
Regan melangkah masuk ke dalam rumah, binar matanya kembali meredup karena sudah pasti apa yang ia bawa tidak jadi di makan oleh Kaira. Apa lagi kini nasi Padang yang sedang dinikmati oleh istrinya sudah habis setengah. Lalu bagaimana dengan usahanya yang ternyata sia-sia.
"Kenapa baru pulang? Aku sampai kelaparan!"
Regan menghela nafas berat, namun tetap sabar menghadapi istrinya. Mau bagaimana pun sikap menyebalkan Kaira karena sedang mengandung anaknya. Jadi mau tidak mau Regan menerima dengan tingkat kesabaran di atas rata-rata.
"Aku mencarikan makanan pesanan kamu sayang. Ini batagor yang semalam kamu minta." Regan memberikan bungkusan batagor yang ia beli dengan porsi banyak. Pikirnya ia pun lapar dan bisa ikut makan bersama dengan sang istri.
Kaira membuka kantong kresek tersebut dan melihat isinya. Dia hanya menghela nafas berat kemudian menoleh ke arah Regan dengan menatap iba. Meski terlambat tapi Kaira tau Regan telat pulang karena berusaha keras mencari.
Tanpa banyak bicara lagi Kaira mengecup pipi Regan dengan senyum mengembang. Kemudian mengajak suaminya menuju kamar. Awalnya Regan sempat bingung, tapi ia tetap melangkah mengikuti kemauan Kaira.
"Mau apa sayang? Aku ngantuk banget, kalo kamu minta lagi aku belum sanggup kayaknya." Regan menghentikan langkah Kaira saat keduanya sudah berdiri di depan pintu kamar. Namun Kaira tak menghiraukan dia terus menarik tangan Regan agar suaminya masuk ke dalam kamar.
"Sayang...."
__ADS_1
"Mandi dulu mas, setelah itu tidurlah. Batagornya kita makan siang aja ya, aku masih kenyang. Bumbunya di pisah kan, jadi aman!"
Regan kira Kaira mengajaknya mencari keringat di pagi hari, antusias sekali sang istri mengajaknya masuk ke dalam kamar. Tapi ternyata ia salah. Kaira malah memintanya untuk mandi. Meski memang benar dirinya lelah butuh bersih-bersih sebelum istirahat.
"Oke... Aku mandi dulu ya, setelah itu temani aku istirahat ya!"
Kaira menganggukkan kepala kemudian beralih ke lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian ganti Regan. Melihat sikap Kaira yang ternyata begitu manis. Membuat hati Regan lega, setidaknya rasa lelah di jalan semalaman berangsur hilang setelah melihat senyum Kaira dengan segala tingkahnya yang menggemaskan. Tak mengapa juga makanan yang ia beli tak langsung di makan. Setidaknya Kaira masih menginginkan dan tidak meminta yang lain lagi.
Setelah membersihkan diri Regan segera berganti dan mengistirahatkan diri. Kaira pun setia menemani, bahkan bumil itu jadi tidur lagi. Karena memang semalam sulit tidur, Kaira menunggu Regan pulang namun sampai pagi tak kunjung terdengar suara mobil Regan datang.
Regan tersenyum melihat bibir Kaira yang belepotan dengan sambal kacang. Dia mengecup bibir itu dengan menyapukan lidahnya untuk membersihkan bumbu kacang yang menempel di bibir sang istri.
"Mmmm......Iseng dech!" ucap Kaira dengan bibir mengerucut.
"Aku cuma ingin membersihkan bibir kamu sayang." Jawab Regan santai kemudian kembali menikmati batagor yang ia beli. Ternyata beli di gerobakan isinya lebih banyak dari pada di restoran. Dia beli lima puluh ribu tapi bisa di buat makan tiga orang. Beruntung Regan sangat lapar karena sudah sejak semalam tidak makan. Dan Kaira pun begitu lahap, jadi tidak Mubadzir dan terbuang sia-sia.
__ADS_1
"Ada tisu mas! Sepertinya kamu begitu mesum!"
Regan hanya tertawa menanggapinya, "aku mencari ini sampai ke batas kota, tidak tidur dan hampir putus asa. Aku juga sudah pasrah tadi jika akan mendapatkan kemarahan dari kamu. Tapi ternyata pas aku jalan pulang ada gerobak batagor yang baru sekali keluar. Jadi masih baru dan masih hangat. Tanpa aku tau ternyata kamu sudah makan dengan kenyang."
"So sweet nya suami aku...." Kaira beranjak dari duduknya kemudian merangkul leher Regan dan duduk di pangkuan suaminya. Beruntung sekali ia mempunyai suami yang sabar dan tidak banyak mengeluh saat dirinya sedang sangat merepotkan.
"Kamu ingin memberikanku imbalan sebagai tanda terimakasih karena sudah berhasil mendapatkan makanan yang kamu pinta?" tanya Regan dengan menahan nafas, tubuh Kaira yang semakin berisi menimbulkan godaan besar baginya. Hingga ia menahan nafas saat Kaira begitu dekat.
"Tentu, untuk suami aku yang tampan dan sangat pengertian..."
Kaira mengecup bibir Regan namun dengan cepat Regan menahan tengkuk sang istri. Dia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang jarang terjadi. Biasanya ia yang selalu agresif dan memulai lebih dulu. Tapi selagi Kaira yang memasang badan, maka tak akan Regan siakan.
Jika sudah begini Kaira pun tak dapat menolak apa lagi melawan. Mengikuti apa yang Regan ingin kan selagi masih pelan-pelan dan tidak menggangu buah hati mereka. Meski setelahnya badan Kaira akan remuk redam tapi inilah sensasinya berumah tangga yang Kaira rasakan. Regan selalu bersikap lembut padanya dan begitu memperlakukan baik.
"Pindah sofa aja mas, disini kurang nyaman."
__ADS_1
"Siap laksanakan baby!"