
Di rumah Zainal
"Gimana tadi Mel", ucap Indah.
"Berhasil dong, sesuai rencanamu. Suruh Maryam datang kesini. Kan dia tak tahu kalau ini rumah Zainal", ucap Mela.
"Trus hal apa yang mau kalian bicarakan", tanya Indah.
"Nggak tahu", ucap Zainal.
"Gimana sih. Kirain Lo tau Zainal", ucap Indah sambil mendengus.
"Ya kan ini mendadak, belum terpikirkan. Ntah lah nanti juga pasti kalau bertemu dapat ide", ucap Zainal dengan santainya.
"Terserah elo dah", ucap Salsa.
"Gimana kalo Zainal menghadap kebelakang. Membelakangi kita, trus nanti kalau Maryam masuk baru lo menghadap ke depan. Biar suprise", ucap Mela.
"Tumben ide lo cemerlang Mela, biasanya loading", ucap Salsa.
"Enak aja kalo lo bicara. Gini-gini juga punya sejuta ide", ucap Mela dengan bangganya.
"Terserah dah", ucap Salsa.
Prov Maryam
Maryam telah sampai dirumah yang di share look Mela sahabatnya dan kata pertama yang terucap adalah "Apakah benar ini dek rumahnya?".
"Iya Mbak. Soalnya Mbak Mela juga ngirim gambar foto rumahnya", ucap Shinta.
"Coba telepon saja Mbak Mela nya", saran Amel.
"Tumben lo cerdas dek", ucap Shinta.
"Ente ya sekate-kate", ucap Amel.
Mereka yang asyik berdebat tak disangka Maryam menelpon Mela.
Dert.. dert ..
"Mana sih kog gak diangkat-angkat", ucap Maryam.
Posisi Ruang Kerja Zainal
__ADS_1
"Maryam menelpon nih, angkat tidak?", ucap Mela.
"Gini, gini saja. Aku punya ide", ucap Zainal.
"Biar kesannya ada privasi biarkan kami berdua yang mengobrol", ucap Zainal.
"Maksudnya", tanya Mela.
"Gini pertama Indah dulu yang menyelesaikan masalahnya. Kemudian aku baru masuk untuk menyelesaikan masalah kami", jelas Zainal.
"Tapi aku kepo si", ucap Mela dengan polosnya.
"Huss", ucap Meli yang gemes dengan saudara kembarnya itu.
"Iya-iya maaf", ucap Mela.
"Gini-gini kalian tunggu saja diruang tamu yang sebelah kanan. Biar kita menyelesaikan masalahnya sebelah ruang tamu tengah. Jadi terserah kalian mau nguping apa gimana terserah. Yang jelas disitu kedengaran kog", ucap Zainal
"Ya gitu dong. Setuju gue", ucap Mela.
Dan yang lain hanya geleng-geleng saja.
"Eh ini Maryam menelpon lagi nih", ucap Mela.
"Dari tadi gak kamu angkat Mel?", tanya Salsa.
"Hadeh-hadeh", ucap Salsa.
"Entah sahabat siapa nih", ucap Andi yang gemes juga dengan Mela.
"Iya ya aku angkat dulu. Kalian diam ya", ucap Mela.
📱
"Assalamualaikum Maryam", ucap Mela.
"Waalaikumsalam Mela, kenapa baru diangkat hah. bikin khawatir saja", ucap Maryam.
"Iya ya maaf", ucap Mela.
"Aku udah sampai nih, aku didepan rumah yang kamu share look. Aku langsung masuk apa gimana nih", ucap Maryam.
"Iya nanti aku jemput, tunggu dulu disitu", ucap Mela.
__ADS_1
"Iya aku tunggu. Jangan lama-lama ya. Panas nih", ucap Maryam.
"Iya-iya bawel", ucap Mela.
"Ya udah assalamualaikum", ucap Mela.
"Waalaikumsalam", ucap Maryam.
📱
"Udah nih, aku mau jemput Maryam dulu ya", ucap Mela.
"Iya, kita ke posisi yang direncanakan", ucap Salsa.
Mereka semuanya keluar dan berjalan keruang tamu yang sesuai dengan yang direncanakan tadi. Termasuk Zainal dan Indah juga duduk diruang tamu yang bagian
kanan. Dan si Mela membukakan pintu untuk menjemput Maryam
"Silahkan masuk ndoro ayu", ucap Mela.
"Ini rumah siapa sih Mel", ucap Maryam.
"Udah masuk dulu, nanti juga tahu", ucap Mela.
Kemudian Maryam dan adik-adiknya masuk dan dipersilahkan duduk. Dan kebetulan minuman udah disediakan disitu. Dan cuman 1 minuman. Dan hal tersebut membuat Maryam bingung. Pasalnya disini kan ada ia dan adik-adiknya. Dan itu gak dipertanyakan oleh Maryam. Karena sungkan untuk mempertanyakan.
"Oh iya sebentar ya aku mau situ dulu", ucap Mela tanpa menunjukkan tujuannya.
"Eh mau kemana, Trus maksudnya ini apa", ucap Maryam.
"Ntar juga kamu tahu", ucap Mela sambil berdiri dan mengajak kedua adiknya Maryam.
"Mau kemana kita Mbak kembar", ucap Amel.
"Ikut saja", ucap Mela.
Amel dan Shinta ikut Mela dengan kebingungan yang ada dipikirannya. Sampailah diruang tamu sebelah kanan dan disitu banyak orang. Dan membuat bingung Amel dan Shinta. Amel mau bicara tapi semua penghuni bilang "hus" sambil tangan telunjuknya berada di mulut🤫. Dan mereka berdua pun paham. Duduklah mereka berdua.
Disisi lain dimana Maryam berada kebingungan. bingung dengan semua ini. Maryam hanya membatin saja. Dan datanglah Indah dari belakang.
"Assalamualaikum Maryam", ucap Indah dengan senyuman khas Indah.
.
__ADS_1
Akankah Indah marah dengan Maryam lagi? Seperti apa kelanjutannya.. ikutin terus yuk
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗