
"Kira-kira kemana ya mereka pergi", itulah kata-kata yang keluar dari mulut Mela.
"Aku juga tidak tahu", ucap Indah.
"Coba kita miss call Maryam", ucap Indah sambil mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak atas nama Maryam dan hasilnya nihil. Maryam tidak mengangkat miss call dari Indah.
"Nih anak kemana si, tidak diangkat-angkat. Apa masih marah denganku atau kecewa denganku atau apalah itu", gerutu Indah bertubi-tubi.
"Masak Maryam begitu si orangnya. Maryam kan orangnya tidak begitu In. Mungkin saja Handphonenya di silent atau lowbat", ucap Mela.
"Tapi ini berdering Mela", ucap Indah.
"Berfikir positif saja, mungkin di silent", ucap Mela.
"Iya-iya berfikir positif", ucap Indah berusaha berpikir positif.
"Lalu kita gimana?", tanya Mela.
"Aku juga tidak tahu, gimana kalau kita ke rumah Zainal", ucap Indah.
"Mau ngapain kita kesana", ucap Mela.
"Jangan bilang..", lanjut Mela.
"Jangan bilang lo berfikir yang tidak-tidak ya Mela. Kita kesana jemput Salsa dan Meli. Kita tanya progresnya seperti apa", jelas Indah.
"Oh.. Kukira kamu mau ketemu Zainal", ucap Mela.
"Kan pasti ketemu Zainal. Kan dirumah Zainal. Gimana sih lo Mel", ucap Indah dengan penuh emosi.
"Tauk ah", lanjut Indah dan menjalankan mobil menuju ke rumah Zainal.
__ADS_1
Prov Salsa dan Meli
Salsa benar-benar tidak tahu rumah Zainal, dari tadi berkeliling di komplek perumahan mewah. Dan akhirnya melihat Andi yang kebetulan Andi sedang berhenti tepat dirumah Zainal.
"Eh-eh itu kelihatanya teman kita waktu MTs dulu. Sahabatnya Zainal. Siapa ya namanya. Kita tanya aja. Apa itu benar rumah Zainal", ucap Salsa.
"Emm... An.. An siapa ya. Kog lupa", ucap Meli.
"An.. Ya Allah Andi, iya Andi", ucap Salsa.
Kemudian Salsa berteriak "Andi". Sang pemilik nama akhirnya menoleh kebelakang dan menghampiri Salsa dan Meli.
"Apakah benar kamu Andi", ucap Salsa.
"Iya benar, anda siapa ya? Kayaknya saya kenal anda, wajahnya tidak asing. Tapi saya lupa anda siapa", ucap Andi sambil garuk-garuk kepala untuk mengingat mereka berdua.
"Hih anda, anda. Jangan pakai bahasa terlalu baku kenapa. Lo gue saja. Kayak gimana gitu memakai bahasa anda", ucap Salsa.
"Gue adalah sahabat Maryam, masa lalu dari teman kamu Zainal. Kami disini mau tanya. Rumah Zainal benar disini?", ucap Salsa.
"Salsa? Orang yang pernah kusuka dan belum sempat menyatakan karena ketakutanku. Dia ada di depanku. Apa benar ini nyata atau mimpi. Ya Tuhan ini benar-benar nyata", batin Andi.
Ya Salsa adalah orang yang disukai Andi. Pasalnya dulu Andi tidak berani menyatakannya. Perasaan itu muncul ketika Andi menjadi obat nyamuk Zainal dan Maryam. Sedangkan Salsa menjadi obat nyamuk juga. Andi tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Salsa sang pujaan hatinya dulu. Andi malah senyam-senyum sendiri dan membuat Salsa dan Meli terheran-heran. Salsa membuyarkan Lamunan Andi dengan mengucap kalimat berikut.
"Woi Andi. Kamu kenapa, malah senyum-senyum tidak jelas", ucap Salsa.
"Hehe tidak. Iya benar ini rumah Zainal. Perkenalkan saya asisten pribadi Zainal", ucap Andi.
"Oh ya lo mau ketemu Zainal ada perlu apa ya", tanya Andi.
"Gue ketemu Zainal mau berbicara hal penting. Bisa gue dipertemukan dengan Zainal?", ucap Salsa.
__ADS_1
"Hal penting apa ya", ucap Andi.
"Kepo sekali si lo", ucap Meli.
"Nanti juga lo tahu", ucap Salsa.
"Baik, ikutin saya", ucap Andi.
Andi melangkah dengan rasa penasarannya. Andi emang penasaran. Tapi ia tidak berhak untuk tahu lebih lanjut bukan hak dia. Andi berjalan menuju ruang kerja Zainal yang berada didalam rumah Zainal lantai 1. Tak lupa mengucapkan salam. Untung saja didalam rumah tidak ada orang. Pasalnya orang tua Zainal sedang pergi keluar kota karena bisnis sang Abi Zainal.
Tok.. tok.. Suara ketukan pintu dan orang yang didalam mempersilahkan masuk.
"Masuk", ucap Zainal.
Kemudian mereka bertiga masuk dan mengucapkan salam. Zainal kemudian menjawab salam dan mempersilahkan mereka duduk. Zainal bingung mengapa sahabat Maryam datang dirumahnya dan menemuinya.
"Mereka berdua ngapain ya disini", batin Zainal yang masih bingung dengan mereka berdua.
Tidak ada kata bosa-basi dari mulut Salsa. Iya pasalnya adalah Salsa orang yang to the point. Makanya tanpa ada basa-basi langsung menyampaikan tujuannya menemui Zainal.
"To the point saja ya Zainal. Kedatangan kami disini ingin menyampaikan sesuatu. Yang pertama besok Maryam langsung khitbah. Maryam mencintaimu. Maryam mau melaksanakan khitbah karena ingin membuat sahabatnya bahagia tidak sedih. Maryam ingin sahabatnya utuh, walau dia tidak bersama kamu. Kumohon perjuangin Maryam. Kamu gak mau kan kehilangan Maryam. Kamu mau Maryam bersama orang lain, orang yang tidak ia sukai", ucap Salsa dengan panjang kali lebar.
Dan si Zainal hanya terdiam dan bingung harus melakukan apa.
"Terus apa yang kulakukan? Merusak acaranya? Maaf aku bukan orang seperti itu", ucap Zainal.
.
Datang lagi nih author.. Gimana-gimana lanjut ceritanya kemarin. Seru kan? Yang pasti ikutin ceritanya terus ya. Jaga kesehatan apalagi kesehatan mata. Jangan keseringan membaca kasian penglihatannya.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗
__ADS_1