Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 36


__ADS_3

Pagi ini Regan terbangun lebih dulu, wajah ayu sang istri menyambut ketika kedua mata perlahan terbuka. Pemandangan yang sangat indah, sudah tiga tahun Regan selalu di manja dengan wajah imut sang istri ketika tidur. Dirinya yang gemas mengusak pipi Kaira hingga si empunya nampak terjaga.


Regan menghujani kecupan di seluruh wajah Kaira membuat wanita itu mengaduh kegelian. Regan berharap mulai pagi ini tak akan ada lagi perdebatan di antara mereka. Dan kehangatan dalam rumah tangga kembali tercipta.


"Re.... sudah! kumismu sudah mulai tumbuh! gatal Re!" keluh Kaira dengan wajah merona.


"Apa nya yang gatal sayang?" goda Regan dengan mata mesumnya. Melihat itu Kaira dengan gemas menutup wajah Regan dengan kedua tangannya. "Otak kamu yang gatal Re!" sahut Kaira membuat Regan tertawa. Terlebih saat ia sadar wajah Kaira terlihat sebal. Hal itu membuat Regan semakin geregetan dan terus ingin menggoda jika tidak ingat pagi ini ia ada meeting penting.


Kaira segera melepaskan diri dari pelukan Regan tapi dengan mudah pria itu kembali menarik Kaira hingga dirinya terjatuh di atas tubuh sang suami. Keduanya saling menatap tanpa berucap. Saling mengungkapkan rasa dengan tatapan mata. Hingga Regan membuyarkan keadaan dengan mengecup bibir Kaira.


"Jangan bersedih lagi sayang! Kita lalui bersama!" ucap Regan dengan menatap lekat mata Kaira. Menghipnotis sang istri akan ketulusan hati dan tak ingin kejadian kemarin terulang lagi. "Banyak yang mendapat ujian lebih dari kita, ada yang 5 sampai 10 tahun belum memiliki keturunan. Tapi dengan kesabaran mereka Allah membuka jalan."


Kaira menganggukkan kepala, ia paham akan itu hanya hatinya saja yang belum bisa sepenuhnya sabar menghadapi. Kaira pun sadar dengan apa yang ia ucapkan kemarin itu salah dan berusaha untuk mengontrol diri agar tidak mengedepankan emosi.


"Makasih sayang! Kamu terbaik, aku mencintaimu tanpa syarat apapun." Regan bernafas lega, apa lagi terlihat jelas wajah penuh penyesalan yang Kaira tunjukan. " Ya sudah kalo gitu aku sholat dulu ya!" Regan mengecup pipi Kaira dan segera turun dari ranjang untuk membersihkan diri.


Regan keluar dari kamar mandi dengan sajadah yang sudah terbentang rapi serta sarung dan peci siap di pakai. Dia tersenyum melihat sang istri yang begitu mengerti. "Makasih sayang!"


"Sama-sama," jawab Kaira memperhatikan Regan yang segara memakainya.


"Tunggu aku Re!" ucap Kaira kemudian segera melesat masuk ke kamar mandi. Regan menatap dengan tatapan bingung, tapi tak ada waktu untuk bertanya karena Kaira telah menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Sayang, bukannya kamu sedang halangan ya? Dari semalam aku mau tanya kok lupa." Tanya Regan sebelum memulai sholat. Dia begitu penasaran dan takut sang istri lupa. Namun semalam ia melihat Kaira pun sholat.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau Re, pagi itu aku melihat ada noda merah di celanaku. Tapi setelah siang nggak keluar lagi, mungkin cuma flek makanya sorenya aku keramas dan kembali sholat."


Regan tak lagi menjawab, ia menganggukkan kepala dan segera mengimami. Melaksanakan dengan khusuk tanpa melupakan segenap doa setelah salam. Setelah menyelesaikan kewajibannya Kaira segera turun ke dapur membuatkan sarapan untuk Regan.


"Jangan capek-capek sayang! buatkan aku kopi dan roti saja, aku mau cepat berangkat karena ada meeting pagi ini."


Kaira menganggukkan kepala mengiyakan dan segera bertindak dengan capat. Tak butuh waktu lama ia sudah menghidangkan sarapan simple di hadapan Regan yang siap untuk berangkat kerja.


"Makasih sayang, " Regan menyeruput kopi buatan sang istri dan segera memakan roti yang telah di beri selai kacang.


"Kamu mau sayang?" tanya Regan setelah melirik piring Kaira yang masih kosong.


"Aku nanti saja, gampang juga. Aku mau makan yang berkuah-kuah. Bubur ayam sepertinya enak ya Re?" tanya Kaira dengan wajah berbinar membayangkan melahap habis bubur ayam yang di aduk.


"Memangnya bubur ayam berkuah, setau aku yang berkuah itu bubur kacang hijau sayang!"


Ragan pun akhirnya mengalah, apapun yang Kaira inginkan yang terpenting membuat wanita itu bahagia maka Regan tidak ingin mempermasalahkan.


"Apapun itu, asal kamu masih tetap di sampingku! Mau di kasih kuah Indomie atau bakso tak jadi masalah yang penting istriku suka!"


cup


"Aku berangkat ya sayang! Jika ingin kemana-mana hubungi aku, oke!" ucap Regan memberi pesan dan dia segera berangkat dengan meninggalkan salam. Regan pun tidak lupa mengecup kening Kaira dan kembali bersemangat berangkat bekerja.

__ADS_1


"Hati-hati!" seru Kaira kemudian ia melambaikan tangan saat mobil Ragan meninggalkan halaman rumah.


Tak seperti kemarin, pagi-pagi sudah di warnai dengan keributan. Tapi pagi ini penuh dengan kecupan. Hati Regan begitu tenang, berbeda dengan Kaira yang masih ada rasa bersalah. Namun sebisa mungkin menutupi dengan senyuman.


Siang ini Kaira tiba-tiba datang ke kantor Regan dengan mengantar makan siang. Mengingat Regan yang hanya sarapan dengan selembar roti membuat Kaira tak tega. Pekerjaan suaminya sudah pasti padat dan akan lupa makan siang.


Benar saja, saat Kaira datang Regan tengah memberikan perintah kepada sekretarisnya dengan tetap menjaga pandangan. Kaira masuk ke dalam ruangan dengan perasaan tidak suka karena melihat sekretaris Regan begitu menggoda. Pakaian sexy dengan sengaja membusungkan dada. Dan suaranya yang berirama, terkesan begitu manja.


"Eheeeemmmm.....Sudah diskusinya? Bukannya sudah jam makan siang ya? Kok sepertinya betah sekali sampai tidak ingat waktu?"


Regan terkejut mendengar suara istrinya begitu nyaring terdengar, tetiba masuk ruangan dan datang tanpa kabar. Pria itu segera beranjak menyambut kedatangan sang istri yang masih berdiri di depan pintu. Sekretaris Regan pun ikut beranjak dengan membenarkan penampilannya dan pamit keluar.


Mata Kaira memicing menatap sang suami, jarang-jarang Kaira datang ke kantor Regan. Bisa terhitung pakai jari tapi baru kali ini ia masuk ke ruangan sang suami. Namun pemandangan tak mengenakkan hati membuat pikirannya melayang-layang.


Terlebih yang ia tau sebelumnya sekretaris Regan itu pria yang juga merangkap sebagai asisten. Dan cukup tenang bahkan selalu menolak ketika di ajak datang ke kantor. Tapi setelah melihat siapa sekretaris suaminya kemungkinan Kaira akan sering berkunjung tanpa di suruh.


"Sayang, kenapa datang tidak memberi kabar, hhmm?" tanya Regan lembut, jauh dari nada suaranya tadi saat berhadapan dengan sekretarisnya.


"Kenapa memangnya? Merasa di labrak? Berasa tertangkap Basah? Iya? Lagi menikmati pemandangan indah eh aku tiba-tiba merusak suasana, begitu?" Kaira menatap sengit sang suami, emosinya tiba-tiba naik. Rasanya seperti ingin mengajak wanita itu jambak-jambakan.


"Kamu cemburu?" tanya Regan kalem menyadarkan akan sikapnya yang bar-bar.


"Untuk apa?" tanya Kaira tanpa ingin mengakui dan membuang muka menutupi wajahnya yang tiba-tiba merona.

__ADS_1


"Ya sudah kalo tidak, urusan aku belum selesai dengan dia. Tunggu sini dulu nanti aku akan kembali jika pekerjaanku sudah selesai!" Regan segera melangkah keluar ruangan dan ingin memanggil kembali sekretarisnya namun baru saja tangannya ingin membuka pintu, seruan Kaira membuatnya mengulum senyum.


"Besok aku yang menggantikan posisinya Re! Jika hanya memakai pakaian sexy dan berdandan bak ondel-ondel masuk clubing akupun bisa!"


__ADS_2