
"Kenapa lo gak cobain fashion aja", saran Maryam.
"Kan fashion lo modeling. Lo ambil job yang model muslimah. Seperti endorse gamis-gamis. Kan bisa disambi ngantor. Atau kamu bilang ke bokap lo kalau fashion lo itu modeling", ucap Maryam.
"Kalau di doble itu butuh badan kuat ya, ya walaupun itu kantor Papi kan gak seenak itu. Ya nanti kucoba buat bilang deh", ucap Indah.
"Gue si udah pernah ikutan model disalah satu pembuatan gamis. Tapi gak terkenal si brand nya", ucap Indah.
"Hah kapan", tanya Meli.
"Waktu libur kuliah, soalnya aku diam-diam. Takut kalo Papi sama Mami gak setuju. Soalnya Papi sama Mami tuh gak mau kuliahnya terganggu", ucap Indah.
"Oh pantesan saat libur kuliah atau weekend jarang ikut kumpul", ucap Salsa.
"Hehe maaf ya", ucap Indah.
"Gak papa, santai aja", ucap Maryam.
"Ini jam berapa ya, kog matahari udah muncul dan silau banget", ucap Meli.
"Hah udah jam setengah tujuh nih", ucap Maryam yang habis melihat jam yang ada ditangannya.
"Gas wat kita kan ada jam pagi", ucap Salsa.
"Yuk kita siap-siap terus ke bawah sarapan dan berangkat", ucap Maryam.
__ADS_1
Semuanya pada bersiap-siap untung sudah pada mandi semua. Ya kebetulan mereka membawa baju dan peralatan kuliah. Ketika semuanya sudah siap mereka turun kebawah untuk sarapan. Akan tetapi diruang makan udah sepi dikarenakan udah pada sarapan dan melakukan kegiatan masing-masing. Maryam dan Sahabat-sahabatnya sarapan pagi dan ketika mau pamitan kepada Mama nya. Tapi tak terlihat. Yang terlihat adalah kakak iparnya, yaitu Mbak Icha.
"Mbak Icha, Mama mana?", tanya Maryam.
"Mama tadi pergi sebentar, katanya mau beli sayuran di gang depan", ucap Mbak Icha.
"Ya udah Mbak, salamin Mama kalau kami berangkat. Soalnya kalo nunggu Mama lama, takut telat", ucap Maryam.
"Iya nanti Mbak salamin", ucap Mbak Icha.
"Ya udah ya Mbak kami pergi dulu, assalamualaikum", ucap Maryam sambil berjabat tangan dengan Mbak Icha dan diikuti oleh Sahabat-sahabatnya. Tak lupa Mbak Icha menjawab salam dari sang adik ipar.
Maryam, Salsa, Mela dan Meli menuju kampus, sedangkan Indah menuju kantor papanya. Sesampainya di kampus. Maryam dan sahabat-sahabatnya bertemu dengan Dosen Zainal. Salsa menyenggol Maryam. Dan Maryam bingung mau ngapain.
"Izinkan aku berbicara dulu dengan Mas Hafidz", ucap Maryam kepada sahabatnya.
"Iya, tenang aja", ucap Maryam.
Seperginya sahabat Maryam. Maryam memulai pembicaraan dengan Dosen Hafidz.
"Assalamualaikum", ucap Maryam.
"Waalaikumsalam", ucap Dosen Hafidz dingin.
"Bisa berbicara sebentar Mas", ucap Maryam yang lupa memanggil pak. Karena ini di kampus.
__ADS_1
"Maaf jangan seenaknya begitu, ini di kampus dan saya adalah dosen anda", ucap Dosen Hafidz.
"Haduh lupa gue", batin Maryam.
"Maaf Pak, lupa, bukan maksud menyepelekan bapak", ucap Maryam.
"Iya. Ada hal apa yang mau anda bicarakan, saya ada jam pagi", ucap Dosen Hafidz dingin.
"Dingin banget, dosen ini nyebelin, bener-bener nyebelin. Sabar Maryam, sabar", batin Maryam.
"Bisa berbicara di situ", ucap Maryam menunjuk bangku yang kosong dan sepi tentunya.
Maryam dan Dosen Hafidz berjalan menuju bangku yang dimaksud Maryam tadi.
"Saya tidak mempunyai banyak waktu, jadi langsung saja ke intinya", ucap Dosen Hafidz.
"Maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak, disini saya cuman mau minta maaf kepada bapak atas kejadian tadi malam. Bukan maksud untuk tidak sopan kepada bapak dan keluarga. Saya akui nada bicara saya tadi malam kurang sopan atau bahkan tidak sopan. Maka dari itu saya minta maaf kepada bapak dan keluarga. Dan minta tolong sampaikan ke keluarga bapak permintaan maaf saya. Saya tidak mau saling membenci dan memutuskan tali silaturahmi kepada sesama agama. Saya mau diantara kita baik-baik saja. Seperti adek dan kakak dan tidak menganggap saya sebagai musuh. Sekali lagi saya minta maaf", ucap Maryam panjang kali lebar kali tinggi.
"Rasa malu dan kecewa masih ada. Dan kamu hanya minta tolong untuk sampaikan ke keluargaku permintaan maaf. Kamu punya etika. Jika kamu benar-benar punya etika, seharusnya kamu datang sendiri ke rumah untuk minta maaf secara langsung ke keluargaku", ucap Dosen Hafidz.
"Baik, saya akan minta maaf secara langsung ke keluargamu", ucap Maryam.
"Kutunggu permintaan maaf mu ke rumah", ucap Dosen Hafidz.
"Oh ya kamu kira kata maaf cukup untuk mengobati luka yang anda buat. Sakit, sangat sakit. Kamu tahu, aku mencintaimu, aku berusaha untuk membuatmu jatuh cinta, berusaha mengasih yang terbaik untuk kamu. Dan ini balasannya", ucap Dosen Hafidz.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗