Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Gagal Total (eps 51)


__ADS_3

"Oh.. jangan-jangan ini alasannya lo nyuruh orang yang datang cuman keluarga inti untuk menyaksikan. Gue jadi paham, agar lo gak malu kan, jika lo membatalkannya", ucap Dosen Hafidz penuh dengan amarahnya karena ia menganggap dipermainkan oleh Maryam.


"Gue dari dulu gak suka jika sikap/perilaku yang tidak baik tapi malah di bawa-bawa kependidikannya, jabatannya, atau seorang Hafidznya. Karena itu yang salah adalah sikap lo. Tapi ini keterlaluan, anda itu seorang Dosen, Hafidz, dan bahkan lulusan Kairo. Tapi sikap dan perilaku anda tidak mencerminkan semua itu. Dan ini adalah salah satu alasan gue gak bisa menerima lo, karena lo gak bisa mengontrol emosi. Asal lo tahu, gue gak pernah dibentak, apalagi didepan orang banyak kayak gini. Gue gak suka cowok yang suka ngebentak cewek. Paham!!", ucap Maryam.


"Oh ya satu lagi. Lo bisa keluar dari rumah gue. Dan maaf om dan tante kesannya gimana. Kalau anak kalian gak mulai terlebih dahulu, aku gak bakal kayak gini. Maaf Maryam pamit keatas dulu", ucap Maryam.


Kemudian Maryam pergi ke kamarnya dan diikuti oleh sahabat-sahabatnya.


"Doni maafkan kelakuan anakku", ucap Papa Maryam yang merasa bersalah dan malu.


"Iya gak papa. Mau gimana lagi, semua kan gak perlu dipaksakan", ucap Abi Dosen Hafidz dengan pasrah.


"Gak bisa gitu dong Bi, gimanapun mereka telah memalukan keluarga kita", ucap Dosen Hafidz.


"Nak.. ingat rezeki, jodoh, maut sudah diatur sama yang di atas. Mungkin Maryam bukan jodohmu", ucap Abi Hafidz.


"Tapi Bi", ucap Dosen Hafidz.


"Sudahlah mungkin Maryam bukan yang terbaik untukmu. Suatu saat pasti ada jodohmu yang terbaik bagi Allah SWT", ucap Abi Hafidz.


"Ikhlaskan. Allah SWT pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi dan yang terbaik pastinya", ucap Abi Hafidz.


Dosen Hafidz hanya mengangguk tanda iya. Dan belum bisa menerima semua ini.


"Baiklah aku dan keluarga pamit dulu ya", ucap Abi Hafidz.


"Sekali lagi maaf ya atas semua ini", ucap Papa Maryam.

__ADS_1


"Iya, saya maafin", ucap Abi Hafidz.


"Masih bisa kan kita berteman", ucap Papa Maryam dengan ragu.


"Bisalah, jangan sampai gara-gara anak kita. Kita jadi rusak tali silaturahmi", ucap Abi Hafidz.


Dan Papa Maryam hanya tersenyum tanda terimakasih.


"Ya udah, Assalamualaikum", ucap Abi Hafidz.


"Waalaikumsalam", ucap semua keluarga Maryam.


Tak disangka acaranya sangat kacau balau. Bukan ini yang Maryam mau, bukan dengan cara seperti ini yang Maryam mau. Membuat malu keluarga dengan sikapnya seperti itu. Dia juga gak tau kenapa bisa kelepasan berkata seperti itu. Papa Maryam sangat kecewa dengan Maryam. Tapi mau bagaimanapun itu hak Maryam, keputusan Maryam, dan ada benarnya Maryam menolak. Karena Papa nya juga gak pernah bentak Maryam dan tidak rela anaknya hidup dengan orang yang tak bisa mengontrol emosinya.


"Papa mau kemana", ucap Mama Maryam.


"Papa mau nyamperin Maryam lah Ma", ucap Papa Maryam.


"Siapa yang mau marahin Maryam. Papa mau nenangin Maryam. Karena apa yang dibilang Maryam benar. Aku gak rela jika Maryam hidup dengan orang yang tak bisa mengontrol emosinya. Kita gak pernah bentak Maryam kan. Cuman kita mendidiknya dengan sikap dingin", ucap Papa Maryam.


"Ya udah kalo begitu, Mama ikut ya", ucap Mama Maryam.


"Iya", ucap Papa Maryam.


Di Kamar Maryam


Maryam sedang menangis, menangis akan perkataannya. Karena bagaimanapun saat Maryam berkata begitu ada orang tua, termasuk Mama dan Papanya. Jadi Maryam sangat merasa bersalah.

__ADS_1


"Menangis lah dengan kencang Maryam, jika itu semua membuat lega", ucap Indah.


"Kog malah disuruh nangis sih In", ucap Mela.


"Ya biar lega", ucap Indah.


"Gue... gue jahat ya", ucap Maryam.


"Gak, Lo gak jahat. Apa yang kamu ucapkan semua itu benar", ucap Indah.


"Tapi kan", ucap Maryam


Sebelum mengucap ada suara ketukan pintu yang terdengar dari dalam kamar.


"Ini Mama dan Papa Nak", ucap Mama Maryam.


"Iya masuk Ma Pa, pintunya gak dikunci kog", ucap Maryam.


Dan masuklah Mama dan Papa, tak lupa dengan salam dan salamnya dijawab oleh Maryam dan sahabat-sahabatnya.


"Emm.. Kami keluar dulu ya Maryam", ucap Salsa yang tahu menahu bahwa ortu Maryam ada yang mau diobrolin dengan Maryam.


"Gak usah keluar Nduk, disini saja", ucap Mama Maryam.


"Baik Tante", ucap semua sahabat Maryam.


"Ma Pa maafin Maryam ya, jika perkataan Maryam membuat Mama dan Papa malu dan tak sopan tentunya. Maryam tahu ini bukan ajaran dari kalian. Maryam salah, Maryam minta maaf", ucap Maryam dengan menunduk.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2