Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Sakit Hati (eps 16)


__ADS_3

"Tapi saya mau tanya ke anak kamu dulu, gimana nak Zainal, kamu mau dengan anak aku?", tanya Papi Indah.


Prov Maryam


Disisi lain ada Maryam di luar sana, Maryam melihat semuanya, Maryam shock akan kejadian luar biasa, orang yang akhir-akhir ini disebut di sepertiga malam nya, akan men taaruf dengan sahabat nya sendiri.


"Kenapa harus seperti ini ya Allah, orang yang akhir-akhir ini ku sebut di sepertiga malam, harus ber taaruf dengan sahabatku sendiri, sakit ya Allah. Apakah ini rasa yang salah?? Harus kah aku melupakan nya?? Ya Allah, maafkan aku yang telah mencintai nya sebelum waktunya", batin Maryam dan berlari menuju mobil nya dan meninggalkan rumah Indah menuju tempat yang dulu di kunjungi bersama Zainal.


"Kenapa semua ini terjadi padaku ya Allah, di saat perasaan itu muncul, malah dia men taaruf orang, apalagi orang itu adalah sahabatku sendiri. Sahabat yang selalu menenangkan ku", ucap Maryam.


"Baiklah aku harus meng ikhlaskan nya demi sahabatku, sahabatku juga mencintai nya, sejak dulu", ucap Maryam.


"Apa mungkin aku harus menuruti permintaan Papa ya? Iya, jalan satu-satu nya menuruti permintaan Papa. Untuk taaruf anak temen Papa", ucap Maryam.


Di Rumah Indah


"Ya Allah, ternyata orang yang mau men taaruf adalah orang yang ku suka dulu, tapi kog dia diam aja ya, apa ini juga kemauannya nyokap dan bokap nya?? Kalau iya, dia kan terpaksa. Ku mohon jawab iya", batin Indah.


Dari tadi menunggu jawaban Zainal. Dan pertanyaan itu muncul lagi.


"Gimana Nak??", ucap Papi Indah.


"Boleh saya bicara sebentar sama Indah", ucap Zainal dengan hati-hati meminta persetujuan Papi dan Mami Indah.


"Iya boleh, tapi ada yang harus menemani ya?", ucap Papi Indah.


"Iya Pak", ucap Zainal.


"Meli saja", ucap Indah.


Zainal, Indah dan Meli keluar rumah.

__ADS_1


Hening.. hening.. dan hening..


"Emmm.. Maaf sebelum nya", ucap Zainal.


"Buat apa", jawab Indah.


"Aku nggak mau menjalankan taaruf dengan tidak ikhlas", ucap Zainal.


Dan seketika Indah bilang, belum selesai Zainal bilang udah di potong Indah.


"Aku ikhlas kog, bahkan aku sejak MTs dahulu punya perasaan sama kamu", ucap Indah.


Deg.. deg Zainal kaget dengan apa yang dikatakan Indah


"Indah kog jadi gitu ya, jadi berani mengungkapkan nya, dan nggak tau malu", batin Meli.


"Gimana dengan Maryam", batin Meli lagi.


Seketika hati Indah hancur dan berusaha untuk tegar.


"Nama nya taaruf kan perkenalan ya, saling mengenal, siapa tahu suatu saat kamu mencintaiku. Kenapa nggak kamu coba dulu", ucap Indah.


"Ya Allah Indah, dimana muka lo, lo kog bilang gitu", batin Meli.


"Iya betul apa yang kamu bilang, tapi aku nggak mau menjalankan dengan tidak ikhlas. Apalagi yang tidak ikhlas aku sendiri, dari itu mohon maaf. Aku nggak mau melanjutkan ini", ucap Zainal.


"Jika kamu nggak ikhlas kenapa kamu kesini", ucap Indah sambil mengeluarkan air mata terus menerus.


"Karena paksaan Abi, tapi Abi bilang kalau aku udah ketemu kamu jika aku nggak suka di suruh bilang nggak suka", ucap Zainal.


"Dan sebelum melihatmu pun aku nggak suka, walaupun di suruh melihatmu juga tetep nggak suka, karena perasaan nggak boleh di paksakan", lanjut Zainal.

__ADS_1


"Dan asal kamu tahu ya, aku mencintai sahabatmu dan pernah ada hubungan waktu MTs dulu, dan perasaan ini masih ada. Walaupun dia yang mutusin tapi perasaan ini masih ada, tidak pernah ada yang gantikan. Kayak seperti kamu yang punya perasaan kepadaku. Tapi maaf, aku tidak. Bahkan nama dia ku sebut di sepertiga malamku, doa-doa ku, sujud terakhir dalam sholat ku", ucap Zainal panjang kali lebar.


"Sahabat??", ucap Indah sambil menoleh Meli dan Meli hanya mengangkat pundak tanda bahwa tidak tau.


"Maafkan aku In, sebenarnya aku tahu. Aku nggak mau menyakitimu", batin Meli.


"Iya sahabatmu", jawab Zainal.


"Siapa??", tanya Indah dengan rasa penasaran.


"Kenapa kog nggak pernah cerita sih, katanya sahabat saling terbuka kenapa, saling cerita sama lain, kenapa masalah ini tidak, dan di sembunyikan beberapa tahun. Dan aku nggak tahu. Kenapa sih dia sembunyikan ini", ucap Indah.


"Semua problem itu tidak harus semua di ceritakan, karna semua itu butuh privasi. Mungkin dia nggak mau kamu tahu, karna itu pacaran. Pacaran kan tidak di perbolehkan agama Islam. Sebuah ketidak baik kan, tidak harus diungkapkan kan?? Mungkin itu alasannya", ucap Zainal.


"Tapi dia siapa??", tanya Indah.


Zainal masih diam.


"Enggak perlu di paksa In", ucap Meli.


"Apa lo nggak penasaran??", tanya Indah kepada Meli.


"Aku udah tahu In, tadi malam", batin Meli.


"Penasaran sih, tapi kalau masalah privasi aku nggak mau ikut campur", ucap Meli. Hati dan ucapan sangatlah beda apa yang diucapkan Meli.


"Siapa Nal Zainal", tanya Indah lagi.


.


Akankah Indah memaafkan Maryam?? Atau persahabatan nya rusak?? atau bahkan musuhan?? Penasaran kan?? ikuti terus ya😁

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2