Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Berpelukan (eps 41)


__ADS_3

"Assalamualaikum Maryam", ucap Indah dengan senyuman khas Indah.


"Waalaikumsalam. In.. Indah", ucap Maryam dengan kebingungannya.


"Hai apa kabar", tanya Indah untuk mengawali pembicaraan.


"Seperti yang kamu lihat gue Alhamdulillah baik", ucap Maryam.


"Dan lo", tanya Maryam balik.


"Sama. Alhamdulillah gue juga baik", jawab Indah.


Hening.. dan hening..


Keheningan itu dibuyarkan oleh Indah dengan kata.


"Rindu", ucap Indah.


Maryam pun kaget dengan yang di ucapkan Indah. "Sama aku juga rindu", ucap Maryam.


"Boleh berpelukan?", tanya Indah.


"Of course. Apa sih yang gak boleh untuk sahabatku", ucap Maryam.


Mereka berdua pun akhirnya berpelukan. Dan tak dirasa Maryam dan Indah menitikkan air mata.


Dan yang diruang tamu sebelah kanan terharu. Dan malah saling berpelukan. Amel berpelukan dengan Shinta. Mela berpelukan dengan Meli. Sayangnya Salsa gak ada yang peluk. Dan malah Andi menawarkan berpelukan dengan dia.


"Sini abang peluk Dek", ucap Andi.


"Ih bukan mahram", ucap Salsa.


"Iya sebentar lagi Mas halalin kamu Dek", ucap Andi.


"Ogah", ucap Salsa.


"Udah diam. Kita lihat mereka berdua saja", ucap Salsa yang salting dilihatin Andi terus. Andi pun tersenyum melihat tingkah Salsa.

__ADS_1


Ditempat Maryam dan Indah berada pelukannya selesai.


"Maafkan aku ya Maryam", ucapan pertama yang diucapkan Indah.


Maryam bingung, karena ini bukan salah Indah. Malah dia yang merasa bersalah.


"Nggak perlu minta maaf, disini aku yang salah", ucap Maryam.


"Nggak ini tetap salahku", ucap Indah.


"Ya sudah kita saling memaafkan. Kita putuskan disini gak ada yang salah", ucap Maryam.


Dan mereka pun tertawa.


"Sekarang kita damai kan?", ucap Indah.


"Dari dulu kan kita damai. Cuman kemarin kita butuh waktu sendiri bukan?", ucap Maryam.


"Disini gak ada yang salah baik dengan aku, kamu dan Zainal. Cinta yang lo punya juga gak salah. Karena cinta itu anugrah yang datang kapan saja dan dimana saja. Dan lo kan gak tahu cinta itu muncul. Kita berhak untuk mencintai siapa saja. Termasuk jika lo cinta dengan Zainal. So.. bukan lo yang salah dan cinta juga gak salah. Jadi masalah kemarin kita lupakan saja, kita fokus ke depan. Kita fokus dengan cita-cita kita. Oke Indah?", ucap Maryam panjang kali lebar kali tinggi awas jatuh.


"Iya maaf jika aku menyembunyikan masalah kemarin", ucap Maryam.


"Iya kita saling memaafkan. Dan janji gak ada yang disembunyikan lagi. Kita saling cerita dan saling ada", ucap Indah.


"Janji", ucap Maryam sambil menunjukkan jari kelingking tanda sebagai janji mereka. Indah pun menerima jari kelingking Maryam dan saling menautkan jari kelingking mereka berdua. Dan tersenyum lah mereka berdua.


"Oh iya.. Aku mau ngomong sesuatu sama Lo", ucap Indah.


"Silahkan mau ngomong apa. Pasti aku dengerin kog", ucap Maryam.


"Aku sudah mengikhlaskan Zainal untukmu", ucap Indah.


Satu kalimat yang membuat ragu Maryam. Karena Maryam tahu kalo Indah masih mencintainya.


"Aku masih berusaha", ucap Indah yang seakan-akan tahu maksud dari Maryam.


"Zainal mencintaimu", ucap Indah kemudian.

__ADS_1


"Kamu gak perlu memaksakan Zainal bersamaku. Aku gak mau hidup bersama orang yang tak mencintaiku", ucap Indah.


"Zainal akan berusaha mencintaimu. Aku bantu kamu untuk membujuk Zainal, agar ia berusaha mencintaimu", ucap Maryam.


"Banyak yang menikah tanpa cinta dan cinta yang tak terbalaskan. Tapi mereka saling mencintai. Insyaallah kamu juga begitu. Asal berusaha terus untuk membuat Zainal jatuh cinta kepadamu. Semuanya itu mungkin, karena Allah mudah untuk membolak balikkan hati manusia dengan gampang", ucap Maryam.


"Aku gak mau nyakitin perasaan sahabatku", ucap Indah.


"Kamu gak nyakitin aku. Besok aku ta'arufan. Kan kamu tahu sendiri", ucap Maryam.


"Tapi kamu tidak mencintainya", ucap Indah.


"Seperti yang udah ku sampaikan tadi. Aku akan berusaha untuk mencintainya. Aku yakin suatu saat rasa itu muncul", ucap Maryam.


"Kamu dan Zainal saling mencintai. Jadi bersatulah", ucap Indah.


"Saling mencintai gak harus bersatu kan?", ucap Maryam.


"Ini mungkin yang terbaik buatku", ucap Maryam kemudian.


"Kamu yakin kalo ini terbaik untukmu?", ucap Indah.


Maryam hanya diam seribu bahasa. Iya pasalnya ia tak tahu ini benar-benar terbaik atau bukan. Yang ia tahu hanyalah tak mau menyakiti hati sahabatnya.


"Diam bukan. Itu artinya kamu ragu dengan Pak Hafidz", ucap Indah.


"Mungkin yang terbaik bagimu belum berarti terbaik bagi Allah", ucap Indah kemudian.


"Yang dibilang Indah ada benarnya", batin Maryam.


"Sebelum terlambat", ucap Indah.


"Aku yakin, kamu pasti sudah pernah istikharah kan?", lanjut Indah.


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗

__ADS_1


__ADS_2