
" Kamu masih suka dia?", tanya Salsa.
"Gak tau Sa, pas ketemu tadi rasanya sama pas waktu dulu", jawab Maryam.
"Jangan bilang lo masih suka", sidik Salsa.
" Waktu dulu pas nggak pernah ketemu, nggak pernah mikir dia, pokoknya tuh gua udah lupa dan rasa itu hilang", ucap Maryam.
" Jangan-jangan rasa lo tumbuh lagi", ucap Salsa.
"Entah ya Sal", ucap Maryam.
"Udah yuk kita susul yang lain, kasian dia udah menunggu lama", lanjut Maryam.
" Iya ayuk", ucap Salsa.
Sesampainya di mobil semua pada nanyain.
"Dari mana aja lo", ucap Indah.
" Iya lama amat", ucap Mela.
"Sampai jamuran nih", ucap Meli.
Maryam dan Salsa berfikir sejenak, mencari alasan. Dan hanya em em em doang. Seketika Maryam lah yang jawab.
" Biasa dari toilet, kebelet tadi, makanya cari toilet", alasan Maryam.
"Emang lo tahu toilet disini", curiga Indah.
"Tahu lah, punya mulut buat apa, kalo bukan buat nanya", bela Salsa.
" Iya sih, udah ayok ah, kita jalan", ucap Indah.
Sesampainya di cafe, memesan makanan dan minuman, setelah berapa menit kemudian pelayan pun mengantarkan pesanan. Setelah makan ya ada perbincangan-perbincangan, ketawa-ketawa, ejek-ejekan dan lain sebagainya.
Sampai tidak sabar bahwa ada sepasang mata yang menyorot ke Maryam, yang dari tadi melihat Maryam, ingin nyamperin tapi takut itulah dia, siapa lagi kalo bukan Zainal, masa lalu Maryam.
Setelah selesai semuanya Maryam dan sahabat-sahabatnya pulang ke rumah masing-masing. Ya diantarkan Mela dan Meli karna yang bawa mobil dia. Sesampainya dirumah Maryam langsung dikamar. Tak lupa mengucapkan salam. Dan tidak ada orang dirumah. Semua pada pergi, papa sama kakak-kakak kerja, mama sama mbak ipar pergi arisan, dan adik-adik dikamar, biasalah anak itu tidak pernah keluar kamar. Sesampainya Maryam dikamar. Maryam ingat kejadian waktu tadi, saat bertemu Zainal. Maryam ingin cerita ke mbak Icha atau ke Shinta atau juga kak Aji. Maryam ingat kalo Shinta ada dirumah. Maryam menuju dikamar Shinta. Maryam mengetuk pintu.
"Tok tok", (Anggap aja suaranya pintu ya😊).
__ADS_1
"Ada apa Kak, tumben kesini", ucap Shinta.
" Kakak pengen cerita Dek Shin", jawab Maryam.
"Iya silahkan masuk, disitu aja ya?", ucap Shinta (Sambil menunjuk balkon).
" Iya", ucap Maryam (Sambil berjalan menuju balkon).
"Gini Dek Shin, tadi Kakak ketemu sama Zainal", ucap Maryam.
" Zainal mantan lo Kak?", tanya Shinta.
"Iya dek", ucap Maryam.
" Langsung gimana Kak", (Sambil menggeser kursi agar lebih dekat dengan Maryam).
Maryam menceritakan dari tabrakan sampai percakapan, tanpa terlewatkan satu pun. Dan sampai hati nya berdenyut kembali saat ketemu Zainal.
"Kalau begitu kak, kamu itu CLBK Kak, cinta lama bersemi kembali, haha🤣🤣 atau cinta lama belum kelar", ucap Shinta.
"Nggak, nggak.. Seharusnya perasaan ini nggak muncul Dek, aku nggak mau kalau perasaan ini tumbuh-tumbuh dan tumbuh, cukup biasa kalau tidak ya tidak sama sekali Dek", ucap Maryam.
" Kenapa Kak?? Apa alasan lo nggak mau punya rasa sama dia", tanya Shinta.
" Suruh nikahin aja kak", ucap Shinta.
"Enak aja dek kalo lo ngomong" ucap Maryam.
" Hehe", ucap Shinta.
"Sholat istikharah Kak, minta petunjuk Allah", lanjut Shinta.
" Iya bener kamu Dek". ucap Maryam.
Setelah itu adzan ashar pun tiba, Shinta dan Amel melaksanakan sholat. Dikarenakan kakak nya Maryam halangan, jadi tidak sholat. Maryam bersih-bersih rumah mulai dari halaman sampai belakang. Tak lupa dibantu sang adik-adik setelah selesai sholat. Iya dirumah tidak ada pembantu. Kalau pagi yang bersih-bersih sang kakak ipar dan mama, Maryam bantu-bantu kalau tidak aja jam pagi dan libur, Shinta dan Amel bantu-bantu kalau libur saja. Tapi bagian sore emang mereka bertiga, kalau Maryam aja jam sore ya dibantu kakak ipar.
Prov Zainal
Zainal setelah sampai dirumah. Langsung pergi ke kamar.
"Mi, Zainal dimana?", tanya Abi.
__ADS_1
"Dikamar Bi", jawab Umi.
" Minta tolong panggilin Zainal Mi", ucap Abi.
"Mau ngapain Bi, kayak nya penting", ucap Umi.
"Mau bahas yang menta'aruf Zainal dengan anak teman Abi", kata Abi.
" Bi, Zainal tuh baru wisuda, biarkan dulu sampek 1 atau 2 tahun gitu", ucap Umi.
"Dia tuh masih muda Bi", lanjut Umi.
" Maka dari itu Mi, biar dia tidak zina", kata Abi.
"Abi nih gimana sih, Abi kan tau Zainal, Zainal ini orang nya tidak kayak gitu Bi, Zainal anak baik-baik Bi", ucap Umi.
" Abi tau Mi, kalau Zainal tuh anak baik-baik tapi Zainal harus nikah muda Mi", ucap Abi.
"Tolong jangan bantah Abi Mi", lanjut Abi.
" Lagian pula kan hanya taaruf, jika Zainal tidak suka ya tidak jadi Mi, itu semua tergantung Zainal", lanjut Abi.
"Iya terserah abi", ucap Umi (Sambil berjalan menyelusuri anak tangga menuju kamar Zainal).
Tok tok tok.. (Umi mengetuk pintu).
" Masuk Mi, nggak di kunci kog", ucap Zainal.
"Assalamualaikum Zain", salam Umi.
" Waalaikumsalam Mi", jawab Zainal.
"Ada apa Mi", lanjut Zainal.
" Diminta Abi turun, menemui Abi", ucap Umi.
"Iya Mi", ucap Zainal.
"Ya Allah Nak, semoga kamu tidak memberontak keinginan Abi, dan menuruti semua keinginan Abi, kamu tau kan nak keinginan Abi tuh harus dituruti", batin Umi. (Sambil memandang punggung Zainal).
.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗