
Disisi lain dimana sahabatnya berada yaitu di mobil
"Aku yakin itu tadi bukan Maryam", ucap Mela.
"Kalau bukan Maryam siapa dodol", ucap Meli.
"Habis nggak kayak biasanya, Maryam nggak pernah membentak kita tahu", tutur Mela.
"Dia mungkin ingin sendiri", ucap Salsa.
Sedangkan Indah hanya diam dan membatin "mungkin Maryam masih suka sama Zainal".
"Gue mau pulang", ucap Indah.
"Ya nanti gue antar", ucap Salsa, pasalnya tadi naik mobil Salsa.
"Nggak usah, gue turun disini", ucap Indah.
"Kamu yakin?", ucap Mela.
"Iya", jawab Indah.
"Kalau kamu kenapa-kenapa gimana coba", khawatir Meli.
"Udahlah Mela Meli, Indah tuh mau cari ketenangan", ucap Salsa yang tahu keadaan sahabatnya itu. Mobil pun berhenti dipinggiran jalan.
"Ya udah kami duluan ya In", ucap Meli.
"Hati-hati", tambah Mela.
"Iya", jawab Indah.
Seperginya mobil yang dikendarai sahabatnya itu, Indah memesan grab menuju taman dekat MTs nya dulu.
"Gue mau nenangin pikiran gue dulu di sana, barang kali gue merasa tenang kalau disitu", ucap Indah.
Diposisi lain, dimana Zainal berada (dirumah Zainal)
Zainal berada dikamar sedang menandatangani berkas-berkas meeting besok. Tiba-tiba ada pesan dari nomor yang tidak dikenal masuk melalui aplikasi WA. Dikarenakan Zainal udah tidak menyimpan nomor Maryam.
"Nomor siapa ini?", ucap Zainal.
📩
__ADS_1
"Assalamualaikum Zain, ini Maryam. Bisa ketemuan sekarang, di taman tempat biasa kita ketemu waktu MTs", kira-kira isi pesannya begitu.
"Maryam?", ucap Zainal.
"Bener ini Maryam? Kayak nya tidak mungkin? Dapat dari mana nomorku? Apa Maryam masih nyimpan nomorku?", lanjut Zainal dengan pertanyaan bertubi-tubi kepada diri sendirinya.
📤
"Waalaikumsalam, iya bisa. Sampai ketemu nanti", balas Zainal dengan mengembangkan senyumnya.
Zainal mengambil jaket dan kunci mobil, berjalan mengiringi tangga dengan senyum-senyum. Tanpa kita ketahui ternyata Umi Zainal melihat Zainal senyum-senyum sendiri.
"Ada apa ini ya, kog senyum-senyum sendiri. Kayak dapat hadiah saja", sapa Umi Zainal.
"Masak sih Mi, iya sih Zainal lagi bahagia. Bahkan lebih bahagia daripada dapat hadiah Mi", ucap Zainal.
"Bahagia kenapa coba", tanya Umi Zainal.
"Mau ketemu Maryam Mi", ucap Zainal.
"Oh wanita yang selama ini kamu sebut dalam doa itu ya", ucap Umi Zainal.
"Iya Mi, doakan Zainal ya Mi", ucap Zainal.
"Iya Nak, tanpa kamu meminta pun Umi udah doakan", ucap Umi Zainal.
"Iya Nak, hati-hati ya", ucap Umi Zainal.
"Iya Mi, Assalamualaikum", salam Zainal sambil mengecup telapak tangan sang Umi.
"Waalaikumsalam", ucap Umi Zainal.
Zainal mengendarai mobilnya. Sesampainya Zainal di taman dimana Maryam janjian dengan Zainal. Zainal melihat di sekelilingnya dan mata berhenti ketika melihat Maryam yang duduk.
"Zain mana sih kog lama banget", batin Maryam.
Tiba-tiba ada suara dari belakang.
"Assalamualaikum, Aulia maaf telat", ucap Zainal.
"Waalaikumsalam, iya gak papa", ucap Maryam.
"Boleh aku duduk", tanya Zainal.
__ADS_1
"Iya silahkan", ucap Maryam.
"Ingin bertemu aku ada yang mau dibicarakan?", tanya Zainal.
"Iya, to the point aja ya. Gini kemarin kamu kan mau men ta'aruf Indah. Kenapa dibatalkan? Mohon jangan dibatalin. Jangan buat Indah sahabatku sedih. Indah cinta sama kamu Zain. Mohon dipikirkan", ucap Maryam.
"Jadi ingin ketemu aku hanya ingin membicarakan hal ini? Saya tidak mencintai Indah. Ingat itu. Saya hanya mencintai kamu seorang. Dari dulu rasa ini masih sama. Bahkan semakin hari semakin bertambah" ucap Zainal.
Deg
Seketika jantung Maryam berhenti berdetak selang satu detik jantung Maryam berdetak lebih kencang.
"Rasa ini, detakan ini seperti waktu dulu bahkan lebih kencang", batin Maryam.
"Saya mengerti jika kalau kamu mencintaiku, tapi mohon buka hati untuk Indah. Aku tidak mau persahabatanku hancur hanya karena mu", ucap Maryam.
"Apa kamu ingin aku menerima Indah tapi hati ku tidak untuknya. Justru itu malah membuat Indah sakit. Apa kamu mau Indah sedih gara-gara itu. Tidak kan?? Jangan paksakan hati ini untuk orang lain. Jikalau hati ini hanya bisa mencintaimu", ucap Zainal.
"Kamu tahu Zain, kenapa dulu aku memutuskan mu?", ucap Maryam.
"Iya aku tahu, karena mencintai orang yang belum berhak dicintai bukan. Mencintai yang bukan halal tuk dicinta", ucap Zainal.
"Kalau kamu tahu, kenapa perasaan kamu untukku malah semakin tambah. Seharusnya kamu juga tahu bukan kalau tidak boleh mencintai seseorang lebih dari mencintai Sang Pencipta", ucap Maryam dengan tatapan ke depan dan tatapan kosong.
"Aku tahu. Dan kamu juga harus tahu. Perasaan itu anugrah, kita tidak tahu bagaimana datangnya dan perasaan itu bukan paksaan", ucap Zainal.
"Iya aku tahu, Seharusnya kamu bisa mengkontrolnya bukan?", ucap Maryam.
"Sudah saya kontrol tapi tetap saja perasaan ini masih ada", ucap Zainal.
"Bahkan namamu selalu kusebut setiap pintaku, setiap sujud terakhir sholat ku dan di sepertiga malamku", ucap Zainal.
Deg
Ya kata itu bikin Maryam terkejut dan diam beberapa menit.
"Maka dari itu saya menolak taarufan dengan Indah. Bahkan saya berniat untuk men ta'aruf kamu setelah kamu lulus kuliah nanti", lanjut Zainal.
Deg
.
Akankah Maryam menerima ta'arufan Zainal? siapa yang akan dipilih oleh Maryam? Zainal atau dosen Hafidz?
__ADS_1
Author mau minta maaf karena baru upload. Mohon mengerti sikon ya, kalian. Aku yakin kalian juga sibuk dengan kesibukannya sendiri.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗