
"Ma Pa maafin Maryam ya, jika perkataan Maryam membuat Mama dan Papa malu dan tak sopan tentunya. Maryam tahu ini bukan ajaran dari kalian. Maryam salah, Maryam minta maaf", ucap Maryam dengan menunduk.
"Iya nak, Mama dan Papa mengerti posisi kamu. Mama juga kurang suka dengan Hafidz. Iya tahu si, dia anak lulusan Kairo dan seorang hafidz. Tapi attitude nya kurang menurut Mama ya", ucap Mama Maryam.
"Ya sudahlah lupakan, yang lalu biarlah berlalu. Tadi kan termasuk masa lalu, jadi lupakan. Masa lalu itu dijadikan pelajaran", ucap Mama Maryam kemudian.
"Maafin Papa ya telah menyuruh ta'aruf sama Hafidz", ucap Papa Maryam.
"Bukan salah Papa, ini kan juga atas kemauan Maryam yang mengambil pilihan yang sedang emosional", ucap Maryam.
"Ya sudah suruh datang pilihan kamu itu", ucap Papa Maryam.
"Really Pa", ucap Maryam.
"Iya, Papa mendukung semua keputusanmu. Asal itu yang baik. Dan semoga dia yang terbaik untukmu", ucap Papa Maryam.
"Dan terbaik bagi Allah tentunya", imbuh Mama Maryam.
"Makasih Ma Pa, besok Zain ku suruh kesini", ucap Maryam.
"Mama sama Papa keluar dulu ya, mau bantu beres-beres dibawah", ucap Mama Maryam.
"Iya Maryam bantu Ma Pa", ucap Maryam.
"Gak usah, kamu istirahat saja", ucap Mama Maryam.
"Tapi Ma", ucap Maryam.
"Gak ada tapi-tapian", ucap Mama Maryam.
"Iya sudah Ma, sekali lagi makasih ya Ma Pa", ucap Maryam.
Mama dan Papa hanya tersenyum. Saat Mama dan Papa keluar malahan sahabat-sahabat Maryam ikut keluar. Akan tetapi dicegah oleh Mama Maryam.
"Mau ngapain kalian", ucap Mama Maryam.
"Mau bantu-bantu Tante", ucap Indah perwakilan dari sahabatnya.
"Gak usah, kalian juga disini saja. Nemenin Maryam sekaligus hibur Maryam", ucap Mama Maryam.
"Baik Tante", ucap Indah, Salsa, Mela dan Meli Secara bersamaan.
Mama sampai dibawah malah gak jadi beres-beres ternyata sudah dibersihkan menantunya Mbak Icha dan kedua anak gadisnya Shinta dan Amel.
Dirumah Zainal
"Gimana ya acaranya tadi", ucap Zainal
__ADS_1
"Udah selesai atau belum ya", ucap Zainal
"Kog gak ada kabar ya", ucap Zainal.
"Atau jangan-jangan Maryam menerima ta'aruf itu", ucap Zainal.
"Janganlah kumohon", ucap Zainal
Zainal berbicara dengan sendirinya dan mondar-mandir tak jelas seperti setrikaan. Zainal ingin menelpon tapi takut kalau acaranya Maryam belum selesai. Dan takut kalau yang ngangkat bukan Maryam sendiri, alias Papa atau Mamanya.
"Telpon, nggak", ucap Zainal sambil menekuk jari jemarinya.
"Telpon lah palingan juga udah selesai, gak mungkin selama ini kan", ucap Zainal.
Zainal akhirnya menelpon Maryam dan sekali nelpon ternyata diangkat oleh Maryam.
Dirumah Maryam
"Benarkan yang kubilang, pasti ortu lo mendukung keputusan lo", ucap Indah.
"Sudah lega kan", ucap Salsa.
"Sejujurnya belum", ucap Maryam.
"Apalagi yang lo khawatirkan", ucap Meli.
"Iya jelas-jelas ortu lo setuju dengan pilihan lo", ucap Mela.
"Kenapa lagi dengan Zainal", ucap Salsa.
"Takut kalo Mama Papa gak suka dengan Zainal, takut diintrogasi oleh mereka", ucap Maryam.
"Hahaha", Salsa, Indah, Mela dan Meli tertawa bersamaan.
"Ih kog tawa sih, ada yang lucu ya dengan pertanyaan ku", ucap Maryam.
"Enggak si, cuman aneh saja", ucap Indah.
"Aneh gimana", ucap Maryam.
"Gini ya bestie, Zainal itu udah dewasa, udah waktunya untuk menjadi kepala rumah tangga. Jadi dia bisa jawab semua pertanyaan ortu lo", ucap Salsa.
"Gak perlu khawatir", ucap Meli.
Dert... dert... telpon dari Zainal
"Zainal nelpon", ucap Maryam dengan memperlihatkan HP nya.
__ADS_1
"Panjang umur nih anak", ucap Salsa.
"Angkat dong, kepo nih gue", ucap Mela.
Dan si Salsa hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah Mela yang sedang mendekat dengan Maryam.
"Eits.. Gak bisa. Biar gue sendiri yang ngomong", ucap Maryam yang kemudian berjalan menuju balkon kamarnya.
"Dih nih anak, malah pergi", ucap Mela.
"Kamu sih kepo Mela kebiasaannya", ucap Salsa.
"Emang lo gak kepo?", ucap Mela.
"Kepo sih", ucap Salsa.
"Nah itu, sama kan", ucap Mela.
"Tapi ntar kan dikasih tau. Buat apa susah-susah nguping pembicaraan orang", ucap Salsa.
"Iya ya, bener kamu Sal", ucap Mela.
"Ya kan emang gue pintar", ucap Salsa.
"Hidih pede amat lo", ucap Mela.
"Iya dong", ucap Salsa.
"Jadi orang tuh harus pede", lanjut Salsa.
"Gak gitu juga konsepnya. Apa-apa itu tidak baik jika berlebihan", ucap Mela.
"Masa bodo", ucap Salsa.
"Udah-udah ngapain si kalian bertengkar", ucap Indah.
"Dia dulu yang mulai", ucap Mela.
"Enak aja. Lo dulu yang mulai", ucap Salsa.
"Stoooppp", ucap Indah sambil menutup telinganya.
"Iya-iya maaf", ucap Salsa dan Mela.
"Ya gitu dong", ucap Indah.
Dan kemudian mereka pada main Hp. Salsa balas chat Andi, Indah balas chat Ortunya, Meli sedang scroll Instagram, dan Mela sedang scroll tik tok. Sedangkan Maryam asyik telponan di balkon.
__ADS_1
.
Jangan lupa like dan vote biar saya makin semangat update nya, its ok👌. Dan terimakasih udah mampir di sini. Ikuti kelanjutannya ya😊, Selamat membaca🤗