Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Zainal Marah (eps 53)


__ADS_3

📱


Maryam: Assalamualaikum


Zainal: Waalaikumsalam. Gimana acara tadi? Kamu jadi ta'arufan dengan Pak Hafidz?.


Maryam: Haha.. Kenapa panggil pak


Zainal: Haha biar sopan lah, sama orang tua.


Maryam: Terserah kamu dah Zain.


Zainal: Gimana jadinya?


Maryam: Emmm... Alhamdulillah sih. Ya walaupun tadi dia tak menerima keputusanku.


Zainal: Trus gimana


Maryam: Gak tahu, aku langsung pergi. Aku udah gak tahan. Disitu aku udah dibentak. Dan gak suka kalau dibentak. Ya sudah ku tinggal saja dia dan keluarganya.


Zainal: Hah kamu dibentak dia?.


Maryam: Iya


Zainal: Sini ku hadapi dia kalau dia berani bentak kamu. Gak terima aku kalau calon istriku dibentak-bentak.


Maryam: Ih apaan sih, belum juga kamu mengkhitbah aku. Udah bilang calon istri.


Zainal: Bilangnya itu aamiin bukan begitu dong.


Maryam: Iya-iya aamiin.


Zainal: Trus gimana dengan keluarganya.


Maryam: Gak tahu. Kan langsung ku tinggal pergi. Tapi sih kata Mama dan Papa keluarganya bisa terima. Ya cuman pak Hafidz nya yang gak bisa terima.


Zainal: udahlah lupakan saja dia. Kita bahas tentang kita.


Maryam: Oh iya kamu besok disuruh kesini Papa.


Zainal: Tapi kedua ortuku sedang diluar kota. Sekitar 1 bulanan baru pulang. Soalnya bisnis yang diluar kota sedang ada masalah.


Maryam: Semoga cepat selesai ya masalahnya. Kamu kesini sendirian dulu. Nanti kalo sama ortumu bisa dipikirkan nanti gimana enaknya.


Zainal: Baik. Sampaikan Papa dan Mama insyaallah besok saya akan ke rumahmu.

__ADS_1


Maryam: Deg-degan gak?.


Zainal: Ya jelas deg-degan dong. Mau ketemu camer.


Maryam: (tersenyum) Semangat ya. Oh ya jangan kaget kalo Papa ku nanti dingin. Emang beliau dingin orangnya.


Zainal: Iya, nanti ku lelehkan dalam 1 detik.


Maryam: Haha mari kita buktikan.


Zainal: Lihat saja besok. (merasa ditantang oleh Maryam).


Maryam: Ya udah ya.. disini ada bestie-bestie ku. Gak enak ditinggal lama-lama. Assalamualaikum.


Zainal: Iya waalaikumsalam.


📱


Telponannya pun ditutup dan Maryam senyam-senyum ketika masuk ke kamarnya menemui sahabatnya yang sedang asik main Hp.


Tak disangka dari tadi Mela dan Salsa memperhatikan Maryam yang masuk ke kamar dengan senyum-senyum.


"Dih nih anak, senyam-senyum", ucap Salsa.


"Cerita dong", ucap Mela.


"Udah-udah jangan diledekin, tuh pipinya merah merona", ucap Indah.


"Ih apaan si kalian", ucap Maryam.


"Udahlah aku ngantuk mau tidur", ucap Maryam menghindar.


"Eits ndak bisa", ucap Salsa sambil menarik tangan Maryam.


"Cerita lah bestie, kita kepo nih", ucap Mela.


"Emm.. cerita gak ya", ucap Maryam yang kelihatannya berfikir.


"Cerita.. cerita", ucap Salsa, Indah, Mela dan Meli.


"Iya-iya gue cerita. Pokoknya gue cerita masalah yang tadi", ucap Maryam.


"Gak mungkin kalo bagian itu ceritanya senyam-senyum", ucap Salsa.


"Mesti ada yang disembunyikan nih", ucap Mela.

__ADS_1


"Haha kalian kog kepo sih", ucap Maryam.


"Kasih tahu dong", ucap Mela.


"Udah-udah jangan dipaksa Maryam nya", ucap Indah.


"Tuh kayak Indah pengertian", ucap Maryam.


"Ya ya Indah mulu. Peh sebentar lagi Indah jadi kakak iparnya", ucap Mela.


"Haha jangan gitulah", ucap Maryam.


"Iya ya aku ceritain. Tadi tuh Zainal bilang calon istri. Kan aku salting ya", ucap Maryam sambil tersenyum.


"Ciieee", ucap Salsa, Indah, Mela dan Meli.


"Udah ah, aku mau tidur. Bye bye guys", ucap Maryam.


Kemudian mereka semua tidur. Seperti biasa Maryam melaksanakan kebiasaan di sepertiga malamnya. Tak disangka Indah sahabat Maryam bangun melihat Maryam yang sedang melakukan sholat Sunnah.


"MasyaAllah. Terimakasih Ya Allah sudah mengirimkan sahabat sholihah seperti Maryam. Zainal berhak mendapatkan istri sholihah seperti Maryam", ucap Indah dengan pelan.


Maryam sudah selesai melaksanakan sholat dan berdoa. Ketika mau melipat mukena ada suara dari belakangnya.


"Kenapa gak bangunkan kita", ucap Indah.


"Eh Indah. Kau bangun? Ee... gue berisik ya. Kayaknya tadi gue doa dalam hati deh", ucap Maryam dengan pelan takut Salsa, Mela dan Meli kebangun.


"Iya nih bangun dan lihat lo sholat. MasyaAllah adem banget lihatnya. lo gak berisik kog. gue kebangun saja. Tapi kenapa lo gak bangunin kita", ucap Indah.


"Emm.. Maaf ya. Takutnya lo dan semuanya capek", ucap Maryam.


"Gak capek kog. Malah senang ketika ada sahabat yang mengajak kebaikan", ucap Indah.


Trus Indah membangunkan Salsa, Mela dan Meli. Dan semuanya pada masih mengantuk.


"Udah Indah, jangan dipaksa. Mereka pasti capek", ucap Maryam.


"Gak. Gue mau kita sama-sama menjadi lebih baik lagi. Bukannya semuanya itu perlu dipaksa agar terbiasa", ucap Indah.


"Emang iya, tapi kalo tidak dari hati, takutnya nanti jadi beban", ucap Maryam.


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗

__ADS_1


__ADS_2