Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Taaruf Zainal (eps 8)


__ADS_3

"Ya Allah Nak, semoga kamu tidak memberontak keinginan Abi, dan menuruti semua keinginan Abi, kamu tau kan nak keinginan Abi tuh harus dituruti", batin umi (Sambil memandang punggung Zainal).


Zainal memenuhi Abi diruang kerja Abi.


Tok tok tok (Zainal mengetuk pintu).


"Masuk Nak", ucap Abi.


"Assalamualaikum Bi", salam Zainal.


"Waalaikumsalam Nak", ucap Abi.


"Sini Nak, Abi mau bicara", lanjut Abi.


"Iya Bi, bicara apa?", ucap Zainal (Sambil berjalan kearah Abi duduk).


Dan tibalah Umi dari arah pintu dan menutup pintu kembali.


"Gini Nak, kamu kan udah wisuda ya, dan udah bisa cari nafkah, jadi niat Abi kamu ku ta'aruf sama anak teman Abi, dia juga wisuda hari ini dan sekampus sama kamu, dia sholihah, cocok buat kamu, istri idaman, dan insya Allah jadi istri sholihah", ucap Abi.


"Maaf Bi sebelumnya, bukannya Zainal menolak keinginan Abi, Zainal ini masih muda Bi, Zainal masih memantaskan diri dulu", ucap Zainal.


"Nikah muda kan bisa Nak, kalau memantaskan diri menurut Abi kamu udah baik, kalau menikah kan bisa saling mengingatkan jika salah, saling memantaskan, saling memperbaiki diri dan saling berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Paham kan Nak", ucap Abi.


" Paham bi, tetapi Zainal belum kenal bi!!" ucap Zainal.


"Kamu kan tahu Nak, kalau taaruf itu kan perkenalan, saling mengenal satu sama lain, saling terbuka, jadi kan kalau kamu belum kenal kan nanti juga akan kenal", ucap Abi.


"Ketemu orangnya dulu ya Nak, jika kamu merasa tidak cocok kamu bilang aja, tapi harap Abi sih kamu cocok Nak", ucap Abi.


" Zainal tidak mau Bi", ucap Abi.


"Pokok nya keinginan Abi tidak boleh ditolak!! Titik!", ucap Abi (Penuh penekanan).


" Baik Bi, tapi jika Zainal sudah melihatnya tidak mau jangan dipaksa ya", ucap Zainal.


Zainal langsung pergi dari ruangan tersebut dan pergi dari rumah menuju ke cafe tempatnya dia nongkrong. Dan menghubungi Andi untuk menemani dia.


"Umi kan bilang bi, jangan dipaksa, tuh kan dia pergi". ucap umi


" Biarin mi, biar dia berfikir dengan tenang" ucap abi


"Abi ini keras kepala banget sih". (sambil pergi meninggalkan abi).

__ADS_1


Sesampainya Zainal di cafe, Zainal menunggu kedatangan sahabatnya sekaligus asisten pekerjaan nya di kantor, siapa lagi kalau Andi. Sesampainya Andi di cafe, Andi melihat Zainal sedang melamun. Dan Andi menegurnya.


"Melamun aja bro", ucap Andi (Sambil menepuk pundak Zainal).


"Iya bro, ada masalah gue", ucap Zainal.


" Ceritain lah, siapa tau gue punya solusi", ucap Andi.


"Lo emang sahabat terbaik gue dari kecil", ucap Zainal.


Zainal menceritakan semua yang dibicarakan oleh Abi nya, masalah taaruf dengan anak teman Abi.


"Oh gitu ceritanya, padahal kamu masih muda ya kan Zain", ucap Andi.


" Iya, tadi gue juga udah bilang gitu ke Abi, tapi Abi nggak mau tau, tau sendiri kan, keinginan Abi tuh harus dipenuhi", ucap Zainal.


"Gimana dengan Maryam", ucap Andi.


Iya, Andi tau hubungan Zainal dengan Maryam dulu dan sekarang juga tau bahwa Zainal masih menyukai dia.


" Iya itu masalah nya ndi", ucap Zainal.


"Gue nggak bisa nolak permintaan abi ndi", lanjut Zainal.


" Lo kog jadi marah ke gue Zain, aneh kali", ucap Andi.


"Hehe maaf, gue kebawa emosi", ucap Zainal.


"Tapi nolaknya yang baik-baik ya, jangan sampai menyakiti hati cewek itu", ucap Andi.


" Iya bro, kalau gue nggak ditekan Abi", ucap Zainal.


"Yuk makan yuk, gue lapar nih. dan lo harus traktir gue", ucap Andi.


"Makanan mulu yang lo pikirin, iya-iya gue traktir", ucap Zainal.


"Itu kebutuhan bro", jawab Andi.


"Sesukamu lah bro", ucap Zainal.


Zainal manggil mbak-mbak pelayan cafe, lalu memesan makanan dan minuman setelah itu masih mengobrol dengan Andi sampai larut malam.


Disisi lain Umi dan Abi menunggu Zainal.

__ADS_1


"Tuh kan Bi, Abi sih paksa dia. Dia tidak pulang-pulang kan", ucap Umi.


"Dia udah dewasa Mi, jadi dia udah tau yang mana yang baik", ucap Abi.


"Tetep aja Umi khawatir Bi", kekhawatiran Umi.


Beberapa menit kemudian Zainal pulang.


"Tuh anaknya", ucap Abi.


"Nak, dari mana aja, kog sampai jam segini baru pulang, Umi khawatir tau", ucap Umi.


" Maaf Umi, Zainal cari angin", ucap Zainal.


"Sama siapa Nak", tanya Umi.


"Biasa Mi sama Andi", jawab Zainal.


"Alhamdulillah kalau sama Andi", ucap Umi.


"Nak besok acara ta'aruf kamu dengan dia", ucap Abi.


"Apa Bi, cepat banget. Tidak besok juga Bi", ucap Zainal (Dengan ekspresi keterkejutannya).


"Lebih cepat lebih baik Jak, besok kamu harus pulang cepat ya, jangan kayak biasa nya", ucap Abi.


"Iya Bi", (Sambil pergi dari hadapan Abi dan Umi nya).


"Mau kemana Nak, Abi belum bahas semuanya, tentang apa yang harus Abi bawa", ucap Abi.


"Bahas sama Umi aja Bi, Zain capek, mau istirahat", ucap Zainal.


"Umi udah bilang berapa kali Bi, jangan ditekan Zainal, tuh kan anak nya jadi begitu", ucap Umi.


" Udah lah Mi, jangan bela Zainal Mi, seharusnya Umi tuh nurut sama Abi, selalu mendukung Abi, jangan kayak gini. Istri tuh surganya di suami lho Mi", ucap Abi.


"Umi tahu Bi, tapi tidak gitu juga", ucap Umi dan meninggalkan Abi.


" Anak sama Umi nya sama-sama aja", ucap Abi.


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗

__ADS_1


__ADS_2