Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Hari Yang Menyakitkan (eps 15)


__ADS_3

Prov Zainal


Termenung di balkon adalah hobi Zainal sejak kemarin, mendengar kata taaruf yang tidak dia kehendaki adalah bencana baginya.


"Ya Allah, kenapa bukan Maryam lah jodohku", ucap Zainal. (Sambil menatap langit).


Tok tok tok ketukan pintu Zainal terdengar jelas.


"Masuk", ucap Zainal.


"Kamu di sini sayang", ucap Umi.


"Iya Mi", ucap Zainal.


"Kenapa Nak??", tanya Umi.


"Zainal tidak suka Mi, Zainal udah memiliki wanita idaman Mi, wanita yang selalu ku sebut dalam doa ku, dalam sepertiga malam ku dan dalam sujud terakhirku dalam sholat", ucap Zainal.


"Siapa Nak, dia sholihah?", tanya Umi.


"Namanya Maryam Mi, dia sangat sholihah", ucap Zainal.


"Temen kuliahmu??", tanya Umi.


"Bukan Mi, temen MTs ku dulu, pacarku dulu. Dia yang selalu merubahku menjadi lebih baik lagi. Selalu mengingatkanku, bahkan dia meminta putus dengan ku karna dia tidak mau dosa Mi. Karna dia tahu pacaran itu tidak di perbolehkan dalam Islam. Maka dia meminta putus, dia menangis Mi saat meminta putus. Nangis bukan karna kehilangan Mi, tapi karna dia udah melakukan dosa yaitu pacaran dengan ku Mi. Awalnya aku nggak mau Mi, nggak mau putus dengannya. Tapi dengan keyakinannya, akhirnya aku mau Mi. Dengan ikhlas melepaskannya, tapi tau mi.. Rasa itu masih ada sampai sekarang. Bahkan pas wisuda kemaren tak sengaja tabrakan dengan dia. Dia masih sama mi, sholihah. Dia tak pernah memandangku, cukup sekilas, itu aja diawal pertemuan. Tolong Mi, batalin ini", ucap Zainal panjang kali lebar kali tinggi😁.


"Umi tau Nak, tapi kamu tau kan Abi mu itu keras kepala", ucap Umi.


"Lalu bagaimana Mi?", ucap Zainal.


"Coba nanti, jika kamu bener-bener tidak suka, maka kamu berhak menolaknya", ucap Umi.

__ADS_1


"Umi mendukung semua keputusanmu Nak", lanjut Umi.


"Terimakasih Umi, yang selalu menenangkan ku", ucap Zainal.


"Iya Nak sama-sama, Umi ke depan dulu ya menyiapkan, jangan lupa mandi terus kebawah", ucap Umi.


"Iya Mi", ucap Zainal.


"Ya Allah Nak, Umi tau kesungguhanmu dengan wanita itu, semoga kamu berjodoh dengannya dan tidak dengan pilihan Abi mu", batin Umi.


"Assalamualaikum Nak", salam Umi sambil keluar kamar.


"Waalaikumsalam", jawab Zainal.


Beberapa jam kemudian menunjukkan pukul 18.00, Zainal udah siap. Keluarga Zainal menuju ke rumah orang yang mau di ta'aruf in Zainal. Sesampainya Zainal sudah ada keluarga dari wanita. Tapi tidak dengan wanitanya, wanitanya masih di make over. Dan tibalah wanita itu dari tangga. Semua menatap wanita itu. Kecuali Zainal, karna Zainal tak pernah suka dengan nya dan tidak setuju semua ini. Tapi wanita nya kaget bukan main. Bukan cuma wanita nya yang kaget ternyata sahabat dari wanitanya juga kaget. Sesosok itu tak lagi adalah Zainal. Indah sahabat-sahabatnya adalah Salsa, Meli dan Mela. Paling shock adalah Salsa dan Meli. Karna mengetahui kalau Maryam juga suka Zainal. Dan Salsa malah mengajak Meli pergi.


"Mau kemana kalian", tanya Mela.


"Sendiri ngapa, masak aku yang gandeng Indah sendirian", ucap Mela.


"Nggak papa lah, aku kan takut", alasan Salsa.


"Ya udah deh, aku sendirian", ucap Mela.


Sesampainya di Toilet, Salsa sama Meli bingung.


"Gimana ini", ucap Meli.


"Iya, gue juga nggak tau", ucap Salsa.


"Masak kita kasih tahu Maryam, gimana hati nya nanti", ucap Meli.

__ADS_1


"Jangan-jangan, gue nggak mau Maryam sakit hati", ucap Salsa.


"Kalau dikasih tau nanti, saat pernikahan itu malah lebih sakit tauk", ucap Meli.


"Lalu gimana?", ucap Salsa.


"Atau kasih tau dengan cerita, siapa tau hanya cerita nggak sesakit bila menyaksikannya", ucap Meli.


" Iya bener kamu Mel", ucap Salsa.


"Sekarang kita telfon Maryam untuk jangan kesini. Kan kata nya dia mau nyusul walaupun terlambat", ucap Meli.


Salsa menelfon Maryam, tapi tidak tersambung.


"Gimana nih hp nya dia pasti lowbat", ucap Salsa.


"Ya udah deh, kita di situ aja ikut gabung, nanti malah kita di cari-cari", pasrah Meli.


Salsa dan Meli ikut gabung dengan semuanya.


"Kedatangan kami di sini mau men ta'arufin anak saya dengan Indah anak kamu", ucap Abi Zainal dengan Papi Indah.


Seketika Zainal kaget, kalau Abi memanggil nama Indah, dan Zainal mendongak kearah Indah. Betapa shock nya Zainal bahwa dia adalah sahabat Maryam, dan di situ ada sahabat-sahabat Maryam lainnya. Seketika Zainal clingak-clinguk mencari sosok Maryam, tapi nihil tidak di temukan.


"Tapi saya mau tanya ke anak kamu dulu, gimana nak Zainal, kamu mau dengan anak aku?", tanya Papi Indah


.


Apakah jawaban Zainal?? Zainal akan milih Maryam atau Indah?? penasaran kelanjutannya?? ikuti lah cerita ini.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗

__ADS_1


__ADS_2