Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Dosen Hafidz Marah (eps 56)


__ADS_3

"Oh ya kamu kira kata maaf cukup untuk mengobati luka yang anda buat. Sakit, sangat sakit. Kamu tahu, aku mencintaimu, aku berusaha untuk membuatmu jatuh cinta, berusaha mengasih yang terbaik untuk kamu. Dan ini balasannya", ucap Dosen Hafidz.


"Maaf jika hal itu membuat luka bapak. Saya tahu saya salah, seharusnya dulu saya tidak membuat keputusan yang keadaan saya memang lagi emosional. Tapi seharusnya jika kita mencintai seseorang kita harus ikhlas dengan pilihannya. Cinta tak harus memiliki bukan", ucap Maryam.


Dosen Hafidz tanpa menjawab ucapan Maryam langsung pergi dan dihentikan ketika Maryam berbicara.


"Oh jadi begitu sikap Dosen ketika mahasiswanya berbicara malah pergi tanpa jawaban. Sekali lagi maaf atas semuanya. Assalamualaikum", ucap Maryam yang pergi meninggalkan Dosen Hafidz yang berdiri diam membeku.


"Lihat saja Maryam, tunggu saja apa yang kulakukan", ucap Dosen Hafidz dengan senyum liciknya.


Dimana tempat sahabat Maryam berada, sedang menunggu Maryam yang tak kunjung datang.


"Assalamualaikum guys", ucap Maryam dengan muka tidak enak dilihat.


"Waalaikumsalam", jawab Salsa, Mela dan Meli.


"Gimana", ucap Mela.


"Kenapa tuh muka ditekuk", ucap Meli.


"Dan kelihatannya ingin menyantap orang", ucap Salsa.


"Gimana gak ingin makan orang, dosen itu di baik-baiki tidak tahu. Ya gue salah kemaren, tapi gue kan niatnya minta maaf ya. Eh dianya songong. Kan ingin ku geprek tuh dosen", ucap Maryam.


"Tumben lho bisa marah", ucap Mela.


"Sabar", ucap Meli.


"Istighfar dulu dan tenang, hadapi semua dengan senyuman. Itu kan yang lo ajarkan ke gue", ucap Salsa.


"Astaghfirullah hal adzim", ucap Maryam sambil mengelus-elus dadanya.


"Iya kamu bener Sal, makasih ya udah mengingatkan aku", ucap Maryam.


"Sama-sama. Sebagai sahabat kan saling mengingatkan", ucap Salsa.


"Terharu", ucap Mela.

__ADS_1


"Trus gimana, apa yang kamu lakukan", ucap Meli.


"Dia ingin aku kerumahnya", ucap Maryam.


"Ngapain", ucap Mela.


"Dia nyuruh gue minta maaf ke orangtuanya", ucap Maryam.


"Oh", ucap Salsa, Mela dan Meli Secara bersamaan.


"Nanti kalian ada acara gak?", tanya Maryam.


"Maaf ya Mar. Gue diajak nyokap kerumah saudara", ucap Salsa.


"Kembar?", ucap Maryam.


"Maaf juga ya Mar, aku dan Mela disuruh nyokap jenguk nenek yang sedang sakit", ucap Meli.


"Yah, gue sendirian nih", ucap Maryam lesu, karena tidak mau ketemu sama Dosen Hafidz sendirian.


"Coba tanya Indah", ucap Mela.


Maryam kemudian mengeluarkan handphonenya dan mengirim pesan ke Indah. Dan ternyata Indah bisa menemani Maryam.


"Gimana bisa kan?", tanya Salsa.


"Alhamdulillah bisa", ucap Maryam.


"Syukurlah", ucap Salsa.


Suara hentakan kaki pada bergemuruh. Tanda kalau mahasiswa-mahasiswi masuk ke kelas karena sudah ada dosen. Perkuliahan pun dimulai, dengan presentasi kelompok terakhir karena Minggu depan sudah mulai semesteran. Semua mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan semangat, termasuk Maryam. Jam terus berputar sampai waktunya perkuliahan selesai 5 SKS dalam 2 mata kuliah. Waktu menunjukkan tepat jam 12 yang dimana semua mahasiswa istirahat makan siang. Dan kebetulan kelas Maryam hanya 5 SKS saja, jadi Maryam pulang lebih siangan.


"Yuk guys pulang", ucap Maryam.


"Gak lo duluan, kan lo katanya mau kerumah Dosen Hafidz", ucap Salsa.


"Ya kan gue kerumah Indah dulu, jemput Indah. Rumah Indah kan satu arah dengan rumah kalian. Makanya ku antar sekalian", ucap Maryam.

__ADS_1


"Gak ah takut ngerepotin", ucap Meli.


"Iya kita bisa naik grab", ucap Mela.


"Sayang dong uang kalian. Mending buat ditabung", ucap Maryam.


"Lagian kita kan searah", ucap Maryam kemudian.


"Tapi", ucap Meli.


"Jangan tapi-tapi. Kayak sama siapa aja", ucap Maryam.


"Haha iya iya", ucap Salsa, Mela dan Meli.


Mereka berjalan menuju parkiran mobil nya. Kemudian Maryam mengantarkan mereka bertiga kerumahnya masing-masing. Ucapan terimakasih mereka kepada Maryam. Dan melajukan mobilnya kerumah Indah. Dan sesampainya kerumah Indah. Kebetulan Indah juga baru pulang ngantor.


"Lo juga baru pulang?", tanya Maryam.


"Iya nih", ucap Indah.


"Kalo lo capek gak usah", ucap Maryam merasa terbebani.


"Hidih kayak sama siapa aja, tenang gue gak capek kog", ucap Indah.


"Bener?", ucap Maryam.


"Iya bestie", ucap Indah.


"Makasih ya dan maaf merepotkan", ucap Maryam.


"Hih kayak sama siapa aja. Udah lah. Yuk masuk dulu. Belum sholat dan makan siang kan?", ucap Indah.


"Belum", ucap Maryam.


"Sama. Ya udah, kita sholat dulu, trus makan deh. Lapar gue", ucap Indah.


Maryam hanya tersenyum karena canggung. Pasalnya Maryam tidak pernah kalo cuman berdua sama Indah. Kalo ada Indah pasti ada yang lain juga. Dan ini bener-bener berdua.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2