Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Niat papa (eps 20)


__ADS_3

Masih flashback


"Nama itu", batin Dosen Hafidz.


"Iya Pa", jawab Maryam.


Maryam berjalan menuju asal suara. Dan betapa kaget nya disitu ada Dosen nya. Dan tak kalah lagi Hafidz juga kaget. Betapa bahagianya dia mau di ta'arufin dengan orang yang dia suka sejak pertama kali ketemu.


"Kalau jodoh tidak kemana", batin Dosen Hafidz.


"Nak, kenalin dia anak rekan bisnis papa sekaligus teman Papa, nama nya Hafidz Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tempat kuliahmu", ucap Papa Maryam.


"Iya Pa, Maryam udah kenal kog, bahkan tadi pagi baru saja diajar oleh nya", ucap Maryam.


"Iya Om, saya juga udah kenal", imbuh Dosen Hafidz.


"Alhamdulillah kalau udah pada kenal, jadi tidak perlu perkenalan lagi", ucap Papa Maryam.


"Jadi gini Nak, Papa mau menta'arufin kamu dengan Nak Hafidz. Gimana Nak??", tanya Papa Maryam.


Betapa kagetnya Maryam jika sang Papa ingin menta'arufin dia dengan Hafidz. Sang dosen nya itu, ya walaupun terbilang masih muda dan cerdas, tapi Maryam hatinya tetap memilih Zainal. Yang selama ini nama nya disebut di sujud terakhir sholatnya, di sepertiga malamnya. Beda dengan Hafidz yang malah suka dengan rencana ta'arufan Abi dan Papa Maryam.


"Maaf Pa sebelumnya, Maryam tidak bisa", ucap Maryam.


"Coba ta'arufan dulu, kan kalian belum kenal banget. Ntar kalau merasa cocok lanjut ke jenjang serius, kejenjang khitbah", ucap Papa Maryam.


"Ingat pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang", lanjut Papa Maryam.


"Iya Pa Maryam tahu, tapi perasaan nggak boleh dipaksakan kan??? Maryam punya pilihan sendiri Pah, memang dia belum sesukses dan secerdas Pak Hafidz, Tapi dia laki-laki sholih Pah", ucap Maryam.


"Siapa dia Nak, Papa kan pernah bilang, jangan pacaran, jangan mempunyai rasa terlebih dahulu sebelum dia menjadi suamimu", ucap Papa Maryam.

__ADS_1


Hati Hafidz bagaikan ditusuk-tusuk pisau, sangat sakit sekali. "Dia menolak ku", batin DosenHafidz.


"Aku akan tetap berusaha, janur kuning belum melengkung, jadi Maryam tidak punya siapa-siapa", batin Dosen Hafidz lagi.


"Semangat Hafidz", batin Dosen Hafidz menyemangati diri sendiri. (Oke. Tanpa ada yang menyemangati kan menyemangati diri sendiri hehe)


"Iya Pah Maryam tahu, rasa itu tiba-tiba muncul. Hal itu kan wajar pah, Maryam tidak berlebihan dan tidak pacaran kog Pah, hanya sebuah rasa kagum", ucap Maryam.


"Hafidz juga sholih, pikirkanlah Nak sebelum bertindak", ucap Papa Maryam.


"Iya Pah, permisi saya mau ke rumah Indah. Hari ini dia sedang ada acara", ucap Maryam.


"Biar saya antar", tawar Dosen Hafidz.


"Maaf Pak Hafidz, Bapak tidak perlu repot-repot, Maryam bisa sendiri. Assalamualaikum", ucap Maryam. (Sambil bersalaman dengan Mama, Papa Maryam dan Abi Uminya Dosen Hafidz. Kecuali Dosen Hafidz, karena bukan mahram hehe.


Hafidz hanya bisa melihat punggung Maryam yang mulai menjauh dan yang semakin menjauh.


"Iya Om tidak apa-apa", ucap Dosen Hafidz dengan suara lesu.


"Lain kali main ke rumah saya ya Nak", ucap Papa Maryam.


"Iya Om", ucap Dosen Hafidz.


"Jangan panggil Om, panggil saja Papa seperti Maryam manggil saya Papa" ucap Papa Maryam.


"Iya Pa", ucap Dosen Hafidz.


On flashback


Mbak Icha, Shinta dan Amel mendengarkan cerita dengan seksama. Sebelum cerita nya selesai mbak Icha bertanya-tanya dimana letak yang bikin nangis sang adik ipar.

__ADS_1


"Sebentar-sebentar, lalu apa yang buat kamu nangis", tanya Mbak Icha.


"Iya ya dimana alur yang buat Mbak Maryam nangis", ke kepoan Amel.


"Ya elah, cerita gue belum selesai kali Mbak dan Dek", ucap Maryam.


"Hehe ku kira udah selesai", ucap Mbak Icha.


"Makanya dengarkan sampai habis, dan jangan disela dengan pertanyaan mulu"Z ucap Shinta


"Hehe maaf", ucap Mbak Icha dan Amel secara bersamaan.


" Lanjut tidak ini", tanya Maryam.


"Lanjut", ucap mereka serempak.


"Waktu gue datang ke rumah Indah", ucap Maryam yang belum selesai, udah di potong oleh Amel yang super duper nyebelin hehe.


" Emangnya Mbak Maryam ke rumah Mbak Indah ngapain", tanya Amel


"Amelllllll", ucap Mbak Icha dan Shinta.


Maryam hanya geleng-geleng dengan kelakuan Adek nya Amel yang sangat menggemaskan.


"Gini ya Adek Amel yang comel, jadi dirumah Indah itu ada acara ta'arufan", ucap Maryam.


"Lalu", ucap Amel.


.


Apakah Maryam pilih pak Hafidz dosennya itu?? apakah masih memilih yang dipikirkan akhir-akhir ini? menurut kalian Maryam bakal sama siapa?? pasti pada tahu lah, kan judul nya sudah mengarah kan ya. Tapi kan kalian nggak tahu alur nya. Maka dari itu ikuti trus ceritanya

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2