
Pada Hari ini adalah wisuda Indah sahabat Maryam. Tetapi Maryam masih tidur di karenakan halangan, jadi telat bangun. Dan tiba-tiba..
Papa turun dari tangga lalu menyapa semua orang yang berada dimeja makan.
"Assalamualaikum semua, selamat pagi", sapa Papa kepada semua orang.
"Waalaikumsalam, pagi juga Pa", jawab semua orang yang di meja makan kecuali Maryam dan Sinta.
"Lho ma Sinta mana?", pertanyaan Papa kepada mama ( Shinta adalah Adik Maryam pertama).
"Tau tuh pah", jawaban dari Mama.
"Shinta kemana Mel", ganti Mama tanya ke Amel ( Shinta adalah Adik Maryam yang kedua).
"Tau Mah, mungkin masih dandan, biasalah dia kan suka dandan", jawab Amel.
"Dasar anak itu, masih sekolah aja udah dandan", sewot kak Bayu (Kakak pertama Maryam yang udah menikah).
"Adik siapa coba", sewot kak Aji (Kakak kedua Maryam).
"Adik lo lah", balas Kak Bayu.
"Enak aja Adik gue, adik lo kali", jawab Kak Aji.
"Lo", balas Kak Bayu.
"Lo", balas Kak Aji.
(Mulailah pertengkaran mereka berdua, kayak anjing dan kucing. hehe😄).
"Udah-udah kalian jangan bertengkar, itu Adek kalian berdua tauk", ucap Mbak icha (istri Kak Bayu).
"Iya tuh, ntah apa yang diributin, padahal kan Adik kalian semua Kak", ucap Amel.
"Iya kayak anjing dan kucing saja", imbuh Papa.
Tiba-tiba dari atas turunlah Shinta yang jadi bahan pertengkaran Kakaknya. Sampailah dari arah pintu dapur. Shinta menyapa semua orang.
"Selamat pagi semua", sapa Shinta kepada semua orang.
"Ucapkan salam dulu Shinta", negur Papa.
"Iya sayang, salam dulu", negur Mama.
"Iya-iya, assalamualaikum semua, selamat pagi(dengan senyuman imut khas nya)", ucap Shinta.
"Waalaikumsalam, pagi juga", jawab semua orang.
Shinta berjalan menuju arah meja, tiba-tiba saja Kakak nya mulai sewot😆.
"Tuh dia yang dibicarakan, akhirnya turun juga", ucap Kak Bayu.
"Lama amat, ntah apa yang di lakukan", imbuh Kak Aji.
"Mungkin dia baca mantra biar cantik", imbuh Amel.
"Iya yang jadi pertengkaran kalian kan", ucap mbak Icha.
"Apa sih kak, baru aja datang udah pada ributin gue, gue tau kalau gue itu cantik kayak artis Tissa Biani", ucap Shinta sambil duduk di kursi deket Amel.
"Heileh cantik apa nya", ejek Kak Bayu.
"Hah.. kayak Tissa Biani", kagetnya Kak Aji.
__ADS_1
"Bukan Tissa Biani kali kak Shin, tapi Shinta Biantol", ejek Amel.
"Iya.. bener kamu mel", imbuh Kak Bayu.
"Apaan sih kak, gue itu cantik tau, iya kan Mbak Icha?", ucap Shinta.
"Iya Shin", terpaksa membela Shinta.
"Haha cari pembelaan nih. ucap Kak Bayu
biarin (sambil menjulurkan lidah😝)", ucap Shinta.
"Heileh jelek nya kalau begitu", ejek Kak Bayu.
(Di samping mereka bertengkar ternyata Caca hanya melihat dan kebingungan dan batin bicara apa Papa Mama, Om dan Tante-tantenya).
"Udah-udah pagi-pagi sudah bertengkar aja kalian". ucap Papa.
"Gak baik lo kalian berantem di depan makanan, pamali tauk", ucap Mama.
"Iya kayak Caca tuh, cucu Papa diam aja", imbuh Papa.
"Yeileh Pah dia kan anak kecil belum paham sama sekali", ucap Shinta.
"Cuman bisa lihatin orang bertengkar", imbuh Amel.
"Hei.. iya emang Caca bisa nya gitu", ucap Kak Bayu Papanya Caca.
"Ya emang anak lo kak, masak anak gua", ucap Shinta.
"Udah dibilangin jangan ribut di depan makanan, masih aja ribut", ucap Mama.
"Iya, padahal kalian udah besar lo", imbuh Papa.
Akhirnya semua orang makan dengan lahap dan tenang, tanpa ada percakapan apapun. Semuanya langsung pamitan kepada orang tua.
"Pah kita mau berangkat", ucap kak Aji, Shinta dan Amel (sambil salaman Papa Mama satu persatu).
"Iya, hati-hati", ucap Papa.
"Adik-adikmu kamu antar kan Ji", ucap Mama.
"Iya Ma", jawab Kak Aji.
"Assalamualaikum", semua mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam", jawab orang yang masih stay di meja makan.
Dilanjutkan Kak Bayu yang berpamitan Mama sama Papa.
"Bayu berangkat duluan ya ma pa, Assalamualaikum", ucap Kak Bayu.
"Iya, Waalaikumsalam", jawab Mama Papa.
"Pa, Ma, Icha mengantarkan Mas Bayu didepan dulu ya", ucap Mbak Icha.
"Iya nak", jawab Papa Mama.
Kak Bayu keluar diantarkan oleh istri tercinta dan anak nya.
"Sayang-sayangku, Mas berangkat dulu ya, Papa berangkat dulu ya nak", ucap kak Bayu kepada Mbak Icha dan Caca (sambil mencium kening m
Mbak Icha dan Dedek Caca).
__ADS_1
"Iya Mas, hati-hati (sambil mencium tangan Kak Bayu)". jawab mbak Icha.
"Iya", jawab Kak Bayu.
"Assalamualaikum sayang-sayangku", salam Kak Bayu.
"Waalaikumsalam", (sambil melambaikan tangannya Caca) jawab Mbak Icha menirukan suara anak kecil.
"He he he.. ", nangis nya Caca.
"Papa cari uang buat jajan Dedek, jangan nangis ya", ucap Mbak Icha.
(Caca berhenti menangis dan menganggukkan kepala tanda iya).
Lalu keluarlah Papa dan Mama, Mama mengantarkan Papa sampai keluar rumah.
"Papa berangkat dulu ya Ma, Assalamualaikum (sambil mencium kening Mama)", ucap papa.
"Iya Pa, hati-hati Pa, Waalaikumsalam", (sambil mencium tangan Papa).
Mama dan Mbak Icha masuk ke dalam rumah membersihkan meja makan. Saat Mama mengelap-elap meja makan, Mama menyadari Maryam yang belum kelihatan dari pagi. Dan Mama menanyakan kepada Icha.
"Icha, Adek kamu Maryam mana kog belum kelihatan dari tadi", tanya Mama.
"Iya Ma, Icha ya belum melihat dari tadi, mungkin masih tidur kan dia nya halangan", jawab Mbak Icha.
Tiba-tiba mama ingat kalau hari ini hari wisuda nya Indah, sahabat Maryam.
"Ya Allah Icha, ternyata hari ini itu hari wisuda nya Indah, dan Maryam akan hadir di acara Indah (sambil berekspresi kaget)", ucap Mama.
"Indah, sahabatnya Maryam Ma??", tanya Mbak Icha.
"Iya Icha, Mama minta tolong bangunkan Maryam ya, bilang kalau hari ini hari wisudanya Indah", ucap Mama.
"Iya Ma", ucap Mbak Icha.
Mbak Icha langsung naik tangga menuju kamar Maryam, setibanya Mbak Icha di depan kamar Maryam yang pintunya tertutup. Lalu Mbak Icha membuka Pintu. Dan alhamdulillah tidak di kunci, masuklah Mbak Icha. Mbak Icha duduk di kasur sambil menggoyang-goyangkan Maryam bilang kalau hari ini hari wisuda nya Indah.
"Dek.. Dek.. Dek Maryam, bangun, ingat lho hari ini hari wisuda nya sahabat kamu Indah", ucap mbak Icha.
Maryam hanya menggeliat dan menguap sambil tangannya menutupi mulutnya. Dan betapa terkejutnya Maryam ingat hari ini hari wisuda nya Indah, lalu Maryam pegang hp, niat mau lihat jam, dikarenakan jam kamar mati. Dan terkejut lagi tahu bahwa sahabat-sahabatnya pada nelpon semua. Dan jarum jam sudah berada pada jam 07.30 WIB.
"Mbak Icha kog nggak bangunin Maryam sih", kesal Maryam.
"Tadi apa??", jawab Mbak Icha.
"Kan seharusnya dari tadi Mbak!!", ucap Maryam.
"Yeileh, yang tahu siapa, ini aja Mama yang nyuruh, karna Mama ingat, kalau hari wisudanya Indah", bela Mbak Icha.
" Mbak Icha sih", ucap Maryam.
"Lho Mbak kog disalahin, yang tidur siapa??, enggak ucapin terimakasih karena dibangunkan, malah marah-marah ngga jelas", ucap Mbak Icha.
"Sana mandi!!, udah tau telat malah debat", lanjut Mbak Icha.
"Ya..ya Mbak, btw makasih ya", ucap Maryam.
Maryam langsung ambil handuk kan berjalan ke kamar mandi untuk mandi. dan Mbak Icha keluar kamar, karena Caca rewel.
.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗
__ADS_1