
"Shiap bestie", ucap Maryam.
Selesai semua mereka wudhu dan melaksanakan ibadah ashar berjamaah tak lupa wiridan sebentar. Kemudian pamit lah mereka semua.
"Mela dan Meli ikut aku aja. Sekalian kan melewati rumahmu", ucap Indah.
"Aku mau kasih kesempatan kepada Andi dan Salsa untuk bersama", batin Indah. Yang seakan-akan tahu kalau Andi mau mengantarkan Salsa.
"Salsa ikut kita aja In" ucap Mela yang tidak tahu bahwa Salsa membawa mobil.
"Gak usah, gue sendiri aja" ucap Salsa
"Kasihan Salsa yang sendirian. Biar aku ikut Salsa", ucap Meli.
"Kalo kamu ikut Salsa, nanti Salsa mengantarkan mu. Kemudian putar balik lagi untuk balik kerumahnya. Apa gak kasihan lagi", ucap Indah yang kiranya Salsa diantar oleh Andi.
"Iya bener kata Indah. Ujung-ujungnya juga sendirian. Aku sendirian gak papa kog. Lagian udah biasa", ucap Salsa.
"Kog sendirian si Sal" ucap Indah heran dengan jawaban Salsa.
"Iyalah sendirian, terus kalau gak sendirian sama siapa" ucap Salsa.
Ketika Indah mau jawab sama Andi, Andi malah memotong percakapannya.
"Mana ada kembaran terpisahkan", ucap Andi.
"Tadi kan terpisah saat menyelesaikan misi", ucap Meli.
"Oh iya ya lupa gue", ucap Andi.
"Gak papa nih Sal aku ikut Indah", ucap Meli sungkan dengan Salsa kalau sendirian
"Iya Mel.. Lo tenang aja", ucap Salsa.
"Biar Salsa ku antarkan", ucap Andi.
"Gue bawa mobil kali", ucap Salsa.
"Hah bawa mobil?" ucap Indah
"Bawa mobil dari mana. Lha Lo aja aku jemput untuk nginep ke rumah si kembar", lanjut Indah. Yang baru tahu kalau ternyata Salsa bawa mobil sendiri.
"Iya.. Tadi aku pulang dulu kerumah untuk ambil mobil. Tanya aja sama Meli", ucap Salsa.
"Bener kog.. Tadi emang awalnya nge grab tapi kalo dipikir kalau nge grab sambil mencari alamat rumah Zainal kan butuh ongkos yang mayan jadi pulang dulu ambil mobilnya Salsa", ucap Meli.
"Owalah begitu", ucap Indah yang mengerti dengan jawaban Salsa tadi yang sendirian.
__ADS_1
"Ya udah gue kawal lo sampai depan rumah lo", ucap Andi.
"Gue bukan presiden yang perlu dikawal", ucap Salsa.
"Lo cewek dan ini udah sore menjelang magrib dan gak baik lo sendirian. Gue khawatir kalo lo kenapa-napa", ucap Andi.
"Ih nih cowok kenapa si buat aku terbang melayang. Ya Tuhan... Seumur-umur baru kali ini terbang diginiin cowok, biasanya juga gak terbang", batin Salsa.
Dan yang lain bilang cieee..
"Terserah elo", ucap Salsa.
"Emm.. Kita pulang dulu ya Zain", ucap Maryam.
"Perlu ku kawal juga?", ucap Zainal.
"Copas nih.. copas", sorak Andi.
"Terserah gue", ucap Zainal.
"Hidih nih orang", ucap Andi
"Gak usah. Ada kedua adikku", ucap Maryam.
"Benar?", ucap Zainal.
"Iya", ucap Maryam.
"Kenapa kalau cewek Kak", ucap Amel.
"Gini-gini kita bisa bela diri lho Kak", ucap Amel (Sambil menunjuk Shinta sang kakak). Dan sang kakak Shinta hanya manggut-manggut tanda iya.
"Oh iya?", ucap Zainal dengan keraguannya.
"Kalo gak percaya tanya Kak Maryam", ucap Amel.
"Iya mereka berdua memang jago bela diri", ucap Maryam.
"Bukan hanya kita, tapi juga Kak Maryam", ucap Amel.
"Seriously", ucap Zainal yang baru tahu
Dan Maryam hanya tersenyum lebar.
"Kalau gitu aku gak perlu khawatir", ucap Zainal.
"Ya udah hati-hati ya", ucap Zainal.
__ADS_1
"Iya", ucap Maryam.
"Terimakasih atas semuanya", ucap Maryam. Semuanya itu termasuk jamuannya.
"Iya", ucap Zainal.
"Kita pamit ya Zainal", ucap Indah perwakilan dari mereka.
"Iya. Terimakasih juga atas bantuannya", ucap Zainal.
"Itu tugas kami sebagai sahabatnya Maryam", ucap Indah. Dan si pemilik nama hanya tersenyum.
"Gue juga pamit ya bro", ucap Andi.
Semuanya pergi dari rumah Zainal.
Di tempat Salsa berada
Salsa memberhentikan mobil tepat didepan rumahnya.
"Nih cowok beneran mengawal ku sampai rumah", ucap Salsa sambil melihat spion mobil yang tepat dibelakang mobil Salsa ada mobil Andi.
Kemudian Salsa turun dari mobil dan diikuti Andi yang juga turun dari mobil.
"Seharusnya lo gak perlu mengawal ku sampai rumah, gue bisa sendiri dan sudah terbiasa sendiri", ucap Salsa.
"Gue tahu lo bisa dan terbiasa. Tapi gue gak akan biarin lo pulang sendirian. Apalagi ini udah magrib", ucap Andi.
"Tapi" ucap Salsa dan dipotong oleh Andi.
"Gue khawatir dengan lo", ucap Andi.
"Lagi-lagi dia bikin aku meleleh", batin Salsa.
"Lo gak perlu khawatirkan gue, gue gak apa-apa", ucap Salsa.
"Lagi pula lo bukan siapa-siapa gue", lanjut Salsa.
"Iya emang gue sekarang bukan siapa-siapa elo. Gue ingin menjadi bagian hidup lo", ucap Andi.
Deg hati Salsa seketika berdenyut kencang.
"Mak..Maksud lo?", ucap Salsa kaget dengan ucapan Andi barusan.
.
Maaf ya teman-teman baru update, author sedang memperbaiki novelnya. Author ingin dikontrak pihak novel. Doakan author ya teman-teman.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗