Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Kecelakaan (eps 33)


__ADS_3

Kemudian mereka bertiga pun bersalaman sama Mama dan Papa nya. Sambil mengucap salam


Didalam perjalanan Maryam melamun. Maryam kepikiran tentang dirinya, Dosen Hafidz dan Zainal. Dan tidak disangka-sangka Maryam hampir menabrak orang yang sedang menyebrang.


"Kakakkkkkkkk... Awaaasss", ucap Shinta dan Amel Adik Maryam.


"Aaaaaa...." ucap Maryam. Yang sedang berusaha menginjak rem mobil agar tidak terjadi kecelakaan. Dan alhamdulillahnya tidak kenapa-kenapa. Tidak sampai menabrak nenek yang sedang menyebrang.


"Alhamdulillah", ucap penghuni mobil.


Kemudian mereka bertiga turun dari mobil mengecek kondisi Nenek tersebut.


"Nenek tidak kenapa-kenapa kan? Gimana kondisi Nenek? Nenek ada yang luka? Apa Nek yang luka, biar Maryam bawa ke rumah sakit. Maafkan Maryam Nek", ucap Maryam yang merasa bersalah.


"Nenek tidak apa-apa Cu.. Cuman nenek kaget saja. Tidak perlu dibawa ke rumah sakit ya Cu. Tidak ada luka", ucap Nenek tersebut.


"Beneran Nek? Tidak ada yang sakit? Tidak apa-apa Nek bilang saja", ucap Maryam bertubi-tubi.


"Alhamdulillah tidak apa-apa Nenek", ucap Nenek.


"Alhamdulillah Nek. Sekali lagi maafkan Maryam Nek", ucap Maryam.


"Iya Cu.. Lain kali hati-hati ya, jangan sambil melamun dan jangan bawa semua masalah saat membawa mobil. Bahaya buat kamu dan yang lainnya", nasihat Nenek.


"Iya Nek.. Lain kali Maryam akan hati-hati. Ini Nek sedikit uang untuk Nenek berobat jika terjadi sesuatu nantinya dan sebagai tanda minta maaf Maryam. Bukan maksud gimana-gimana Nek, cuman Maryam merasa bersalah aja dan mohon diterima ya Nek. Semoga bermanfaat", ucap Maryam sambil memberikan beberapa lembar uang.


"Tidak usah Cu.. Nenek tidak mau menerimanya. Karena Nenek benar-benar tidak apa-apa", tolak nenek.


"Mohon jangan ditolak Nek, Maryam ikhlas buat nenek. Ini anggap saja dari Cucu Nenek", ucap Maryam.


"Terimakasih Cu.. Tapi kalau boleh nenek minta air, Nenek masih lemas", ucap Nenek.


"Iya Nek.. Sebentar. Shin minta tolong ambilkan air di mobil", ucap Maryam.


"Iya Kak", ucap Shinta.


Shinta pun berjalan menuju mobil mengambil botol air mineral yang ada di mobil. Maryam selalu sedia air mineral didalam mobil.


"Ini Kak airnya", ucap Shinta.


"Iya Shin, makasih ya udah diambilkan", ucap Maryam.

__ADS_1


"Ini Nek airnya", ucap Maryam.


"Makasih ya Cu..", ucap Nenek.


Kemudian nenek meminum air tersebut dan pamit pergi.


"Nenek pergi dulu ya Cu", ucap Nenek.


"Nenek mau kemana?", ucap Maryam.


"Mau pulang Cu", ucap Nenek.


"Biar saya antar ya Nek", ucap Maryam.


"Tidak usah Cu, nanti merepotkan Cucu", ucap Nenek.


"Tidak merepotkan sama sekali Nek", ucap Maryam.


"Baiklah Cu.. Rumah saya dijalan Sudirman nomor 13", ucap Nenek.


"Mari Nek", ucap Maryam.


"Tapi Kak, Kakak kan mau ketemu sama Mas Hafidz", ucap Amel.


"Tidak usah Cu, kalau Cucu ada hal penting", ucap Nenek.


"Tidak terlalu penting Nek, hal tersebut bisa nanti setelah mengantar Nenek", ucap Maryam.


"Terimakasih ya Cu", ucap Nenek.


"Iya Nek", ucap Maryam.


Mereka semua naik mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah nenek. Sesampainya rumah nenek nenek bilang terimakasih kesekian kalinya.


"Sekali lagi terimakasih ya Cu", ucap Nenek.


"Ya ampun Nek. Nenek terlalu banyak bilang makasih", ucap Maryam.


"Maryam pamit dulu ya Nek, Assalamualaikum", ucap Maryam.


"Waalaikumsalam", jawab nenek.

__ADS_1


Kemudian Maryam dan kedua adiknya pergi menuju kafe dimana mereka bertemu Dosen Hafidz.


Disisi lain, dimana Dosen Hafidz berada


"Maryam mana kog belum datang-datang ya, apa kenapa-napa, atau gak jadi ketemu. Tapi kenapa tidak menghubungi dahulu dan kenapa juga dihubungi tidak diangkat-angkat", gerutu Dosen Hafidz.


Hampir kurang lebih sejam Maryam dan adik-adiknya muncul. Dan langsung meminta maaf kepada Dosen Hafidz yang telah menunggu ia lama.


"Assalamualaikum Mas Hafidz, maaf ya Maryam baru datang. Tadi ada yang urgent", ucap Maryam.


"Waalaikumsalam, iya. Kamu kemana tadi?, Kamu kenapa?, Hal urgent apa? Kamu gak papa-papa kan?", pertanyaan tubi-tubi Dosen Hafidz.


"Uluh-uluh ada yang khawatir banget nih", ucap Shinta.


"Khawatir banget sama Kakak", ucap Amel.


"Hus apaan si Dek", ucap Maryam.


"Apa aku boleh duduk terlebih dahulu?", ucap Maryam.


"Silahkan", ucap Dosen Hafidz.


"Oh ya mau pesan apa?", lanjut Dosen Hafidz.


"Samain aja sama Mas Hafidz", ucap Maryam.


"Oke. Shinta Amel kamu pesan apa?", tanya Dosen Hafidz kepada kedua adik Maryam.


"Emm... Apa ya Mas", ucap Amel sambil melihat-lihat isi menu cafe tersebut.


"Ah jadi bingung", ucap Amel.


"Aku samain aja sama Kak Maryam", ucap Shinta yang tidak mau ribet.


Sedangkan Amel masih membolak-balik buku menu tersebut. Kemudian Maryam menyenggol siku adiknya.


"Buruan napa Dek, jangan terlalu memilih. Nanti bingung", ucap Maryam.


"Iya-iya Kak, kayak Kak Maryam yang bingung milih siapa kan?", ucap Amel.


.

__ADS_1


Author hadir lagi ya bestie. InsyaAllah kali ini Autor akan up terus. Bismillah bisa. Author butuh semangat nih. Bantu dong. Caranya gampang sekali kog.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2