Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 57


__ADS_3

"Ngeselin banget kamu mas!" ucap Kaira kesal kemudian bangkit dari tidurnya dan menatap pintu yang sudah kembali tertutup. Bukannya merayu Regan malah kabur begitu saja. Padahal Kaira berharap Regan duduk di ranjang dan menggodanya agar tidak terus-menerus merajuk. Tapi ternyata malah pamit mengantar Bunda pulang.


"Benar-benar membuat emosi ya kamu Mas!"


Kesalnya Kaira terus berlanjut hingga sore hari dan itu mempengaruhi putranya yang mendadak rewel. Mungkin karena tau Mamahnya sedang uring-uringan, jadi ikut nangis terus padahal sudah Kaira beri ASI sampai kenyang.


"Aduh Andra kamu kenapa rewel gini sich? Mamah jadi pusing tau! Kamu kenapa sayang? Rewel karena di tinggal Oma? Iya nak?"


Kaira terus menimang Kalandra dan membawanya ke halaman belakang agar bisa sekalian menghirup udara segar. Namun Kalandra tak kunjung diam, dia terus saja merengek sampai Kaira mengabaikan lima waktunya karena kerepotan.


"Aduh.....Padahal jagain Nana sama Nunu nggak gini banget dech. Ini mana mas Regan lama banget lagi nggak pulang-pulang! Bikin makin senewen aja."


Kaira kalang kabut sendiri, hingga kini ia berpindah ke ruang keluarga karena lelah terus menggendong Kalandra. Kaira duduk di sofa dengan Kalandra di dekapan dan mengusap punggung Kalandra agar putranya merasa nyaman.


Niat ingin tidur siang tapi mendadak repot sendirian, alhasil Kaira tertidur saat magrib tiba karena kelelahan.


"Assa..... Astaghfirullah sayang kok magrib-magrib tidur?" Regan segera melangkah menuju sofa dan meraih putranya yang masih terlelap, mungkin lelah menangis membuat Kalandra akhirnya terlelap. Sedangkan Kaira yang begitu lelah sampai tidak sadar jika kini ia tertidur dengan mulut terbuka.


"Lucu, tapi kasian pasti kamu kerepotan." Regan mengusap lembut pipi Kaira hingga membuat sang istri terjaga.


Perlahan Kaira membuka mata, senyumnya hampir saja ingin terukir saat wajah suami tampannya yang ia lihat pertama kali. Tetapi dengan cepat Kaira kembali menyurutkan senyum begitu teringat betapa kesalnya dia dengan Regan tadi.


"Ck, ganggu!" ketus Kaira yang kemudian beranjak dari sofa.


"Hay sayang ini magrib loh. Masak mau tidur terus, sholat dulu, makan terus lanjut sholat isya baru tidur lagi Sayang!"


"Nggak usah sok perhatian mas!" celetuk Kaira. Wanita itu kemudian melangkah menuju kamar untuk mandi selagi putranya ada yang menemani. Sebenernya Kaira terkejut tadi karena ia terbangun saat langit mulai gelap, di tambah lagi ia mendengar suara adzan. Tapi karena teringat akan masalah sebelum Regan pergi membuat Kaira mendadak uring-uringan lagi.

__ADS_1


Sampai di kamar Kaira segera masuk ke dalam kamar mandi. Rasanya sudah sangat gerah sekali saat waktu mandi sorenya terlambat. Terlebih dia malu ketika sang suami datang, tubuhnya masih bau keringat.


Regan masuk dengan Kalandra yang sudah terjaga. Regan merebahkan sang putra di atas ranjang dan ikut merebahkan diri di sana sambil menunggu Kaira selesai mandi. Hampir dua lima belas menit sang istri di dalam. Dan keluar dengan wangi sabun yang begitu segar.


"Wangi banget sayang, udah persiapan ya buat nanti malam?" tanya Regan saat melihat Kaira keluar dari kamar mandi dengan handuk membungkus rambut dan tubuhnya yang berbalut bathrobe.


"Udah basi!"


"Angetin lagi donk sayang!"


"Nggak mau, udah kadung gosong. Sampe ngebul otak aku!" sahut Kaira dengan wajah merengut. Ia segara mengambil perlengkapan sholatnya tanpa menunggu Regan mengimami. Karena Kaira pikir biar bisa gantian menjaga Kalandra. Jadi sholat sendiri saja biar aman.


"Nanti aku siram sayang, kan udah lama nggak di siram. Pasti udah kering banget kan?"


"Nggak usah sok-sokan akrab, hati aku masih mangkel. Dan ingat jatah puasa bertambah satu bulan." Kaira sengaja berganti pakaian di depan sang suami dan di lanjut memakai mukenahnya.


Regan tak lagi menanggapi karena sang istri yang sudah mulai sholat. Ia segera mengusal merusuhi jagoan kecilnya yang terlihat anteng.


Regan meraih ponsel dan mengambil gambar putranya dengan berbagai ekspresi. Timbang gabut mending bikin rusuh.


"Nah jadi dech...." gumam Regan dengan tersenyum melihat status WhatsApp nya yang terpasang foto Kalandra.


Regan segera beranjak dari tidurnya setelah melihat sang istri sudah selesai. Dengan jail dia mencolek bongkahan menggoda hingga mendapatkan tatapan tajam dari Kaira.


"Mamah Kalandra jangan marah-marah terus, nanti Andra nya ngambek loh!" goda Regan kemudian mengedipkan sebelah mata.


Kaira tak menggubris godaan Regan, dia membuang muka dan segera mendekati Kalandra yang ternyata sudah tertidur nyenyak.

__ADS_1


"Anak mamah bobo, cepat sekali. Di apain sama Papah?" tanyanya heran, siang tadi ia sampai capek karena Kalandra yang rewel dan tidak mau tidur lagi. Tapi giliran main dengan suaminya, Kalandra tak banyak tingkah dan tidur tanpa meminta susu.


Kaira menyelimuti putranya kemudian merebahkan tubuhnya setelah mengambil ponsel yang tergeletak di atas nakas. Tangannya berselancar membuka online shop kemudian memilih pakaian Kalandra yang lucu-lucu.


Kaira begitu senang karena membayangkan Kalandra akan memakai pakaian yang kini telah ia masukan ke dalam keranjang.


"Pakaian cowok lebih simple, tapi lumayan lucu. Memang beda sama pakaian Nana yang kayak chibi-chibi. Kalau Nana pakai bando dan jepit cantik, berarti Andra pakai dasi kupu-kupu aja ya biar sama kayak Nunu."


Selesai memesan kemudian Kaira membuka aplikasi hijau. Kaira melihat status teman-temannya yang lucu-lucu hingga Kaira harus menahan tawa agar tidak menggangu Regan yang belum selesai.


Tangan Kaira tiba-tiba berhenti saat ia melihat status sang suami yang terpajang foto Kalandra dengan di tutup stiker kecil di area wajah. Mungkin Regan sengaja agar tidak terlalu jelas, untuk menghindari penyakit ain. Tapi fokus Kaira saat ini adalah caption yang tertulis disana.


..."Puasa satu bulan lagi, siap-siap launching adik cantik untuk Kalandra."...


Senyum Kaira memudar setelah membaca serangkai kalimat yang Regan tulis. Rasanya saja masih ngilu dan terbayang-bayang terus saat dirinya berusaha untuk mengejan. Tapi Regan seenaknya mau nambah anak lagi. Sepertinya memang harus memasang pagar sebelum kebobolan. Bisa bahaya jika sang suami tidak bisa di ajak kompromi.


"Kayaknya aku harus konsultasi sama Bunda masalah itu."


"Konsultasi apa sayang?" tanya Regan yang diam-diam memperhatikan.


Kaira segera bangkit dari tidurnya dan menatap sang suami dengan bibir mengerucut. Dia berdiri di atas ranjang dengan bertolak pinggang. Kaira memajukan wajahnya hingga kini bibirnya tepat di depan telinga Regan.


"Mau konsultasi cara membuat adik cantik untuk Kalandra," bisik Kaira yang membuat Regan segwra menoleh ke arah Kaira, hingga kini kedua wajah itu hampir bersinggungan.


"Serius?"


"Serius, tapi kamu yang hamil!" celetuk Kaira kemudian segera turun dari ranjang dan keluar kamar untuk menyiapkan makan malam.

__ADS_1


__ADS_2