
"Pah, Maryam mau di ta'arufin dengan Pak Hafidz", ucap Maryam.
Semua penghuni rumah pada shock, karena tidak tahu menahu rencana sang papa. Sedangkan mama tidak yakin dengan jawaban sang anak.
"Yakin Nak? Tidak terpaksa? Kamu ikhlas??", pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan sang Mama.
"Iya Ma, Maryam udah pikirkan", ucap Maryam.
"Zainal gimana Dek", ucap Kak Aji yang tahu menahu cerita sang adek nya itu.
"Zainal udah milik orang lain Kak", jawab Maryam dengan lesu.
"Zainal itu siapa?", pertanyaan Mama dan Papa secara bersamaan.
"Dia orang yang saya ceritakan kemaren Pa Ma", ucap Maryam.
"Dia udah men ta'aruf Indah sahabat Maryam sendiri, Maryam lihat dengan mata kepala Maryam sendiri", lanjut Maryam.
Seketika Kak Aji yang ada rasa dengan Indah pun terkejut dan mendadak menjadi lesu.
"Yang sabar ya Nak", ucap Mama.
"Itu mungkin dia bukan jodohmu, ikhlas kan lah", lanjut Mama.
"Iya Ma, Maryam ikhlas", ucap Maryam.
"Ya udah, Papa akan bicara kepada keluarga Hafidz untuk menentukan tanggal", ucap Papa.
"Apa tidak terlalu cepat Pa" tanya Mama.
"Lebih cepat lebih baik bukan", jawab Papa.
"Gimana Nak" tanya Mama kepada Maryam.
"Iya Ma, biar lebih kenal lagi. Biar bisa melupakan Zainal", ucap Maryam.
"Baiklah Nak, jika itu keputusanmu", ucap Mama.
__ADS_1
Dan penghuni rumah pergi satu-satu untuk melanjutkan aktifitasnya di pagi hari. Sedangkan Maryam dia pergi ke kamar nya. Sudah merasa begitu lama dia tidak memegang hp nya. Betapa terkejutnya Maryam ketika memegang hp. Beberapa panggilan tidak terjawab yaitu dari Indah dan Salsa hampir 20 lebih panggilan. Dan beberapa pesan yang pesan nya nanti setelah jam kuliah ketemu di cafe tempat sahabatnya kumpul. Dan pesan dari Salsa "gas wat Mar" gitulah pesannya. Tidak dijelaskan gas watnya kenapa dan bagaimana.
Maryam menghubungi Salsa. Tapi naas satu pun panggilan tidak dijawab. Ya data Salsa tidak diaktifkan, maka dari itu hanya memanggil saja.
Maryam Berlari untuk menemui sahabatnya, tapi naas, Maryam tergelincir lantai waktu lantai nya masih basah, baru di pel oleh Mbak Icha kakak iparnya.
"Aaaaaa", teriak Maryam.
"Maryam lo gak papa kan??", khawatir Mbak Icha.
"Sakit mbak", rengek Maryam.
"Iya, sebentar biar gue panggilin mama dulu", ucap Mbak Icha.
Mbak Icha berteriak memanggil Mama mertua nya. "Ma Mama, Maryam jatuh Ma", ucap Mbak Icha khawatir.
Mama datang dengan khawatir.
"Haduh Nak, kamu kenapa kog bisa jatuh segala", ucap Mama khawatir.
"Ayok Icha bawa adikmu ke rumah sakit", pinta Mama.
Sesampainya di rumah sakit berjumpa dengan Dosen Hafidz.
"Maryam, Tante", sapa Dosen Hafidz.
"Biasakan ucap salam", ucap Maryam.
"Maaf, Assalamualaikum", salam Dosen Hafidz.
"Waalaikumsalam", jawab semua orang.
"Maryam kamu kenapa", tanya Dosen Hafidz.
"Habis jatuh Pak", jawab Maryam.
"Jatuh dari mana?, Gimana lukanya? Kog bisa jatuh? Nggak papakan??", ya pertanyaan Dosen Hafidz dengan bertubi-tubi dan dicampur dengan kekhawatirannya.
__ADS_1
"Haduh banyak banget pertanyaannya Pak, tenang saja Maryam tidak apa-apa", ucap Maryam.
"Duluan pak, Assalamualaikum", lanjut Maryam.
"Waalaikumsalam", jawab Dosen Hafidz.
Sedangkan kakak ipar nya Mbak Icha menggoda sang adik iparnya. "Ciee... Cieee... Yang di khawatirin oleh calon nya".
Maryam Pun bete dan berkata "Apaan sih Mbak, biasa aja kali".
"Yaelah Dek-dek, dia tuh perhatian, baik, ganteng, pintar, sholih, Dosen, seorang hafidz pula", puji Mbak Icha.
"Andai aku jadi kamu Dek, pasti aku tidak menolaknya", lanjut Mbak Icha.
"Lalu anak Mama gimana Cha", ucap Mama.
"Tuh Mbak, Kak Bayu di kemanain coba", ucap Maryam.
"Iya-iya, lagian aku bercanda kali Mah Dek, hatiku hanya untuk Mas Bayu seorang. Tadi itu untuk adek ipar aku yang paling cantik", ucap Mbak Icha dengan gaya sok imut nya.
"Hidih alay banget sih Mbak", ucap Maryam yang seakan-akan ilfil dengan kakak iparnya itu.
"Udah-udah, ayok kita ke ruangannya dan langsung pulang, kasian cucuku dirumah sama suster takut nyariin", ucap Mama.
"Oh iya lupa gue dengan anak gue", ucap Mbak Icha sambil mukul jidatnya.
"Yaelah Mbak, sama anak sendiri aja lupa", ucap Maryam.
"Namanya juga panik dengan lho Dik", ucap Mbak Icha.
"Iya-iya terimakasih Mbak ku tercinta", ucap Maryam.
Setelah pemeriksaan Maryam dan keluarga nya pulang ke rumah, sesampainya maryam dirumah, dia ingat bahwa dia ada janji dengan sahabatnya. Dan juga aja jam makul. Maryam yang tak biasa bolos jam makul, kali ini bolos. Ya soalnya Maryam lupa izin dengan dosen pengampunya hari ini.
.
Gimana kelanjutannya ya?? adakah maryam menemui sahabat nya itu?? adakah indah marah besar dengan Maryam?? penasaran kelanjutannya??? maka jangan lupa ikuti cerita nya ya
__ADS_1
Dan maaf untuk para pembaca kalau author jangan upload karena author benar-benar sibuk. Sekali lagi maaf ya para pembaca setiaku
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗