Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Kedatangan Indah (eps 37)


__ADS_3

"Iya gue maafin, dan tolong ya yang serius, jangan debat mulu. Capek gue dengernya", ucap Zainal yang benar-benar capek karena mikirin Maryam ditambah mereka berdua berdebat.


"Iya-iya gue janji, tapi tuh Andi yang mulai duluan. Kalau dia tidak mulai mah gue gak bakal kepancing", ucap Salsa yang membela diri.


"Aku lagi.. Aku lagi yang disalahin, ya udah lah ngalah aja yang waras", ucap Andi yang merasa pasrah.


"Lo pikir gue gak waras hah", ucap Salsa.


"Tuh kan baru beberapa menit, udah kembali berdebat", ucap Zainal.


"Bener-bener ya kalian berjodoh", ucap Meli.


"Aamiinn", ucap Andi yang khusyuk.


"Aamiinn..", ucap Salsa yang kelepasan.


"Nah", ucap Meli.


"Ups.. kepleset lidah gue", ucap Salsa sambil menutup mulutnya.


Dan mereka bertiga hanya tersenyum, termasuk Andi.


Tiba-tiba suara ketukan pintu berbunyi.


"Siapa", tanya Zainal.


"Ini Bibi Den", ucap bibi Zainal.


"Masuk Bik", ucap Zainal.


Masuklah bibi dan bilang kalau diluar ada yang nyariin Zainal. "Maaf Den.. diluar ada yang nyariin Aden", ucap Bibi.


"Siapa Bik", ucap Zainal.


"Siapa atuh den.. Bibi lupa namanya.. emm.. kalau gak salah namanya Indah Den", ucap bibi.


"Oh Indah, suruh kesini aja ya Bik.. dan minta tolong buatkan minuman buat mereka semua", ucap Zainal.


"Sekalian cemilan ya Bik", ucap Andi.

__ADS_1


"Baik Den, Bibi permisi dulu ya", ucap Bibi. Dan bibi keluar dari ruangan Zainal tak lupa menutup pintu kembali.


"Makanan aja yang lo pikirin", ucap Salsa. Lagi dan lagi Salsa memancing keributan.


"Terserah gue dong", ucap Andi.


"Lanjut terus sampai subuh", ucap Zainal.


"Indah kog kesini ya.. bukannya tugasnya ke rumah Maryam ya", ucap Meli yang kebingungan.


"Mungkin urusannya udah selesai", ucap Salsa.


"Gimana ya kira-kira. Berhasil apa tidak ya mereka membujuk Maryam", ucap Meli.


"Ntah nanti kita tanya", ucap Salsa.


"Rencana apa", kepo Andi.


"Kepo amat Lo jadi orang", ucap Salsa.


"Emang kenapa, gak boleh? Mulut-mulut gue kenapa Lo yang sewot", ucap Andi.


Sedangkan Zainal mikir gimana ya rencana besok. Dan tak diduga-duga suara ketukan pintu kembali muncul, ternyata itu adalah Indah dan Mela.


"Assalamualaikum", ucap Indah dan Mela.


"Waalaikumsalam.. Masuk", ucap Zainal tapi semua yang ada disitu juga menjawab salam. Karena menjawab salam adalah wajib. Indah dan Mela masuk kedalam ruangan tersebut.


"Hai guys..", ucap Mela.


"Hai juga", ucap mereka semua.


"Gimana-gimana", ucap Meli yang sedang kepo progressnya.


Sedangkan Indah geleng-geleng dan Mela menaikkan kedua bahunya. Tanda bahwa rencananya gagal. Lebih tepatnya bukan gagal si, kan belum bertemu Maryam. Dan seketika Salsa dan Meli bilang "Yah".


"Kog bisa", tanya Salsa.


"Sebentar-sebentar, emang kalian rencanain apa", ucap Andi. Sebenarnya sama yang mau ditanyain Zainal. Tapi udah terwakilkan oleh Andi. Lalu Indah menjelaskan kalau dia mau menemui Maryam dan membujuk Maryam. " Rencana ku si minta maaf dengan Maryam terlebih dahulu kemudian membujuk Maryam, tapi Maryam tidak ada dirumah. Ia sedang pergi".

__ADS_1


"Pergi kemana", ucap Meli dan itu juga pertanyaan yang mau ditanyakan oleh Zainal, ternyata sudah diwakilkan.


"Nggak tahu kemana ya, yang pasti bersama Pak Hafidz", ucap Indah.


"Calonnya?", tanya Zainal.


"Iya", ucap Indah.


"Tapi kog kamu bilang nya Pak? Apa sudah Bapak-bapak", pertanyaan konyol Zainal.


"Haha", semua nya pada tertawa dengan pertanyaan Zainal.


"Ada yang lucu?", tanya Zainal.


"Kan gue bertanya", imbuh Zainal.


"Lo lucu ya Zainal. Manggil Pak bukan berarti bapak-bapak kali", ucap Salsa masih dengan sisa tertawanya itu.


"Iya", ucap Mela.


"Wajar dong kita panggil Pak, karena kan beliau dosen kita", ucap Salsa.


"Bukan dosenku ya", ucap Indah.


"Iya jelas lah Bambang", ucap Salsa.


"Sebentar-sebentar. Jadi Maryam mau nikah sama dosen?", tanya Zainal.


"Apa dosen itu udah tua? Atau malah udah duda? Atau juga udah menikah dan Maryam jadi istri keduanya", ucap Zainal.


"Heh ngawur lo Zainal. Dosen bukan berarti dia tua ya, bukan berarti duda juga dan bukan berarti udah menikah. Apalagi kamu bilang Maryam jadi Istri keduanya, na'udzubillahi min dzalik", ucap Salsa.


"Ya kan siapa tahu ya. Kan gue gak tahu", ucap Zainal dengan pedenya dan tak merasa bersalah dengan ucapannya itu.


"Ente Sekate-kate", ucap Mela.


.


Hay pembaca setia novel ini. gimana kabar kalian guys. Ku harap si baik-baik saja ya. Walaupun author sedang tidak enak badan si. Tapi tetep disyukuri, karena sakit kan melunturkan dosa-dosa. Kalau gak sakit kan kayak Fir'aun. na'udzubillahi min dzalik

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2