Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Acara Ta'aruf (eps 50)


__ADS_3

Tak disangka malampun tiba. Malam yang dinanti-nanti kan oleh Dosen Hafidz. Tetapi tidak dengan Maryam. Maryam berusaha untuk biasa saja. Walau hatinya entah kemana. Takut, satu kata yang mewakili kegundahan hatinya. Maryam mulai di make up oleh sahabat-sahabatnya. Ya walau make up natural tapi kecantikannya mewakili para artis. Dosen Hafidz telah sampai di rumah Maryam dan acara pun dimulai. Diawali dengan Bismillah serta sambutan kecil-kecilan. Dan sampai acara inti Maryam dipanggil disuruh keluar untuk menemui keluarganya dan keluarga Dosen Hafidz.


"Icha, panggil lah adikmu", ucap Papa Maryam.


"Iya Pa", ucap Mbak Icha.


Mbak Icha berjalan menelusuri tangga menuju kamar Maryam.


"Maryam, udah saatnya kamu kebawah", ucap Mbak Icha.


"Iya Mbak, guys gue bener-bener deg-degan nih", ucap Maryam.


"Takut", ucap Maryam kemudian.


"Percayalah semua akan baik-baik saja", ucap Salsa.


"Iya ortu lo pasti mendukung keputusan lo", ucap Indah karena dia juga udah ngalamin hal tersebut.


"Emang orang tua itu maunya yang terbaik buat anaknya, akan tetapi orang tua juga memikirkan kebahagiaan sang anak, dengan cara mendukung keputusan lo", ucap Mela.


"Tumben bener lo Mela", ucap Salsa.


"Ya gini-gini gue juga ngerti kog Sal", ucap Mela.


"Udah-udah, Maryam tuh udah ditunggu dibawah", ucap Meli.

__ADS_1


"Baca basmalah dulu", ucap Indah sambil menepuk bahunya.


"Bismillahirrahmanirrahim", ucap Maryam


Kemudian berjalan menuruni anak tangga. Didampingi sahabatnya, kanan ada Salsa, kiri ada Indah dan dibelakang ada Mela dan Meli. Sampailah mereka ditempat acara.


"Langsung saja", ucap Abi Dosen Hafidz.


"Kedatangan kami sekeluarga yaitu menta'aruf Maryam dengan Hafidz anak saya", ucap Abi Dosen Hafidz.


"Akan tetapi menurut saya lebih baik untuk melangsungkan kejenjang yang serius yaitu mengkhitbah Maryam untuk anakku Hafidz", ucap Abi Dosen Hafidz.


Deg.. Hati Maryam kaget seketika dengan ucapan Abi Dosen Hafidz, bukan ini yang dia mau. Bukan hanya Maryam yang kaget, akan tetapi seluruh keluarga Maryam dan Sahabat-sahabat Maryam. Sahabat-sahabat Maryam saling menguatkan dengan cara menepuk punggung Maryam.


"Maaf kog begini, pasalnya kan hanya ta'arufan saja", ucap Mama Maryam.


"Iya Ma.. Aku setuju dengan Doni, buat apa menunda hal baik. Hal baik harus disegerakan", ucap Papa Maryam.


"Tapi ini tuh Maryam yang ngejalanin. Jadi tanya Maryam dulu Pah", ucap Mama Maryam.


"Gimana Maryam", ucap Papa Maryam.


"Gimana nih, Ya Allah SWT mudahkanlah urusan hamba, bantu jawab, dan lapangkan hati mereka dengan keputusanku nanti", batin Maryam.


"Maryam", ucap Mama Maryam sambil menyentuh tangannya.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim. Pertama terimakasih untuk niat Mas Hafidz sekeluarga dan kedatangan Mas Hafidz sekeluarga. Sebelumnya saya dan keluarga minta maaf", ucap Maryam yang belum selesai dengan perkataannya dipotong oleh Dosen Hafidz.


"Minta maaf kenapa", ucap Dosen Hafidz.


"Tolong dengarkan dulu ucapanku, setelah semuanya nanti baru kamu nanya. Dan jangan biasakan memotong perkataan orang lain", ucap Maryam yang kesal akan hal itu.


"Maaf", ucap Dosen Hafidz.


"Baik saya ulangi lagi. Pertama terimakasih untuk niat Mas Hafidz sekeluarga dan kedatangan Mas Hafidz sekeluarga. Sebelumnya saya dan keluarga minta maaf. Ini memang niat Papa untuk ta'arufan dan ini juga saya yang minta. Apalagi meminta dipercepat. Ya waktu itu saya terburu-buru, kondisi emosional lagi tidak stabil. Padahal saya sudah pernah istikharah, bukan hanya satu kali, tapi berkali-kali dan jawabannya tetap sama bukan Mas Hafidz. Bukan nya semua itu petunjuk dari Allah SWT, jalur langit tidak bisa diragukan lagi kan?", ucap Maryam.


"Maaf beribu maaf kesannya mempermainkan keluarga Mas Hafidz, dan tolong jangan salahkan semua ini ke keluargaku termasuk Mama dan Papa. Bahkan hal ini mereka semua baru tahu. Sekali lagi saya dan keluarga minta maaf sebesar-besarnya", ucap Maryam kemudian.


"Maksudnya gimana ya", ucap Dosen Hafidz yang seakan-akan ini hanya prank dari Maryam.


"Bukannya penjelasan saya sangat jelas ya", ucap Maryam.


"Ini prank kan Maryam?", ucap Dosen Hafidz.


"Ini beneran gak prank, buat apa ngeprank hal begituan", ucap Maryam.


"Gak, gak bisa. Kemarin-kemarin aja lo minta buru-buru masak setelah hari H, kamu seenaknya begitu", ucap Dosen Hafidz.


"Oh.. jangan-jangan ini alasannya lo nyuruh orang yang datang cuman keluarga inti untuk menyaksikan. Gue jadi paham, agar lo gak malu kan, jika lo membatalkannya", ucap Dosen Hafidz penuh dengan amarahnya karena ia menganggap dipermainkan oleh Maryam.


.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2