
Ditempat lain, dimana para sahabat Maryam berkumpul
"Maryam mana coba", ucap Salsa.
"Lama sekali dia", ucap Mela.
"Iya tumben lama", ucap Meli.
"Apa dia menghindar dari kita??", curiga Indah.
"Nggak mungkin, Maryam orang nya bukan begitu", bela Mela.
"Apa jangan-jangan diantara temen kita ada yang cerita, kemudian Maryam menghindar", sidik Indah sambil memandang Salsa.
"Kamu Sal, yang ngasih tau Maryam", tuduh Indah.
"Nggak lah, gue nggak bilang apa-apa sumpah", ucap Salsa.
"Jangan asal nuduh gitu dong In, gue tahu kalau lo itu marah, kecewa. Tapi ya jangan seenaknya nuduh begitu dong", bela Mela terhadap Salsa.
"Iya-iya, maaf. Gue udah nggak sabar dengan jawaban Maryam", ucap Indah.
Ya Indah memang kecewa dengan Maryam, tapi Indah berusaha untuk ikhlas menerima takdir. Takdir bahwa dia tidak berjodoh dengan Zainal.
Ditempat Maryam berada
"Haduh gue lupa, kalau gue udah janjian sama sahabat-sahabat gue", ucap Maryam sambil menepuk jidat.
Kemudian Maryam menge chat di grup sahabat nya. "Gaes maaf, gue nggak bisa hadir. Gue habis jatuh saat mau berangkat kuliah", kira-kira itu pesannya.
Ditempat lain, dimana para sahabat Maryam berkumpul
Meli mendengar bahwa ada pesan masuk dari grup nya. Ya memang nada pesan masuk grup nya diatur beda dengan yang lain. Ya termasuk kategori terspesial.
"Hai guys ini ada pesan dari Maryam di grup, katanya dia nggak bisa datang dikarenakan habis jatuh saat mau kuliah tadi", ucap Meli.
__ADS_1
"Pantesan dia nggak nongol-nongol", ucap Mela.
"Gimana nih", ucap Meli.
"Ya kita kesana, sekalian jenguk", ucap Salsa.
"Gimana In", lanjut Salsa.
"Iya gue setuju", ucap Indah.
"Tapi apa lo mau bahas disitu sekalian", tanya Salsa.
Karena Salsa takut jika bertengkar dirumah Maryam.
"Iya sekalian, gue udah nggak sabar", ucap Indah.
"Tapi jangan sampai kamu bertengkar di sana ya, takut semua penghuni rumah denger", ucap Salsa.
"Santai aja Sal, gue udah besar. Gue juga udah bisa membedakan mana yang terbaik mana yang tidak", ucap Indah.
"Gue salut dengan lo In", puji Mela.
"Lo dewasa sekali", imbuh Meli.
"Gue masih belajar, gue nggak mau dendam, sakit hati dengan orang lain. Apalagi orang lainnya adalah sahabat gue sendiri. Sahabat yang udah lama kita bangun", ucap Indah dengan menitikkan air mata nya karena dia hati nya sakit, kenapa harus sahabatnya yang dipilih oleh sang yang dia suka dan dia impi-impikan selama ini.
Akhirnya mereka berempat berpelukan, saling menguatkan Indah sahabatnya itu. Dia tahu bahwa berat untuk mengikhlaskan orang yang kita cintai dengan orang lain, apalagi orang nya itu sahabatnya sendiri.
Kemudian mereka menuju kerumahnya Maryam. Sesampainya dirumah Maryam mereka mengucapkan salam sambil memencet bel rumah. Dan sang Mama Maryam lah yang membuka kan pintu. Dan dari dalam Mama menjawab salam.
"Silahkan masuk Nak", ucap Mama Maryam.
"Iya Tan, Maryam nya ada?", ucap Salsa.
"Ada, dia dikamar. Dia tadi habis jatuh makanya tidak kuliah", ucap Mama Maryam.
__ADS_1
"Iya Tan, tadi Maryam juga udah ngasih tahu makanya kita kesini ingin menjenguk Maryam", ucap Salsa.
"Iya, sebelumnya terimakasih udah mau menjenguk Maryam", ucap Mama Maryam.
Kemudian Mama Maryam melirik kearah Indah. Mama Maryam tahu jika nanti sang anak akan sedih ketika melihat Indah. Dan membuat Mama nya ikut sedih. Tapi Mamanya berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya dengan sahabat anaknya itu.
"Oh nak Indah, selamat ya atas ta'arufan nya", ucap Mama Maryam.
Indah bingung pasalnya dia tidak mengasih tahu kepada Mama sahabatnya itu. Tapi Indah mengerti paling dari sahabatnya Maryam. Tapi Maryam tidak tahu menahu kalau ta'arufannya dibatalkan. Dan Indah hanya bisa tersenyum saja.
Salsa mengerti jika Indah sudah sedih. Salsa mau menjawab tapi tidak enak dengan Indah. Salsa hanya bisa diam saja, apalagi Mela dan Meli.
"Iya Tante, sebelumnya makasih atas ucapannya. Tapi saya tidak jadi ta'arufan", ucap Indah lesu.
"Lho kenapa In", kepo sang Mama Maryam.
"Karna dia suka dengan seseorang Tan", ucap Indah berusaha tegar.
"Yang sabar ya nak In, rezeki, maut dan jodoh sudah ada yang ngatur", ucap Mama Maryam.
"Ya sudah silahkan ke kamar Maryam, Sudah tahu kan kamar Maryam yang mana?", tanya Mama Maryam, haha hanya memastikan kalau mereka lupa sih.
"Haha iya Tante, sudah hafal banget kamar Maryam", jawab Salsa.
"Mari Tante" ucap Indah mewakili sahabat-sahabatnya.
"Iya Nak", ucap Mama Maryam.
Sesampainya dikamar Maryam. Mereka mengetuk pintu kamar dan mengucapkan salam.
"Maryam", ucap Indah.
.
Indah mau ngapa ya kira-kira.. Marah atau gimana nih... penasaran kelanjutannya?? baca terus ya reader, maaf kalau telat upload.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗