan main.

__ADS_1


Tunggu cerita selanjutnya ya. Dan maafin author yang jarang upload ini. Ya author ini memang sibuk-sibuk sekali. Apalagi author ini sedang ada kegiatan dari pihak kampus. Dan belum bisa bagi waktu untuk menulis novel ini. Tapi InsyaAllah author tamatin kog, tenang saja ya bun.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2