Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Zainal Insecure (eps 38)


__ADS_3

"Ente Sekate-kate", ucap Mela.


"Asal kamu tahu ya Pak Hafidz itu umurnya 24 tahun, beliau lulusan S2 di Kairo, beliau juga Hafidz sesuai dengan namanya", penjelasan Meli.


"Kog kamu tahu semuanya Mel. Jangan-jangan", sidik Salsa.


"Jangan apa? Jangan kunci, jangan gori atau jangan apa nih", ucap Meli.


"Sukanya mengejek saja kamu Sal, kemaren pas mata kuliahnya beliau kan ada perkenalan terlebih dahulu kan. Apa jangan-jangan lo ngorok ya", imbuh Meli.


"Kamu ya Mel, buat emosi saja", ucap Salsa.


"Kan lo yang mulai duluan", ucap Meli.


"Tuh kan biang masalahnya tuh Salsa dari tadi", ucap Andi.


"Eh kamu juga ikut-ikut. Kan aku mau ngeledek Meli. Jangan su'udhzon dong", ucap Salsa.


"Udahlah kalian stop", ucap Indah.


"Kembali ke topik", ucap Mela.


"Oh jadi begitu.. Gue merasa insecure nih. Eh-eh bukan Zainal nih kalo insecure. Gue gak jadi insecure, gue tetep nomor 1 dan pasti tak terkalahkan. Ya walau ia seorang hafidz si. Tapi tetep gue pemenangnya", ucap Zainal dengan kepedeannya alias melangitkan dirinya sendiri.


"Terserah elo Zainal", ucap Salsa sambil memijat pelipisnya.


Dan Indah hanya geleng-geleng lihat kelakuan orang yang disukainya yang mau otw move on alias mengikhlaskannya.


"Eh btw kembali ke topik dong", ucap Andi yang penasaran. Padahal kan udah dijawab kalau tidak bertemu dengan Maryam.


"Ke topik yang mana ya bapak Andi", ejek Salsa.


"Kan udah dikasih tahu kalau mereka berdua tidak bertemu dengan Maryam", lanjut Salsa.


"Oh iya lupa gue", ucap Andi sambil menepuk jidat.


"Jadi langkah selanjutnya kita mau ngapain ya", ucap Meli.


"Seperti yang kita bahas tadi", ucap Salsa.


"Kan kita gak tau", ucap Indah sambil menunjuk dirinya dan Mela.

__ADS_1


"Oh iya ya, kan kalian belum tahu. ya udah biar gue jelasin", ucap Salsa.


"Gini si, rencananya itu kita pertemukan mereka besok sekitar jam 9 an WIB" ucap Salsa.


"Apa tidak kelamaan nunggu besok?", tanya Indah.


"Gini ya, dipikir logika saja. Besok acaranya, ya walaupun malam si. Tapi besok pada sibuk, termasuk Maryam. Ya kalau Maryam diperbolehkan keluar sama nyokap nya bagaimana kalau tidak", jelas Indah.


"Bener juga ya", ucap Salsa.


"Lalu kapan enaknya", ucap Meli.


"Bagaimana kalau sekarang aja", ucap Indah.


"Tapi aku udah hubungi Maryam tapi gak diangkat-angkat. Mungkin Hpnya di silent atau marah sama gue", ucap Indah.


"Nggak mungkin Maryam begitu bestie, kayak gak kenal Maryam aja", ucap Salsa.


"Iya mungkin di silent", ucap Meli.


"Iya mungkin si", ucap Indah.


"Emm.. Ngomong-ngomong Maryam perginya berdua saja?", tanya Zainal.


"Nggak gitu ya bambang. Gini lho kalo sama keluarganya kan bisa ditelpon tuh keluarga nya yang ikut Maryam", ucap Zainal.


"Ide bagus tuh", ucap Salsa.


"Oh iya iya, kenapa gak kepikiran dari tadi", ucap Indah.


"Adiknya si yang ikut Shinta dan Amel. Tapi disini ada yang punya nomornya Shinta atau Amel?", lanjut Indah.


"Aku punya", ucap Mela.


"Kog kamu bisa punya Mel", tanya Salsa.


"Ya kemaren-kemaren pas datang kerumah Maryam Shinta minta nomorku. Katanya si buat tanya-tanya sewaktu Maryam tak jawab chat dan panggilan dia", jelas Mela.


"Oh begitu", ucap semua orang.


"Buruan telfon Shinta", ucap Indah.

__ADS_1


"Shiap bos", ucap Mela.


"Sok", lanjut Mela.


"Eh eh kog ada sok nya. Lo bilang bosok gitu? Lo ya Mel minta di geprek apa", ucap Indah.


"Haha canda bestie", ucap Mela yang sambil menelpon Shinta.


Prov Maryam


"Alhamdulillah udah selesai", ucap Maryam yang habis makan yang telah ia pesan.


"Mau pulang?", tanya Dosen Hafidz.


"Jangan lah Kak, kita kan baru selesai makan. makanannya aja belum turun", ucap Amel.


"Iya ya. Kan cuman mau bilang Alhamdulillah doang, masak habis makan langsung pulang", ucap Maryam.


"Iya mbak juga tahu diri Dek", imbuh Maryam.


"Iya-iya Mbak.. kan saran aja", ucap Amel.


"Iya makasih sarannya Adikku yang comel", ucap Maryam.


"Jangan lupa cantik juga Kak", ucap Amel.


"Iya Adikku yang cantik, comel dan sholihah", ucap Maryam.


"Aamiinn.. Ya gitu dong Kak", ucap Amel sambil tersenyum lebar selebar jalan kenangan hehe.


"Emm.. Dek.. Mau tanya dong, boleh kan?", ucap Dosen Hafidz.


"Haduh mau tanya apa sih, jangan bikin deg-degan dong. Takut jawab nih", batin Maryam.


"Silahkan Mas. Mau tanya apa?", jawab Maryam.


"Kenapa Adek mau ta'arufan sama Mas? Kan kemarin pas di acara tantemu kan kamu bilangnya tidak mau dan udah punya someone. Dan pula acaranya mendadak juga. Apa kamu benar-benar ingin hidup sama Mas?", ucap Dosen Hafidz.


.


Semakin seru nih ceritanya.. gimana nih lanjut yuk.. gasss

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2