Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Interogasi Papa(eps 47)


__ADS_3

"Shinta, Amel, apa bener yang diceritakan oleh Maryam?", ucap Papa.


"Iya Pa", ucap Shinta dan Amel secara bersamaan.


"Baik Papa dan Mama percaya apa yang diomongkan Maryam", ucap Papa.


"Ingat ya nduk kalian bertiga itu cewek. Diluar sana bahaya, apalagi posisinya magrib. Mama tahu kalau kalian jago bela diri, akan tetapi bahaya atau tidaknya kita kan tidak tahu", nasihat Mama.


"Iya Ma, kita minta maaf. Janji gak ngulangin lagi", ucap mereka bertiga secara bergantian.


"Lagian besok kan acara kamu Maryam", ucap Mama.


"Iya Ma", ucap Maryam.


"Kali ini Papa berbaik hati. Karena besok acara Maryam jadi Papa baik hati", ucap Papa dengan senyuman.


"Makasih Papa", ucap mereka bertiga dan memeluk Papa.


"Mama ikutan ah", ucap Mama yang ikut nimbrung pelukan. Dan tak disangka kedua Kakak sekaligus Mbak Ipar dan keponakannya ikut berpelukan. Sweet kan keluarganya.


Adzan Isya' pun berkumandang waktunya seluruh umat Islam melaksanakan ibadah shalat Isya'. Begitupun dengan keluarga Maryam. Begitu mendengar suara adzan keluarga Maryam menjawab apa yang kumandangkan muadzin. Seperti jika muadzin berucap Allahuakbar Allahuakbar, orang-orang yang mendengar menjawab Allahuakbar Allahuakbar, begitupun seterusnya. Kecuali bacaan Hayya 'alashshalaah dan Hayya 'alalfalaah. Itu jawabannya la Haula wala quwwata Illa billahil aliyil adzim. Dan tak lupa dengan berdoa setelah adzan.


"Yuk mari jama'ah", ucap Papa Maryam.


"Iya Pa", ucap semua keluarga.


Semua penghuni pada menuju kekamar masing-masing untuk wudhu. Setelah semuanya wudhu kemudian berkumpul diruang sholat. Dan Kak Bayu lah yang menjadi imamnya. Setelah sholat selesai semuanya menuju meja makan untuk makan malam. Makan malam pun tanpa bercakap-cakap dan berdebat seperti biasanya. Setelah semuanya makan semua pada didalam kamar masing-masing. Termasuk Maryam.

__ADS_1


"Gimana nih besok", ucap Maryam.


"Gak tega", lanjut Maryam.


"Harus gimana besok", ucap Maryam.


"Aku harus nelpon Zain", ucap Maryam.


"Mana ya hp ku", ucap Maryam.


Dert.. dert.. berdering tapi gak diangkat, ntah kemana si pemilik hp tersebut. Berulang kali menelpon tapi gak ada jawaban. Dan Maryam mencoba kembali.


"Mana sih nih anak, lama amat, gak diangkat-angkat", ucap Maryam.


"Akhirnya diangkat juga", ucap Maryam.


📱


Maryam: Waalaikumsalam Zain


Zainal: Ada apa Aulia


Maryam: Aku bingung, takut dan.. Ntahlah


Zainal: Gak usah takut dan bingung. Ikutin sesuai kata hatimu. Lagi pula kan kamu udah sholat istikharah dan ada jawabannya. Dia pasti mengerti.


Maryam: Jika ia tak terima gimana

__ADS_1


Zainal: Dia udah dewasa, seharusnya dia paham akan hal itu. Bukannya dia lebih berpendidikan, seharusnya dia punya attitude dong. Apalagi dia seorang dosen dan hafidz juga.


Maryam: Iya bener yang kamu bilang, tapi jika sikap/perilakunya yang salah jangan dibawa pendidikan, jabatan atau seorang hafidz nya. Tapi itu yang salah sikap/perilakunya. Dan jangan sekali-kali bawa-bawa pendidikan, jabatan atau bahkan seorang hafidz.


Zainal: Ciiee dibela.


Maryam: Bukan begitu maksudnya Zain. Ih kamu mah.


Zainal: Iya-iya paham kog, aku cuman isengin kamu.


Maryam: Tauk ah Zain.


Zainal: Jangan ngambek lah Aulia.


Maryam: Ya udah ya. Aku mau ngerjain tugas dulu. Assalamualaikum.


Zainal: Waalaikumsalam. Semangat!.


📱


Telponannya pun selesai, Maryam sudah lega dan tau apa yang ia lakukan besok. Dan Maryam mulai fokus dengan tugas-tugasnya. Iya seminggu lagi UAS (ujian akhir semester) dan banyak tugas yang udah mulai menumpuk. Malam ini Maryam menyelesaikan satu tugasnya dan masih banyak yang menunggu untuk diselesaikan, akan tetapi mata Maryam mulai mengantuk dan jam udah menunjukkan pukul 24.00 WIB. Jadi Maryam memutuskan untuk tidur. Dan terdengar alarm yang sudah diatur Maryam. Baru sebentar Maryam tidur dan harus bangun lagi. Karena sudah kebiasaan Maryam untuk menunaikan sholat sunah. Maryam bangun untuk sholat tahajud, hajat dan witir. Tak lupa untuk berdoa, menuangkan semua uneg-unegnya ke Allah SWT Maha Pendengar yang sebaik-baiknya pendengar. Dan Maryam ketiduran di atas sajadahnya seperti biasa. Tak disangka-sangka adzan subuh berkumandang. Maryam bangun lagi untuk mengambil air wudhu dan turun kebawah untuk jama'ah bersama keluarganya. Seusai jama'ah semua melakukan tugasnya masing-masing. Sesuai rencana kemarin. Mama, Mbak Icha dan Maryam memasak untuk acara nanti malam. Sedangkan Papa, Kak Aji dan Kak Bayu membersihkan semua ruangan yang ada dirumah. Ya walaupun mereka lelaki tapi mereka bisa untuk diberikan tugas untuk bersih-bersih. Sedangkan Shinta dan Amel mereka sekolah. Diruang dapur pun Mama Maryam bertanya-tanya kepada Maryam.


"Maryam, sahabat-sahabat kamu gak kesini", ucap Mama Maryam.


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗

__ADS_1


__ADS_2