Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 59


__ADS_3

Kaira tidak menyangka suaminya akan meminta dia untuk bergoyang bak biduan. Bahkan suaminya rela menghabiskan isi dompet serta memberikan mobil kesayangannya. Lagi-lagi Kaira kalah, dia yang memberi umpan justru dia yang terjebak di dalamnya, dan kini Kaira kena batunya.


Regan duduk bersedekap dada menunggu sang istri beraksi. "Ayo...!" ucap Regan datar dengan tatapan dingin terus mengamati setiap lekuk tubuh Kaira yang sebenarnya membuat dia sangatlah tergoda. Matanya seakan di manjakan dengan pemandangan yang mengundang naluri kelakiannya bangkit dari sangkar. Tapi tunggu dulu, sepertinya Regan tidak ingin terburu-buru. Anggaplah dia ingin memakan hidangan pembuka terlebih dahulu. Regan pun tidak ingin menyiakan kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Regan ingin melihat Kaira totalitas dalam usahanya.


"Tapi Mas ... Ganti saja ya?" Mendadak kepercayaan dan keberaniannya luntur. Kaira rasanya ingin kabur, tetapi bagaimana jika sang suami terus merajuk. Perkara urusan penolakan jadi berbuntut panjang. Jika tau begini Kaira tidak mau lagi sok-sikan jual mahal dan menolak keinginan suami yang jelas-jelas di larang.


"Terserah," jawab Regan singkat lalu kembali lagi fokus ke laptopnya.


Kaira menghela nafas berat melihat respon Regan yang kini kembali cuek dan memfokuskan diri pada pekerjaannya. Kaira mengigit bibir bawahnya membayangkan harus benar-benar menjadi biduan dadakan. Otaknya perlahan lari ke vidio tok-tok para gadis hingga ibu-ibu yang dengan percaya dirinya lenggak lenggok di depan layar ponsel.


"Masak iya aku harus seperti mereka..."


Perlahan langkah Kaira kembali mendekat, dengan tekat yang kuat dia harus bisa mengembalikan sikap suaminya seperti dulu lagi. Bahkan lebih bucin dari sebelumnya. Kaira menarik nafas dalam, saatnya memulai pertunjukan demi kesejahteraan Bapak Regantara yang terhormat.


Regan nampak syok melihat Kaira tiba-tiba menutup laptopnya dan berdiri di atas meja kerja. Dia pikir Kaira menyerah tetapi dia salah, ternyata sang istri malah lebih nekat.


"Sayang....."


"Mas opo aku iki isih kurang ayu opo kurang sexy to Mas...." Kaira mulai menyanyi, di lirik pertama saja goyangannya sudah membuat Regan adem panas. Ditambah lagi tangannya yang mulai menyentuh menggoda.


"Mas opo aku iki isih kurang ayu opo kurang sexy to Mas...." KAira melembutkan suaranya dengan mengedipkan satu mata, bahkan ia menyisipkan lenguhan manja di akhir kalimat.


"Kurang ayu, kurang sexy...."

__ADS_1


"Kurang ayu, kurang sexy...." Kaira terus bernyanyi dengan suara manja dan gerakan meliuk-liukan tubuhnya yang semakin tak terkendali.


Gerakan yang semakin menggoda membuat Regan tak mampu lagi menahan, terlebih ini kelakuan sang istri yang paling mantap. Jangankan mobil, sertifikat rumah pun akan Regan balik nama agar istri bahagia sentosa.


"Yo nggak mampu aku...." Regan segera membopong tubuh Kaira seperti karung dan membawanya menuju kamar. Kaira memekik saat tiba-tiba Regan mengangkatnya dengan semangat 45.


"Alamat aku habis malam ini..."


Kaira di turunkan tepat di atas ranjang, dengan cepat Regan melepas kedua sepatu heelsnya kemudian dia buang sembarangan. Benar-benar Regan sudah tidak sabar, menghempaskan semua yang menurutnya mengganggu hingga keduanya polos tak berbahan.


"Mas aku mmmpphhh....." Belum sempat Kaira mengajukan syarat, Regan lebih dulu membungkam bibirnya. Padahal Kaira ingin mengajukan persyaratan pada Regan agar pelan dan tidak meninggalkan benihnya di dalam karena Kaira teringat akan dirinya yang belum memasang jaring kecebong.


Regan menatap lapar, tapi tak lupa membaca doa sebelum melahap sajian yang sejak sebulan di simpan rapat. Jangan salahkan Regan jika malam ini dia bergerak liar. Bahkan Kaira serasa di jajah hingga menyisakan perih di ujung kegiatan.


"Makasih sayang.... Lain kali aku akan menyewa organ tunggal sebagai pelengkap aksimu." Regan mengecup kening sang istri yang kini sudah menyambut mimpi.


Kaira sudah tidak sanggup membuka matanya kembali, terlebih tubuhnya sudah remuk redam seakan tulangnya sudah hancur tak berbentuk. Ingin rasanya Kaira mengumpat kesal namun ini sudah menjadi kewajiban. Doanya saat ini, pasukan kecebong melipir dan tidak dapat menembus pagar yang tak terkunci.


Pagi ini wajah Regan nampak lebih segar dari biasanya. Dia keluar dari kamar mandi dengan bersenandung ria. Regan merasakan semangat pagi di awal bulan Juni, imun booster dari sang istri sukses membuat harinya lebih cerah.


"Pagi Sayang," sapa Regan, kemudian mengecup pipi sang Istri dengan senyum menggoda. "Cemberut aja, mau lagi ya?"


"Mas!" Kaira menatap tajam Regan, efek semalam saja masih begitu terasa, mana mungkin dia mau nambah lagi. Justru jika boleh dia ingin mengajukan cuti selama satu minggu agar kembali pulih. Kaira tidak menyangka jika semalam rasanya melebihi pertama kali di kunjungi, menyisakan sakit dan perih sampe pagi hingga tidak nyaman untuk berjalan.

__ADS_1


"Iya Sayang, maaf cuma bercanda. Ayo sarapan dulu mumpung Kalandra nya lagi anteng!" Regan lebih baik mengalah karena cukup mengerti sang istri begitu lelah karena ulahnya yang membombardir sampai berkali-kali.


Kaira menganggukkan kepala, setelah mengisi piring sang suami Kaira segera duduk untuk ikut sarapan. Dia juga tidak lupa meminum susu agar hari ini tenaganya kembali kumpul. Kaira sudah sebebas dulu karena ada Kalandra yang harus dia urus dengan baik.


Setelah selesai sarapan Regan lebih dulu menyiapkan mobilnya di susul dengan Kaira yang kini menggendong Kalandra untuk mengantar Papahnya sampai teras. Kaira mendekati Regan yang sibuk membersihkan jok mobil yang akania pakai.


"Loh kamu berangkatnya kok tumben nggak pakai mobil kamu Mas?" Kaira nampak bingung saat melihat Regan menyalakan mesin mobil lamanya untuk di panasi karena, mobil yang dia pakai sudah lama menjadi penghuni garasi.


"Mobil kesayanganku kan sudah aku berikan untuk kamu semalam," jawab Regan dengan mengedipkan sebelah matanya. "Tunggu bonus dari aku nanti sore ya Mamah Kalandra."


Kaira membuang muka menyembunyikan wajahnya yang merona, malu sekali saat dia mengingat aksinya semalam. Bahkan ucapan Regan yang ingin memberikan mobil kesayangannya benar-benar di wujudkan. Regan menepati ucapannya.


"Jangan malu, pahala membuat suami senang." Regan mengusap kepala Kaira yang berbalut hijab. "Aku berangkat dulu ya Sayang, mungkin nanti siang atau sore ada art datang untuk membantu kamu. Dan kamu bisa beristirahat untuk mempersiapkan acara nanti malam."


"Haus banget ya Mas?" tanya Kaira dengan menatap jengah.


"Hmmmm....Jadi jangan lupa siapkan minuman yang menyegarkan untukku!" Regan mengecup pipi gembul Kalandra, di lanjut mengecup pipi sang istri dengan gemas. "Aku berangkat, baik-baik kalian di rumah! Assalamualaikum....."


"Wa'allaikumsalam Papah....Mas...Mas, seperti ikan dalam kolam yang kering. Bawaannya pengen disiram terus." Kaira menggelengkan kepala kemudian fokus mengurus Kalandra.


...****************...


Untuk Regan dan Kaira konfliknya ringan saja ya....Aku mau buat berbeda dari tulisanku yang lain. Disini kita menebar kebahagiaan yang mudah-mudahan bisa menebar ke kalian.

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, dan vote man temanšŸ¤—


__ADS_2