Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 45


__ADS_3

Setelah tiga hari di rumah sakit kini Kaira sudah di bawa pulang oleh Regan. Rasa bahagia menyelimuti sepasang suami istri itu, serta kata syukur pun tak surut terucap di dalam hati mereka.


Rumah tangga mereka kini sudah semakin sempurna dengan kehadiran buat hati yang kini telah tumbuh di dalam perut sang istri. Dan dengan adanya itu membuat tanggung jawab Regan sebagai suami pun semakin bertambah.


Terlebih Kaira yang sedang mengidam, banyak hal yang diinginkan di trisemester pertama. Regan pun terkadang bingung dan kewalahan sendiri. Setiap malam ada saja keinginannya dan Regan harus memenuhi dari pada ia tidur di luar.


Semua berlangsung hingga kini kehamilan Kaira menginjak tiga bulan, selain manja dan ingin selalu di perhatikan Kaira pun meminta sesuatu yang terkadang sulit di cari. Hingga Regan nampak frustrasi, dia pikir menjadi ayah akan semudah itu ternyata tidak.


Membuatnya tiap malam jadinya tiga tahun kemudian dan setelah jadi sang istri menjadi banyak maunya karena faktor si jabang bayi. Terkadang membuat Regan stress sendiri.


"Maaaassssss......." rengek Kaira yang masih terbungkus selimut setelah olahraga malam.


"Kenapa sayang, hhmm?" tanya Regan dengan sabar, padahal dalam hati ia berdoa agar malam ini Kaira tidak minta sesuatu yang sulit baginya. Karena Regan cukup lelah setelah membuat istrinya hampir tak berdaya.


"Mau makan batagor.." lirih Kaira yang hanya menampakkan wajahnya saja karena seluruh tubuhnya tertutup oleh selimut. Kaira pun kini tengah memainkan dada Regan, menggambar abstrak dengan memberi sentuhan jemarinya yang halus dan lembut.


Regan melirik jam dinding yang menunjukkan angka dua. Dia menghela nafas berat memikirkan mau mencari kemana batagor di jam segini. Kenapa jika menginginkan sesuatu selalu tengah malam bahkan hampir pagi. Tidak di jam sore atau siang hari yang masih komplit jajanan.


"Ini sudah hampir pagi sayang, adanya paling bakmi, nasi goreng, sate. Kalo batagor nggak ada."


"Ada!" kekeh Kaira. "Sudah aku turuti sampai dua kali masak giliran aku minta sekali nggak di turutin. Nanti anak kamu ngeces gimana?" Kaira mulai merajuk, perutnya pun berdendang membuat Regan mau tidak mau menuruti karena Kaira yang benar-benar kelaparan.

__ADS_1


"Aku lihat resto yang masih buka dulu ya," Regan segera meraih ponselnya di atas nakas untuk mencari restoran yang masih buka di aplikasi food. Tapi dengan cepat di tarik oleh Kaira.


"Loh ....Ponsel aku sayang, kalo gini gimana mau ngecek restoran yang menjual batagor?" protes Regan dengan menatap istrinya dengan wajah bingung. Tapi sedikit lega, mungkin sang istri tidak jadi meminta dan ingin mengajaknya istirahat.


"Aku nggak mau yang di restoran, aku maunya yang keliling. Dan bukan mangkal loh mas, aku mau yang jualnya pakai gerobak. Keliling gitu Mas."


Regan beranjak dari tidur kemudian memijit pelipisnya. Ngidam sang istri benar-benar tak tau waktu. Dan kini dia harus mencari kemana pedagang batagor keliling yang di pinta Kaira.


"Ayo maaaasssss cari!"


"I...I...Iya...." Regan segera turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum melakukan pencarian. Jika sudah begini dia harus bergerak cepat mencari sebelum sang istri merajuk dan akan menambah keinginannya.


"Kamu hati-hati di rumah! Aku pergi dulu," Regan mengecup kening Kaira dan pamit untuk pergi.


Sepanjang jalan Regan menghela nafas kasar berulang kali. Sudah hampir dua jam ia mencari bahkan kini hampir subuh namun tak kunjung ia mendapatkan batagor yang diinginkan istrinya.


Regan pun mengecek restoran yang menjual batagor namun hasilnya nihil.


Sampai kini sudah masuk adzan subuh dan rasa kantuk begitu menyiksa Regan. Ia memarkirkan mobilnya di halaman masjid untuk melaksanakan sholat subuh. Beruntung hari ini adalah hari Minggu dan setelah ini ia menyerah lalu pulang untuk istirahat.


Regan pun sudah pasrah jika Kaira akan merajuk, karena memang sulit sekali mendapatkan pedagang keliling di jam segini.

__ADS_1


"Aku menyerah sayang...." ucapnya setelah salam dan segera kembali masuk ke dalam mobil. Mungkin Regan akan menemukan apa yang Kaira inginkan jika mau menunggu hari mulai terang. Tapi dia sudah tidak sanggup karena begitu mengantuk.


Regan membawa mobilnya kembali untuk pulang ke rumah namun ketika di pertengahan jalan ia terjebak macet karena ada pasar dadakan yang buka di setiap hari minggu pagi. Padahal saat ini waktu baru menunjukkan jam setengah enam namun orang-orang sudah mulai memenuhi pasar tersebut.


"Ya Allah....ujian apa lagi ini. Aku ngantuk berat..." Regan memijit pelipisnya dan ia harus banyak-banyak bersabar menunggu giliran untuk lewat.


Dan hampir satu jam Regan bisa melewati pasar dadakan yang mengular panjang. Namun saat ia benar-benar bisa melewatinya dan keluar dari jalanan tersebut, ia melihat pedagang batagor yang baru datang dan berhenti di ujung jalan.


Mata Regan berbinar, setidaknya pengorbanan ia tak sia-sia dan bersyukur dia bisa membawa pulang makanan yang Kaira pinta. Dia segera menepikan mobilnya dan turun dari mobil dengan langkah kuyu.


"Pak saya mau beli batagornya, di bungkus ya pak!"


Pedagang itu melihat Regan dengan menyatukan alis, mungkin ia heran dengan pria tampan yang terlihat lemas dengan mata panda melingkar di kedua matanya.


"Eh iya mas, mau beli berapa?"


"Lima puluh ribu Pak! Bumbunya pisah ya pak!" jawab Regan dengan senyum ramah.


"Oh ...Iya tunggu sebentar ya mas, sebentar lagi matang." Kebetulan ada yang sedang di goreng oleh pedagang tersebut karena tidak cukup jika membungkus yang sudah tersedia. Maklum baru buka.


Dengan sabar Regan menunggu hingga pesanannya jadi dan akhirnya ia bisa pulang membawa hasil. Buru-buru Regan melajukan mobilnya agar cepat sampai dirumah. Efek muter-muter semalam membuatnya tak sadar jika hampir memasuki kawasan pinggir kota.

__ADS_1


Dengan senyum yang mengembang Regan segera keluar dari mobil setelah sampai dan memakirkan mobilnya dengan benar. Dia sudah tidak sabar memberikan batagor yang masih hangat kepada Kaira. Pasti sang istri senang meski ia terlambat pulang.


"Assalamualaikum....Sayang aku pu.....Lang." Semangat Regan hilang seraya suaranya yang tiba-tiba lirih saat melihat Kaira yang sedang asyik makan nasi Padang di pagi hari.


__ADS_2