
Rumah Regan dan Kaira nampak ramai dengan datangnya keluarga dan teman-teman dari panti asuhan. Mereka tengah merayakan syukuran hari kelahiran Kalandra yang ke 1 tahun.
Regan dan Kaira sangat bersyukur karena di hari ini juga bertepatan dengan pertama kalinya Kalandra bisa berjalan dengan lancar. Setelah doa dan santunan anak yatim, Kaira mengadakan saweran untuk simbol rasa syukurnya. Acara itu dimeriahkan dengan para tetangga yang datang hingga memenuhi halaman rumah Kaira.
Canda, tawa dan teriakan mengiringi pengambilan uang yang berjatuhan di teras. Regan pun ikut membantu Kaira untuk menyebar uang yang tadi memenuhi wadah baskom hingga kini sudah hampir habis.
"Bahagianya istri aku," lirih Regan dengan tersenyum kalem. Dia menoleh memperhatikan wajah sang istri yang nampak sumringah sedangkan Kalandra sudah mulai kabur-kaburan bermain dengan Nana dan Nunu.
"Tentu dong Mas, semoga Kalandra sehat terus dan menjadi anak yang beruntung."
"Aamiin..."
Setelah acara, kini keluarga nampak memenuhi meja makan. Kaira membantu Bibi menghidangkan makanan yang sejak pagi sudah matang. Memang Kaira sengaja, makanan untuk keluarga besar dia ingin memasak sendiri sedangkan untuk para tamu, Kaira memesan catering.
Melihat sang istri ikut sibuk di dapur membuat Regan segera beranjak dan membantu. Awalnya Kaira tidak memperbolehkan tetapi setelah Regan memaksa akhirnya Kaira pun pasrah.
"Sudah Mas, kamu duduk saja! Biar aku yang menyiapkan semua bersama Bibi. Kamu ngobrol saja bersama Mas Wawan dan Daddy. Jangan ikut sibuk di sini!"
__ADS_1
"Sayang, mana mungkin aku diam saja melihat istriku bolak balik dari tadi. Kamu pasti capek, ayo istirahat!" ajak Regan. Regan takut Kaira kelelahan terlebih kondisinya yang sedang hamil besar. Jelas membuat Regan khawatir.
"Iya Bu, ini sudah mau selesai, biar saya saja yang meneruskan. Ibu duduk saja dan berkumpul dengan yang lain! Perut ibu sudah besar dan turun, jangan terlalu lelah! Takut nanti waktunya tiba kondisi Ibu kurang bertenaga," sahut Bibi yang sejak tadi mendengarkan bujukan Regan.
"Tuh, dengar kata Bibi Sayang. Ayo!"
"Iya Mas." Kaira perlahan melangkah menuju meja makan dan bergabung dengan yang lain diikuti oleh Regan.
"Kai, istirahatlah! Jangan terus bergerak! Kasian badan kamu, sudah bulannya juga. Bunda perhatikan perut kamu yang sudah mulai turun." Reflek Kaira mengusap perutnya yang sejak tadi terasa keras. Mungkin efek kebanyakan gerak membuat perut Kaira sedikit kram.
"Iya Bunda, ini Kaira duduk. Jangan khawatir Bun, InsyaAllah kuat." Kaira menenangkan Bunda dan keluarga yang lain. Mereka yang sejak tadi memperhatikan juga khawatir melihat Kaira yang sejak awal acara begitu aktif bergerak.
"Nggak apa-apa Mah, tenang saja! Aman, Kaira juga masih mau makan. Dari tadi belum sempat makan Mah," sahut Kaira. Bumil itu segera mengisi piringnya. Niat hati Lo setelah makan barulah dia beristirahat, karena sejak pagi belum makan nasi. Hanya cemal cemil makanan ringan saja. Padahal sekarang sudah menjelang sore.
"Loh Retha kemana Mah? Sampai baru sadar kalo dia nggak datang." Kesibukan membuat Kaira tidak sadar jika adik iparnya tidak hadir.
"Pagi sekali Retha di jemput oleh bosnya. Katanya ada tugas luar kota. Jadinya Retha hanya menitipkan kado untuk Kalandra saja," jawab Mamah yang mendadak cemas. Belum ada berbulan-bulan kerja tetapi Retha mendadak sibuk. Retha pun tidak meminta uang lagi sekedar untuk makan dan isi bensin
__ADS_1
"Retha suruh berhati-hati Mah!" ucap Regan dengan wajah serius. Nampaknya Regan mengenal bos dari PT. Amazon. Kabar Retha yang mulai kerja pun sudah diketahui Regan dari sang papah.
"Tenang, adikmu baik-baik saja! Justru kita harus bersiap dengan pernikahan Rayya," sahut Tio dengan aura wajah yang redup. Entah apa yang terjadi, mengingat pernikahan Rayya membuat beliau sedih.
Regan tau apa yang dikhawatirkan oleh sang Papah. Regan pun ikut memikirkan kedua adiknya namun, jika sudah di rumah Regan fokus pada istri dan anak sehingga Kaira tidak tau apa-apa tentang kedua adik iparnya.
Setelah semua pamit, kini Kaira sudah bersih-bersih lanjut istirahat. Kalandra pun sudah tertidur nyenyak karena kelelahan bermain dengan sepupunya.
Regan menemani Kaira di ranjang, dia mengusap punggung Kaira agar lebih nyaman dan tertidur nyenyak. Regan pun ikut terlelap setelah mendengar dengkuran halus istri dan anaknya.
"Astaghfirullah... Mas sakit sekali."
...****************...
Halo man teman🤗🤗🤗
Jangan lupa like, coment, dan vote ya.
__ADS_1
Untuk yang mau kepoin Retha dan bertanya-tanya siapa bos PT Amazon. Bisa cus ke sebelah ya kak. Di orange dengan judul CASANOVA VS Cewek Matre.