
Deg
Lagi dan lagi jantung Maryam berhenti sejenak. Dan Maryam mencerna setiap kata demi kata yang diucapkan Zainal.
"Ntah rasa senang atau sedih yang gue rasakan, gue senang orang yang selama ini ku sebut nama nya di setiap pintaku, sujud terakhir sholat ku dan bahkan di sepertiga malamku menyatakan niatnya. Dan sedih karena harus merelakan Zainal dengan Indah. Sahabatku sendiri, yang juga mencintai Zainal. Ya tuhan bagaimana ini? Aku nggak mau Indah sedih. Baiklah keputusanku udah bulat untuk menerima ta'arufan Dosen Hafidz", batin Maryam.
"Tapi maaf saya tidak bisa menerimanya, karena saya lusa akan taaruf dengan Mas Hafidz", ucap Maryam.
"Siapa laki-laki itu? Sejak kapan kenal? Apa kamu mencintainya?", ucap Zainal.
"Maaf, nggak seharusnya kamu tahu perasaanku", ucap Maryam.
"Aku jelas-jelas mencintaimu Zainal. Tapi ada hati yang harus dijaga. Karena lebih baik, aku tersakiti dari pada Indah. Karena Indah sahabatku. Dia berhak bahagia. Bahagianya dia yaitu bersamamu. Dan perasaan ini hanyalah aku dan Allah saja yang tahu", batin Maryam.
"Aulia jawab jujur, tatap mataku bilang kalau kamu bohong", ucap Zainal.
"Maaf, saya harus pulang. Assalamualaikum", ucap Maryam.
"Waalaikumsalam", jawab Zainal.
"Kenapa kamu nggak jawab Aulia, kenapa? Malah kamu lari dari pertanyaan itu. Aku yakin kamu masih mencintaiku", ucap Zainal dengan berbicara sendirian.
Kemudian Zainal pergi dari tempat itu.
Dibalik itu ternyata ada Indah yang mendengar semua percakapan antara Maryam dengan Zainal. Dan Indah yakin bahwa Maryam masih ada rasa dengan Zainal. Dan Indah heran mengapa Maryam harus mengalah dengan dirinya, melepaskan orang yang dicinta untuk sahabatnya, yang jelas-jelas tadi menyalahkan Maryam kalau semua ini adalah penyebab Maryam. Padahal ini yang jadi penghalang adalah dirinya.
"Terbuat apa hati kamu Maryam?", ucap Indah.
"Aku harus bantu mereka, mereka berhak bersatu", ucap Indah.
Disisi lain dimana Maryam berada (didalam grab mobil)
"Tuhan, akankah pilihanku kali ini benar dan tepat?", ucap Maryam dengan keraguannya.
Kemudian Maryam mengambil hp nya untuk menghubungi Dosen Hafidz.
📲
Dosen Hafidz: Assalamualaikum Maryam
Maryam: Waalaikumsalam Pak
Dosen Hafidz: Maaf, bisakah memanggil saya dengan sebutan nama saja
__ADS_1
Maryam: sebelumnya maaf Pak, Bapak lebih tua dari saya. Jadi sudah seharusnya saya menghormati Bapak. Dengan memanggil Bapak dengan sebutan Pak. Lagi pula Bapak Dosen saya.
Dosen Hafidz: Ya sudah panggil Kak, Mas atau apalah yang penting jangan Pak. Kalau di kampus baru panggil Pak.
Maryam: Baiklah Pak, eh maaf Mas.
Dosen Hafidz: Oh iya, ngomong-ngomong kamu mau bicara apa ya.
Maryam: oh iya, gini Mas. Mas bisa lusa datang ke rumah untuk taaruf. Maaf kesannya saya buru-buru. Tapi bukankah lebih cepat lebih baik
Dosen Hafidz: Sangat bisa. Baik lusa saya akan ke rumahmu bersama keluargaku.
📲
Prov Dosen Hafidz
"Aku nggak tahu kenapa kamu ingin cepat, tapi aku senang. Aku akan kasih kabar ke keluarga", ucap Dosen Hafidz.
Prov Maryam
"Assalamualaikum", ucap Maryam dengan wajah tidak semangat.
"Waalaikumsalam", ucap semua penghuni yang kebetulan sudah pulang dari pekerjaannya.
"Tidak kenapa-napa Mas", ucap Maryam.
"Oh ya Ma Pa, lusa Mas Hafidz mau datang kesini", ucap Maryam.
"Ciee Mas Hafidz", ledek Shinta.
"Apaan sih Dek", ucap Maryam.
"Iya, besok kita ke pasar untuk belanja", ucap Mama Maryam.
"Berdua saja Ma", tanya Maryam.
"Ya kita bagi tugas lah", ucap Mama Maryam.
"Tapi besok kan kita Sekolah Ma", ucap Shinta.
"Emang besok hari apa?", tanya Mama Maryam.
"Jumat", ucap Shinta.
__ADS_1
"Ya udah besok Mama dan Mbak Icha yang ke pasar", ucap Mama.
"Berhubung acaranya Sabtu malam Ahad, dan semua nya Sabtu pada libur, ya kecuali Shinta dan Amel sih, tapi semua ada tugas", ucap Mama Maryam.
"Shiap Ma", ucap Amel.
"Tapi Ma, aku kan cowok", ucap Mas Bayu.
"Iya tetap ada tugas masing-masing, ingat ya dirumah tidak ada asisten rumah tangga, jadi semua harus dikerjain sendiri", ucap Mama Maryam.
"Kan Bayu udah bilang Ma, Bayu akan ambil asisten rumah tangga, biar Bayu yang gaji", ucap Bayu.
"Iya biar Aji bantu gaji Ma", ucap Aji.
"Tidak perlu, Mama udah bilang selagi kita bisa jangan mengandalkan orang lain", ucap Mama Maryam.
"Iya Ma" ucap Bayu dan Aji.
"Untuk Mama dan Icha masak, untuk Aji mengantarkan Mama ke pasar, untuk Papa, Maryam dan Bayu yang membersihkan rumah, berhubung Shinta dan Amel sekolah, jadi Shinta yang make over Maryam, dan untuk Amel ikut bantu Mama di dapur", ucap Mama Maryam.
"Shiap Ma" ucap serempak semua keluarga Adijaya.
Berhubung semua penghuni sudah mandi dan Maryam lah yang belum mandi. Jadi Maryam mengundurkan diri untuk mandi. Setelah mandi Maryam kembali kumpul dengan keluarganya.
Ditempat Indah berada
"Gue harus bicara sama Maryam, sebelum Maryam ta'arufan dengan Dosen Hafidz", ucap Indah.
"Tapi kalau gue sendiri mana cukup waktunya", ucap Indah kemudian.
Kemudian Indah mengambil kunci mobil untuk menjemput Salsa.
Tok.. tok.. tok
" Iya sebentar", ucap Salsa yang menuju ke pintu.
"Eh Indah, ada apa In", ucap Salsa.
.
Author datang lagi nih. Semoga kalian suka ya dengan cerita author. Maaf kalau author jarang upload.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗
__ADS_1