
"Woi Maryam", ucap Kak Aji tepat di gendang telinga Maryam.
"Apaan sih Kak, manggilnya pelan bisa? Gendang telinga gue bisa rusak kalau lo manggil kayak gitu", ucap Maryam.
" Oy.. oy.. Dari tadi gue manggil pelan ya, habis lo bengong jadi gue keras dong manggilnya", ucap Kak Aji
"Masak? Kog gue nggak dengar", ucap Maryam.
"Gimana lo dengar, lha kamu aja bengong nggak jelas", ucap Kak Aji.
"Lagi mikirin apa coba", tanya Kak Aji.
"Emmm.. Tidak Kak", jawab Maryam
"Jawab jujur Maryam, Kakak tahu kalau kamu bohong", ucap Kak Aji.
"Aku tuh Kakak kamu tahu seluk beluk mu, cerita lah. Jangan disembunyikan", lanjut Kak Aji.
"Emm...", ucap Maryam.
"Ini pasti tentang acara mu besok kan?", ucap Kak Aji.
"Iya Kak", ucap Maryam (Dengan wajah bingung).
"Gini ya adikku. Jika kamu bimbang istikharah lah, minta petunjuk sama Allah SWT. Setelah itu pasrahkan lah semuanya kepada Allah SWT", ucap Kak Aji.
"Iya Kak, berulang kali ku istikharah kan. Jawabannya sama", ucap Maryam.
"Sama gimana maksudnya", ucap Kak Aji.
"Iya sama, didalam mimpi itu, didalam jawabannya. Aku berada di sebuah taman, taman itu seperti taman yang ada didekat MTs ku dulu. Dan orangnya itu...", ucap Maryam.
Sebelum menjawab pun ketokan pintu berbunyi. Tok..tok..tok.. (Terdengar suara ketukan pintu).
"Masuk", ucap Maryam.
"Assalamu'alaikum Kak, Kak Aji dipanggil Papa", ucap Shinta.
"wa'alaikumsalam", jawab Kak Aji dan Maryam.
"Disuruh ngapain Dek?", tanya Kak Aji.
"Kakak gimana sih, inikan hari Jum'at, waktu nya jum'atan. Belum menikah aja udah pelupa apalagi udah nikah", jawab Shinta.
"Ya Allah.. Lupa Kakak, ini gara-gara Maryam", ucap Kak Aji sambil lari dari kamar Maryam.
"Udah pelupa, menyalahkan orang sisan", ucap Shinta.
__ADS_1
"Iya, padahal dia yang datang", ucap Maryam.
"Oh ya Shin, nanti habis jum'atan kamu sama Amel ikut Kakak ya", pinta Maryam.
"Haha Kakak emang jum'atan?", tanya Shinta.
"Ya enggaklah Shin, maksudnya jam dimana orang-orang pulang jum'atan", jelas Maryam sambil memijat pelipisnya.
"Haha iya iya Kak, canda tau", ucap Shinta.
"Oh ya Kak, emangnya mau kemana?", tanya Shinta.
"Mas Hafidz minta ketemu", ucap Maryam dengan muka malasnya.
"Ciieee... ngedate", ledek Shinta.
"Shintaaaaa", emosi Maryam.
"Haha maaf Kak, ya udah ya, aku tak siap-siap dulu dan ngasih tahu Amel. Jangan lupa Kaka make up yg cantik", ucap Shinta.
"Buat apa make up, kan Kakak cantik dari lahir", ucap Maryam dengan kepedean nya.
"Uweeeekkk", ucap Shinta.
"Syirik bilang Dek", ledek Maryam.
"Terserah", ucap Shinta sambil berjalan ke arah pintu.
"Iya Kak", ucap Shinta.
dan Maryam berbicara sendiri didepan kaca.
"Aku harus gimana ya, harus ambil langkah apa? Siapkah aku menikah dengan seorang yang tidak kucintai. Apa langkah yang kuambil saat ini benar-benar tepat?".
"Udahlah, demi sahabatku. Mending mandi dulu, masak ketemu orang belum mandi, bauk pula".
Maryam mengambil menyiapkan baju yang nanti dipakai dan mengambil handuk, berjalan menuju kamar mandi. Setelah 15 menit mandi, Maryam berjalan menuju meja rias dan memoles wajahnya dengan make up yang simple dan kelihatan cantiknya natural. Setelah itu memakai Gamis yang udah disiapkan tadi. Setelah itu Maryam menjalankan ibadah sebagai umat Islam, yaitu sholat dhuhur. Iya Maryam lebih suka sholat usai semuanya beres, karena Maryam berfikir. Untuk ketemu orang aja bersih, wangi dan cantik. Masa ketemu sang Pencipta sebaliknya.
Setelah itu Maryam menunggu 2 adiknya tersebut, disambi dengan pegang HP nya. ternyata tadi ada whatsapp masuk dari Dosen Hafidz
📩
Assalamu'alaikum Dek Maryam, jadikan ketemuannya??
Ya kira-kira isi pesannya begitu
dan Maryam pun menjawab isi pesannya
__ADS_1
📩
Wa'alaikumsalam, InsyaAllah Mas. Ini nunggu Adek
Ya kira-kira itulah jawaban Maryam
Setelah nunggu beberapa menit. 2 adiknya mengetuk pintu dan bilang.
"Ayo Kak, kita udah siap", ucap Shinta perwakilan ke-2 adiknya.
Maryam membuka pintu dan menutupnya kembali sambil berkata "dari tadi kakak udah siap, nunggu kalian lama banget".
"Hehe iya maaf", ucap Amel dan Shinta.
Setelah dibawah ketemu Mama dan Papa nya. Dan Papa nya bertanya kepada ketiga putrinya tersebut.
"Mau kemana putri-putri Papa?", tanya Papa Maryam.
"Keluar Pa, Maryam sama adek-adek izin keluar sebentar ya", ucap Maryam.
"Kemana sayang?", tanya Mama Maryam.
"Ketemu sama Dosen Hafidz, tadi Dosen Hafidz minta ketemu", ucap Maryam.
"Tidak sendirian kog Pa Ma, Maryam ajak ke-2 adek ku yang cantik-cantik ini", ucap Maryam.
"Kalau ada maunya bilang cantik", ucap Amel.
"Iya nih", ucap juga Shinta.
"Hehe", cengengesan Maryam.
"Iya, Mama Papa izinin, tapi ingat ya. Kakak dan Hafidz belum mahram", ucap Papa Maryam.
"Dijaga batasannya", imbuh Mama Maryam.
"Shiap laksanakan Ma Pa", ucap Maryam.
"Lagian Kakak juga tahu Ma, tanpa Mama dan Papa beritahu", lanjut Maryam.
"Iya, anak Mama dan Papa kan anak-anak sholih dan sholihah", ucap Mama.
"Aamiinn", ucap Maryam, Shinta dan Amel.
Kemudian mereka bertiga pun mencium telapak tangan sang Mama dan Papa nya. Sambil mengucap salam.
.
__ADS_1
Author datang lagi nih bestie. Maaf beribu maaf baru up. Semoga kalian tidak keberatan ya kalau aku baru up dan semoga kalian tidak bosan. Dan terimakasih sudah setia dengan cerita author.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗