Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs

Jodohku Cinta Monyetku Di Masa MTs
Papa Marah (eps 46)


__ADS_3

"Kalau ditanya-tanya Mama dan Papa gimana Kak?", ucap Amel.


"Iya nanti Mbak yang jawab semua pertanyaan nya", ucap Maryam yang menenangkan adik bungsunya itu.


"Bener ya Kak", ucap Amel. Amel dan Shinta emang kadang-kadang manggil Kak atau Mbak, terserah mereka berdua.


"Iya Mbak janji, tapi awas kalau kamu keceplosan", ucap Maryam.


"Iya lo yang sering keceplosan chil", ucap Shinta.


"Iya-iya maaf. Oke kali ini tolong ya mulut dikondisikan", ucap Amel yang seakan-akan berbicara dengan mulutnya.


"Tapi, Mbak Maryam masak mau berbohong ke Mama Papa", ucap Shinta.


"Kata siapa, kan emang bener kita habis ketemu Mas Hafidz ketemu sama bestieku. Gak bohong kan?", ucap Maryam.


"Iya ya. Kan emang bener", ucap Amel.


"Ide yang bagus Mbak", ucap Shinta.


"Ya udah kita turun yuk. Nanti keburu magribnya habis", ucap Maryam.


"Oh iya kan belum sholat magrib", ucap Amel. Kemudian mereka bertiga turun dan memasuki rumah. Dan ternyata mereka sedang ditunggu ortunya yang sedang mengkhawatirkan 3 anak perempuannya itu.


"Assalamualaikum", ucap mereka bertiga.


"Waalaikumsalam", jawab semua penghuni.


"Udah sholat Kak", ucap Mama Maryam kepada mereka bertiga.


"Emm.. Belum Ma. Ini buru-buru sholat", ucap Maryam


"Lain kali kalo main jangan sampai magrib ya. Kalian bertiga cewek. Gak baik pulang magrib-magrib", ucap Mama Maryam.

__ADS_1


"Iya Ma.. Maaf", ucap mereka bertiga.


"Sholat dulu nanti kesini", ucap Papa dingin.


"Iya Pa, kita keatas dulu ya", ucap Maryam perwakilan mereka bertiga. Karena Maryam udah janji bahwa Maryam lah yang menjawab semua pertanyaan Mama dan Papa nya itu.


"Jangan lupa bersih-bersih ya sayang", ucap Mama Maryam.


"Pasti Ma", ucap Maryam. Kemudian mereka bertiga naik keatas dan pergi kekamar masing-masing untuk bersih-bersih dan menunaikan ibadah shalat magrib. Akan tetapi di depan kamar Maryam menghentikan langkah Shinta dan Amel.


"Shin, Mel nanti jama'ah saja ya. Tau kan ganjaran jama'ah itu berapa?", ucap Maryam


"Iya Mbak kita tahu kog. Nanti jama'ah nya dikamar Mbak saja", Ucap Shinta


Maryam sudah bersih-bersih dan menunggu kedua adiknya yang amat lama baginya. Maryam pun ngedumel seperti biasa.


"Mana sih duo bocilku ini", ucap Maryam dengan sendirinya.


Masuklah kedua adiknya tersebut tak lupa mengetok pintu dan salam, seperti yang diajarkan kedua orang tuanya.


"Lama amat dek-dek. Ngapain aja sih, tau gak kalau waktu sholat magrib tuh pendek", ucap Maryam.


"Iya-iya Mbak maaf", ucap kedua adiknya.


"Buruan komat", ucap Maryam.


Kemudian Shinta komat sebelum sholat. Karena komat adalah kesunnahan. Jadi sebelum sholat itu dikumandangkan komat terlebih dahulu. Kemudian mereka menunaikan sholat magrib tak lupa dengan wiridan dan berdoa sebentar.


"Yuk Mbak turun", ucap Shinta.


"Takut lah Mbak", ucap Amel.


"Boleh gak diwakilin", lanjut Amel.

__ADS_1


"Udah ayuk turun, nanti kamu dicariin gimana", ucap Shinta.


"Tau gak tadi raut wajah Papa gimana?", ucap Amel.


"Maka dari itu kita turun", ucap Shinta.


"Nanti kalau gak turun malah bahaya", lanjut Shinta.


"Tenang Dek, ada Mbak yang shiap menjawab", ucap Maryam.


"Ini tanggung jawab Mbak, kan Mbak yang ngajak kalian, jadi Mbak lah yang bertanggung jawab", lanjut Maryam.


"Iya Mbak", ucap Amel yang sedikit lega dengan penenang sang Kakak.


"Yuk turun, udah ditunggu dari tadi", ucap Maryam.


Emang kedua orang tua mereka mendidik dengan tegas dan disiplin. Jadi tak salah jika si Amel yang takut. Setelah semuanya selesai mereka kebawah untuk menemui orang tuanya yang sudah siap untuk mengintrogasi mereka bertiga.


"Sini Nak duduk", ucap Mama dengan lembut.


"Mau cerita apa Papa yang bertanya", ucap Papa dengan nada dingin.


"Cerita saja Pa", ucap Maryam.


"Siapa yang mau mewakilkan bercerita", ucap Papa.


"Maryam saja Pa. Karena ini yang ngajak mereka berdua keluar kan Maryam dan juga ini kan kepentingan Maryam. Jadi Maryam lah yang akan bercerita", ucap Maryam.


"Silahkan sayang", ucap Mama.


"Maaf sebelumnya ya Pa, kalau kita membuat kalian semua khawatir termasuk Mama dan Papa. Dan maaf juga pulangnya telat. Tadi bukan hanya bertemu sama Mas Hafidz doang. Jadi setelah ketemu Mas Hafidz sahabat Maryam ngajak ketemu. Ada perihal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Perihal mengapa gak kasih kabar kepada Mama dan Papa itu karena baterai kita sama-sama lowbat. Sekali lagi maaf ya Ma Pa. Kita mengaku salah. Jika sekiranya ada hukuman biar Maryam aja yang dihukum, karena ini Maryam yang salah dan tanggung jawab Maryam yang telah mengajak mereka berdua", ucap Maryam panjang kali lebar kali tinggi.


"Shinta, Amel, apa bener yang diceritakan oleh Maryam?", ucap Papa.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗


__ADS_2