
Prov Maryam
"Assalamualaikum", ucap Maryam, yang sudah sampai dirumahnya.
"Waalaikumsalam", jawab semua orang yang ada dirumah.
"Lho sayang, nggak jadi tidur dirumah Indah Nak", tanya Mama.
"Hehe tidak Ma, Maryam langsung pulang. Pengen istirahat dirumah saja", jawab Maryam dengan berbagai alasannya
Tiba-tiba Mama nya Maryam melihat mata nya Maryam yang bengkak, kelihatan habis nangis.
"Kenapa mata kamu Nak?? Kelihatan habis nangis, ada apa?? Cerita lah", khawatir Mama.
"Enggak Ma, tadi Maryam kena hewan pas jendela mobil kebuka", alasan Maryam.
"Oh ya udah,, jangan dikucek ya", ucap Mama.
"Istirahatlah Nak", lanjut Mama.
"Iya Ma", ucap Maryam.
Sebenarnya mama tahu bahwa Maryam berbohong, seorang ibu pasti lebih tahu perasaan sang anak. Antara baik-baik saja dan tidak baik-baik saja. Tapi mama nya tidak pernah memaksakan Maryam untuk bercerita.
Apalagi di belakang Kak Aji, Mbak Icha dan Shinta tahu bahwa Maryam tidak sedang keadaan baik-baik saja.
"Icha, Shinta, dan Amel silahkan Maryam dihibur dan ditenangkan hatinya. Mama tahu bahwa dia sedang tidak baik-baik saja", ucap Mama.
"Siap Ma", ucap mereka serentak (sambil tangan nya diangkat di kepala tanda hormat).
Mereka bertiga berjalan kearah kamarnya Maryam, sesampainya kamar Maryam ternyata kamarnya sedang dikunci. Dan mbak Icha mengetuk pintu.
__ADS_1
Dok..dok.. (Anggap saja suara pintu hehe).
"Maryam,, ini Mbak Icha Maryam.. Boleh Mbak Icha masuk??", tanya Mbak Icha.
Maryam membukakan pintu "Silahkan Mbk Icha, Dek Shin dan Dek Mel", ucap Maryam.
"Silahkan jika lo pengen cerita, kita siap mendengarkan dan ngasih solusi jika butuh solusi, dan jika belum siap tidak apa-apa. Dan ijinkan kita menghibur adek ipar n
Mbak yang cantik, comel dan sholihah ini". ucap Mbak Icha.
"Iya Mbak Maryam, kami selalu ada buat Mbak", ucap Shinta.
"Kita sayang Mbak", ucap Amel.
"Makasih buat kalian,, yang udah peduli dengan aku, aku akan bercerita" ucap Maryam.
Dikarenakan Maryam ada masalah selain masalah ta'arufan Indah dengan Zainal, Maryam juga ada masalah lain. Yaitu Maryam disuruh Papa nya ta'arufan dengan anak temen nya Papa Maryam. Yang di kenalkan sewaktu acara di rumah tante nya Maryam. Dan waktu itu cuman ada Mama sama Papa Maryam. Dan anak itu ternyata dosen baru nya di kampus. Siapa lagi kalau bukan Pak Hafidz.
Face Back
Papa dan Mama Maryam berjalan menuju perkumpulan teman-teman bisnis nya.
" Eh.. hai Don" ucap Papa Maryam.
"Hai.. Adijaya, Apa kabar kamu dan keluargamu. Lama tidak berjumpa", ucap Doni Abi Hafidz.
"Alhamdulillah saya dan keluarga saya baik-baik saja", ucap Papa Mayam.
"Ini kenalin anak pertama saya, namanya Hafidz. Dia dosen baru di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta", ucap abi Hafidz.
"Hafidz, ini rekan bisnis sekaligus teman Abi, Pak Adijaya dan sebelahnya istrinya", lanjut Abi Hafidz.
__ADS_1
Hafidz lalu bersalaman kepada Papa dan Mama Maryam. Sambil bilang "Hafidz".
"Anak saya juga kuliah di situ, ditempat Hafidz mengajar". ucap Papa Maryam.
"Fakultas dan jurusan apa Om", tanya Hafidz.
"Fakultas Tarbiyah dan jurusan PAI", ucap Papa Maryam.
"Gimana kalau anak kita ta'arufin", ucap Abi Hafidz.
"Iya ya, ide yang bagus". ucap Papa Maryam.
Tapi Mama Maryam khawatir jika anaknya tidak mau dengan rencana Papa nya. Papa Maryam tahu kalau istrinya sedang khawatir, Papa Maryam mengelus-elus tangan mama nya, sebagai penguat dan menyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
Disamping itu Hafidz ingin menolak, karena hati nya udah untuk yang lain, yaitu Maryam. Sebelum Hafidz bicara, Abi nya telah bicara. "Dia anak sholihah, percaya sama Abi".
"Iya Bi", pasrah Hafidz. Karena Hafidz tidak mau membantah perintah Abi. Yang selama ini menyekolahkan Hafidz dan menuruti semua yang di inginkan nya. Tidak salah Hafidz juga harus menuruti keinginan Abi, walaupun Hafidz tidak mau di ta'arufin dengan anak rekan bisnis sekaligus teman Abi.
"Sebentar saya panggilkan, kebetulan dia ikut disini", ucap Papa Maryam.
Papa dan Mama Maryam lihat kanan, kiri, depan dan belakang mencari Maryam dan akhirnya ketemu juga Maryam yang sedang berbincang dengan sepupu-sepupunya.
"Maryam", panggil Papa Maryam.
"Nama itu", batin Dosen Hafidz.
.
Apakah Maryam mau dengan rencana papa nya atau tidak?? kita tidak tahu. hehe yang tahu hanyalah author seorang.
Autor datang lagi setelah sekian purnama hehe.. author butuh semangat nih. semangati dong.. biar author upload terus tiap hari. gimana cara menyemangatin author??? lakukan aja like dan vote sebanyak-banyaknya. dengan ikhlas ya🤗🤗
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗