
"Aku udah Istikharah jawabannya kamu. Seperti jawaban sholat istikhoroh mu", ucap Zainal.
Deg.. Mak deg.. Maryam benar-benar kaget. Kagetnya dobel. Yang pertama kaget karena jawabannya sama dan yang kedua yaitu berarti dia mendengar percakapan tadi tentang jawaban istikharahnya.
"Hah berarti tadi dia denger apa yang ku ucapkan dengan Indah", batin Maryam.
"Aku mendengar semuanya Maryam", ucap Zainal yang seakan-akan tahu apa yang di batin Maryam.
"Haduh dia mendengar semuanya pula. Malu aku", batin Maryam.
"Maryam", panggil Zainal.
"Iya", jawab Maryam sambil mendongak ke wajah Zainal. Karena dari tadi Zainal berbicara Maryam melihat ke lantai dan kembali nunduk lagi.
"Gimana.. Kamu tahu kan apa yang kamu lakukan", ucap Zainal.
"Bismillahirrahmanirrahim aku memilihmu karena Allah", ucap Maryam sambil mendongak ke wajah Zainal dengan tersenyum.
"Alhamdulillah", ucap Zainal.
"Alhamdulillah", ucap semua penghuni yang berada diruang tamu bagian kanan. Dan berjalan menuju Maryam dan Zainal berada.
Dan Maryam betapa terkejutnya ternyata banyak orang yang menyaksikan dan mendengarkan semua percakapannya dengan Zainal. Betapa malunya Maryam.
"Jadi kalian semua ada disitu dari tadi?", tanya Maryam.
"Iya", jawab semua orang.
"Berarti kalian mendengarkan semua percakapanku baik dengan Indah dan Zainal?", ucap Maryam.
Lagi-lagi semua orang jawab "iya".
Maryam memijat pelipisnya dan bilang "Ya udahlah terserah kalian".
"Congratulation Maryam", ucap Indah, Salsa, Mela dan Meli.
"Eh kan belum kejenjang serius", ucap Maryam.
"Maksudnya itu masalah-masalah ini", ucap Indah.
"Iya-iya.. Btw makasih ya bestie", ucap Maryam.
"Aaa.. congratulation Kakakku", ucap Shinta dan Amel.
"Terimakasih duo Adikku", ucap Maryam.
__ADS_1
"Aaa.. Pelukan yuk", ucap Salsa mereka berlima akhirnya berpelukan seperti teletubbies.
"Ikut", ucap Amel.
Amel dan Shinta pun ikut berpelukan dengan penuh kebahagiaan. Dan Andi pengen ikut berpelukan.
"Ikut dong", ucap Andi.
"No.. no.. bukan mahram ya", ucap Salsa sambil jari telunjuknya bergerak ke kanan dan ke kiri.
"Iya-iya", ucap Andi pasrah dan Zainal tersenyum lebar.
Berpelukannya pun terselesaikan gara-gara Maryam ingat waktu.
"Eh btw ini jam berapa ya", ucap Maryam.
"Jam 4", jawab Salsa sambil melihat jam tangan.
"Kita belum sholat", ucap Maryam.
"Oh iya lupa, sama kita semua juga belum sholat", ucap Mela.
"Maaf ya teman-teman ini semua salahku", ucap Maryam.
"Kog salahmu", ucap Salsa.
"Nggak.. Disini gak ada yang salah", ucap Salsa.
"Iya kan semua", tanya Salsa.
"Iya", jawab semua orang.
"Ya udah kita jamaah saja", ucap Andi.
"Boleh kan?", ucap Andi.
"Boleh kog, kan kita berbanyak. Bukan berdua, kalau berdua dan berdua tersebut bukan mahram ya tidak boleh. Kita kan berbanyak jadi boleh", ucap Maryam.
Tak disangka semua orang bilang MasyaAllah termasuk Zainal. Dan ledekan pun dimulai.
"Calon siapa dulu", ucap Salsa.
"Calon bestie dan bosku dong", ucap Andi.
Zainal dan Maryam hanya tersenyum lebar.
__ADS_1
"Udah-udah. Kapan kita sholat", ucap Indah.
"Gass... Yang jadi imamnya Zainal", ucap Andi.
"Kenapa gak lo aja Andi?", ucap Zainal.
"Grogi gue ada Salsa", ucap Andi.
"Cieee.. cieee.. Salsa", ejek semua orang.
"Asal kalian tahu ya dari tadi mereka berdua berdebat mulu. Kalo gak percaya tanya aja Zainal", ucap Meli dan Zainal pun menganggukkan kepala saja tanda iya.
"Meliii... kenapa dikasih tahu", ucap Salsa yang marah.
"Ciiieee.. Mulai tumbuh nih benih-benih cinta", ucap Mela.
"Ternyata oh ternyata", ucap Indah.
"Sahabat kita yang satu mau sold out nih", ucap Maryam sambil menyenggol Salsa yang kebetulan disampingnya.
"Ini semua gara-gara Meli", ucap Salsa.
"Hehe pisss", ucap Meli sambil mengangkat jemari telunjuk dan tengah ✌️.
"Dan juga Lo", ucap Salsa sambil menunjuk Andi.
"Gue lagi.. gue lagi", ucap Andi.
"Udah-udah, kapan kita sholat nih. Waktu terus berjalan lho", ucap Zainal.
"Berhubung kamar mandi yang diluar 1 dan di dapur 1, jadi yang perempuan wudhu nya dibagi disitu ya. Ada yang di dapur dan juga diruang tamu. Aku dan Andi wudhu di kamarku. Biar waktunya keburu", ucap Zainal.
"Terus disebelah situ ruang sholatnya", ucap Zainal sambil menunjuk sebuah ruangan. Iya dirumah Zainal ada tempat sholat tersendiri.
"Izin wudhu ya", ucap Maryam.
"Iya anggap rumah sendiri, kan sebentar lagi akan jadi rumah kamu juga", ucap Zainal dan yang lain hanya bilang ciiee. Maryam malah salting senyum-senyum sendiri.
Zainal dan Andi menaiki tangga menuju kamar Zainal untuk wudhu.
"Berhubung kita 7. Jadi yang di dapur 4 dan disini 3", ucap Maryam.
"Aku, Salsa, Mela dan Meli di dapur saja. Kamu sama adik-adik mu disini saja", ucap Indah.
"Shiap bestie", ucap Maryam.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗