
"Dan lo tahu gue waktu kuliah dimana Zainal juga kuliah disitu. Gue bahagia Maryam", lanjut Indah.
"Dan lo tahu waktu gue mau dita'arufin nyokap bokap gue, gue sedih Maryam. Karna apa?? Karna gue udah ada orang lain di hati gue, walau orang itu belum tentu menyukai gue bahkan tidak sama sekali. Tapi gue berdoa suatu saat rasa itu terbalaskan. Dan gue bahagia, bahagia karna orang yang mau men ta'aruf gue adalah orang yang kucintai. Tapi kenyataannya salah. Dia malah mencintai orang lain, apalagi orang itu sahabat gue sendiri. Yaitu lo Maryam. Sakit Maryam sakit, sakitnya bukan main", lanjut lagi Indah. Semua uneg-uneg nya keluar dan menitihkan air mata.
Sedangkan itu Maryam pun sangat-sangat terpukul dengan kenyataan sahabatnya itu. Dan keluarlah air mata berkali-kali. Sedangkan Salsa meremas tangannya, dan sedangkan Mela dan Meli hanya bisa berpelukan. Ohh.. So sweet sekali kembaran itu.
"Maafin gue Indah, maaf. Bukan maksud untuk menyembunyikan ini semua. Tapi menurut gue hal yang tidak baik itu tidak perlu diceritakan", ucap Maryam.
"Gue salah, gue telah menyembunyikan ini semua. Dan biarkan perasaan yang lo miliki terus tumbuh", ucap Maryam kemudian.
"Gue... Gue akan mempertanggung jawabkan ini. Gue akan ngomong sama Zainal untuk mencabut ulang kata-katanya, agar lo bisa bahagia dengan Zainal", lanjut Maryam. Walau mulut berbicara begitu tapi hati Maryam sangat sakit-sakit sekali.
Kemudian Maryam mengambil Hp dan tas, Maryam ingin pergi dari kamar mau menemui Zainal. Tapi tangan Maryam dicekal oleh Indah.
"Tunggu dulu", ucap Indah.
"Gue mau tanya sama lo", lanjut Indah.
"Tanya apa??", ucap Maryam.
"Apa lo mencintai Zainal?", tanya Indah.
Deg pertanyaan itu.. ya memang Maryam masih mencintai. Tapi jika dia jawab iya artinya dia melukai hati sahabatnya itu, jika dia jawab tidak artinya dia pembohong, dia munafik. Tapi gimana?? Maryam pun bingung mau jawab apa.
"Em..emm.. Gue.. Gue.. Gue mau di ta'aruf sama Dosen Hafidz", jawab Maryam. Maryam tidak menjawab pertanyaan Indah, melainkan bilang hal yang berbeda. Dikarenakan Maryam tidak mau menjawab antara ya dan tidak. Malah rela bilang begitu.
__ADS_1
Deg.. dengan apa yang dijawab Maryam membuat hati Salsa, Mela dan Meli berhenti. Pasalnya Maryam belum menceritakan kepada mereka. Salsa, Mela dan Meli tahu bahwa Dosen Hafidz ada rasa sama Maryam. Tapi Salsa dan Meli tahu bahwa Maryam masih suka sama Zainal. Apa ini semua bohong. Ya itu kira-kira dipikiran sahabatnya itu.
"Kamu yakin Mar?," tanya Salsa.
"Bismillah saya yakin", ucap Maryam.
"Bukannya kamu..", ucap Meli dan di potong oleh Maryam, karena Maryam tidak mau Indah kecewa kedua kalinya.
"Mohon kalian keluar dari kamar gue, gue mau istirahat", ucap Maryam tanpa menoleh sahabatnya dan menunjuk jari telunjuk kearah pintu kamar.
"Kamu kenapa Mar, nggak kayak biasanya", ucap Mela.
"Gue mohon, Kalian keluar dari sini", ucap lantang Maryam.
"Gue nggak nyangka lo bentak kami dan ngusir kami", ucap Indah.
"Baiklah kami akan keluar", lanjut Indah sambil berjalan duluan.
Dan Salsa hanya bilang "Tenang Maryam, pikirkan baik-baik", lalu keluar dari kamar.
Mela dan Meli hanya mengikuti kaki Indah dan Salsa yang keluar dari kamar Maryam dan menutup pintu kamar Maryam. Sedangkan Maryam menjerit dan menangis sejadi-jadinya.
Disisi lain dimana Mama Maryam duduk, Mama Maryam melihat sahabat Maryam keluar dari rumah. Dan Mama Maryam khawatir dengan anak nya itu. Mama Maryam pun menuju ke kamar Maryam.
Tok.. tok.. (Anggap suara ketukan pintu hehe).
__ADS_1
"Masuk", ucap Maryam sambil mengusap air mata yang keluar. Dan melihat yang masuk adalah sang Mama
"Mama", ucap Maryam.
"Kamu nggak papa kan nak", ucap Mama Maryam.
"Nggak papa Ma", ucap Maryam.
"Oh ya Ma, Maryam boleh izin keluar?", tanya Maryam.
"Mau apa Nak", tanya Mama.
"Maryam mau menyelesaikan masalah ini Ma, Maryam nggak mau persahabatan Maryam hancur cuman gara-gara satu cowok. Maryam mau menemui Zain", ucap Maryam.
"Kamu yakin Nak?, Kaki kamu udah nggak papa?", khawatir Mama.
"Iya Ma, kaki aku nggak papa", ucap Maryam.
"Assalamualaikum", salam Maryam sambil salaman tangan Kama dan mencium pipi sang Mama. Dan mengambil tas dan hp. Maryam memesan grab mobil untuk menemui Zainal. Dan mengasih pesan Zainal yang selama ini masih menyimpan nomor WA Zainal. Pasalnya nomor itu dulu nomor biasa, berhubung berkembangnya zaman. Ada sebuah aplikasi WA jadi nomor itu didaftarkan jadi nomor WA.
.
Gimana ya kira-kira setelah ketemu zainal. Adakah Maryam jujur dengan perasaan nya? atau menyembunyikannya?? ikuti kisah selanjutnya ya
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗
__ADS_1