
Regan terbangun saat mendengar rintihan sang istri. Dia melihat Kaira sudah bercucuran peluh karena menahan sakit yang tiba-tiba datang dan hanya jeda beberapa saat kembali menyerang.
"Sayang apa anak kita sudah ingin lahir?" tanya Regan dengan panik.
"Astagfirullah Mas, sakit sekali... Sepertinya ini kontraksi."
Regan segera membuka selimut dan turun untuk mencuci muka lalu menyiapkan tas-tas bayi serta tas keperluan sang istri yang sudah disiapkan oleh Kaira sebelumnya. Tidak lupa juga Regan mengganti piyama tidurnya kemudian membantu Kaira memakai kerudung serta jaket.
"Ayo Sayang Mas bantu, kita turun ya! Masih bisa jalan nggak?" Regan tidak tega melihat Kaira begitu kepayahan, sepertinya sakit sudah sangat menyiksa hingga wanta itu sesekali berdesis menahan kontraksi yang datangnya sudah sering.
"Aku bisa Mas," jawab Kaira. Meskipun rasanya begitu sakit namun Kaira mampu berjalan sendiri dan tidak ingin membuat Regan semakin kewalahan karena pria itu sudah repot membawa segala keperluan untuk di rumah sakit nanti. "Titipkan Kalandra dulu pada Bibi Mas!"
"Iya Sayang." Regan segera melangkah ke kamar Bibi untuk menitipkan putranya. Ini masih tengah malam dan Bibi masih terlelap di kamar. Sedikit kasihan membangunkan beliau yang pastinya begitu kelelahan setelah tadi acara. Namun, urgent sekali dan tidak mungkin membiarkan Kalandra sendirian di kamar.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
Ceklek
"Bapak... Ada apa?" tanya Bibi, beliau melihat Regan dengan tatapan Bingung, terlebih Bibi melihat dua tas yang melingkar di pundaknya.
"Saya mau ke rumah sakit Bi, istri saya akan melahirkan . Tolong jaga Kalandra ya Bi!" ucap Regan.
"Baik Pak," jawab Bibi, beliau buru-buru melangkah menuju pintu utama mengikuti langkah Regan yang menyusul Kaira. Regan segera membantu Kaira yang sedang berjalan perlahan menuju mobil. Dengan cepat Bibi berlari untuk membukakan pintu mobil.
"Hati-hati ya Bu, semoga lancar tanpa halangan sedikitpun."
"Iya Bi, titip Kalandra ya Bi dan hati-hati di rumah!"ucap Kaira kemudian masuk ke dalam mobil.
Sesampainya di sana Kaira segera mendapatkan penanganan dengan ditemani oleh Regan. Kali ini Regan lebih tenang, tidak seperti sebelumnya saat Kaira melahirkan Kalandra. Mungkin karena sudah ada pengalaman jadi tidak terkejut lagi. Dia pun dengan sabar menahan setiap cengkeraman tangan Kaira yang membuat lengannya berdarah karena kuku Kaira yang menggores meninggalkan perih.
Regan melantunkan ayat-ayat alquran di telinga Kaira dan tak lupa mengingatkan Kaira untuk banyak-banyak bersabar. Tepat pukul tiga pagi, bayi berjenis kelamin laki-laki kembali lahir dari rahim Kaira. Ucapan syukur menyelimuti hati keduanya.
Regan menghujani wajah sang istri dengan kecupan. Dia sangat terharu melihat pengorbanan Kaira yang begitu besar.
"Alhamdulillah Bunda kembali mendapatkan cucu laki-laki. Sepertinya akan banyak jagoan yang melindungi Oma nanti," ucap Bunda Sella yang baru datang setelah tadi Regan menghubunginya sedangkan Mamah Ceri sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Semua keluarga nampak terkejut mendengar kabar Kaira yang sudah melahirkan. Padahal baru semalam semua keluarga pulang dari rumah Kaira dan Regan. Belum ada tanda-tanda apapun yang Kaira tunjukkan hanya saja memang jika di lihat dari perut Kaira semalam sudah terlihat turun sekali.
__ADS_1
"Alhamdulillah Mah, buat teman Kalandra. Biar nggak mainan boneka terus sama Nana," sahut Kaira.
Kaira dan Regan bersyukur apapun yang di berikan oleh Allah. Mungkin setelah ini Regan berusaha lagi lebih giat agar mendapatkan anak perempuan. Dan menanyakan ilmunya pada Kak Wawan agar bisa memiliki anak kembar perempuan sekaligus.
"Assalamuallaikum..."
"Wa'allaikumsalam..." Tampak Mamah Ceri dan juga Papah Tio datang berkunjung dengan senyum mengembang. Betapa bahagianya mereka mendapatkan cucu baru lagi. Terlebih anak perempuan mereka belum ada yang menikah. Mungkin sebentar lagi Rayya yang akan menyebar undangan dan entah Retha kapan kerena masih dalam tahap menyadari jika selama ini hanya dimanfaatkan oleh para pacarnya.
"Cucu Oma jagoan lagi..." Mamah Ceri bergantian menggendong bayi laki-laki yang sangat mirip dengan Kalandra. "Kaira makasih ya, sudah memberikan cucu lagi untuk Mamah."
"Sama-sama Mah," jawab Kaira dengan menyunggingkan senyum. Regan pun tersenyum melihat sang istri yang nampak bahagia. Pria itu segera menyuapi Kaira makan sebelum menyusui putranya.
Daddy duduk bersama Ayah Dimas, keduanya nampak berbincang kemudian menatap Regan yang begitu perhatian terhadap Kaira. "Makasih Kak, meskipun gue nggak berjodoh dengan Bundanya, tetapi loe kasih Kaira untuk Regan," ucap Tio.
"Sama-sama, memang Kaira jodoh Regantara. Semoga mereka bahagia selamanya."
"Aamiin... Selamat berpuasa kembali ya Re," seru Tio membuat Regan menoleh ke arah Sang Papah.
Regan tersenyum mendengar ucapan Papahnya. "Sudah tidak kaget Pah," sahut Regan kalem. Ya semua yang dia rasakan hari ini begitu membuatnya bahagia dan juga mulai terbiasa. Mungkin akan setiap tahun Regan merasakan ini karena akan terus berproduksi. Itupun jika mendapat acc dari sang istri.
__ADS_1