Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 50


__ADS_3

Sejak tadi Kaira terdiam setelah mendengar pertanyaan Regan tepat di telinganya. Suaminya benar-benar keterlaluan, padahal semua itu ya karena melahirkan sang buah hati. Tapi dengan konyolnya bertanya sesuatu yang membuat Kaira malu dan ingin sekali menjewer bibir Regan.


"Kai...Kenapa sich merengut terus, bukannya bahagia malah masang wajah masam!" tegur Naira yang datang menjenguk bersama suami dan kedua anaknya.


"Kak, Kakak tuh nggak tau betapa kesalnya aku sama Regan!" ucap Kaira dengan lirih takut para orang tua mendengar obrolan keduanya.


"Memang Regan kenapa?" tanya Naira yang penasaran. "Bukannya Regan berhasil menjadi suami idaman dan bapak siaga?"


"Iya tapi apa kakak tau alasan Regan pingsan?"


Naira menghela nafas panjang dan tersenyum melihat adiknya yang merajuk. "Mungkin karena pengalaman pertama dan membuat Regan terlalu panik hingga tidak bisa menguasai dirinya." Naira mencoba menjelaskan namun sepertinya Kaira tidak setuju dengan penjelasan nya.


"Kakak salah, Regan pingsan karena melihat kepala bayi ku keluar. Dan ukurannya jadi melebar tak seperti yang ia lihat biasanya!"


Naira hampir saja tertawa, ia merasa konyol dengan alasan yang membuat Regan pingsan. Pantas saja Adiknya merajuk sejak tadi. Padahal harusnya di moment ini Kaira sedang tersenyum bahagia dan lega telah melahirkan dengan lancar.

__ADS_1


"Ish Kakak!"


"Sudah jangan ngambek gitu! Kasian Regan kalo kamu ambekin. Tidak perlu terlalu di pikirkan, sudah di jahit kan? Di jamin balik lagi!" ucap Naira dengan mengulum senyum. Sungguh lucu pasangan itu, adiknya yang ambekan di satukan dengan Regan yang kadang bertingkah di luar nalar.


Wajah Kaira merona mendengar ucapan kakaknya, ia membayangkan sendiri dan menoleh ke arah Regan yang sedang bercengkrama dengan kakak iparnya. Tapi saat pandangan mereka bertemu, kaira segara membuang muka.


"Sabar Kai, kalo mau mencoba nanti tunggu 40 hari."


"Mencoba apa?" tanya Kaira dengan polosnya.


"Mencoba rasanya masih sama apa sudah longgar hingga butuh di jahit lagi."


Regan beranjak dari duduknya dan mendekati sang istri. Mendadak Regan khawatir pada Kaira takut ada keluhan yang membuat Kaira berteriak.


"Kenapa sayang?" tanya Regan dengan memperhatikan wajah Kaira.

__ADS_1


"Istri kamu minta di ja_"


"Kak!" rengek Kaira yang kini menutup mulut Naira yang begitu isengnya.


"Balik ngobrol lagi aja sana Mas! Aku tidak apa-apa, hanya Kak Naira yang iseng. Makanya aku kesel sama dia." Ucap Kaira yang secara halus mengusir Regan agar kembali duduk bersama iparnya. Tapi dasar Regan yang penasaran, bukannya kembali tapi malah semakin mendekat hingga posisinya kini sudah berada di samping wajah Kaira.


"Kamu minta jatah?" bisik Regan dengan pancaran wajah yang begitu antusias. Siapa yang tidak mau mendapatkan jatah dari sang istri. Membayangkannya saja membuat Regan ingin cepat-cepat membawa Kaira pulang.


"Bungkus bawa pulang Re! Tapi ingat sampai rumah kamu masih harus puasa, karena yang besar itu tadi lagi proses mengecil!" celetuk Naira yang kemudian melangkah cepat lalu duduk di samping suaminya untuk cari aman.


Wajah Kaira semakin merona, kakaknya benar-benar membuat ia semakin malu di hadapan Regan.


"Benarkah sayang?"


"Hah!"

__ADS_1


"Mengecil?" Regan mengaitkan ibu jari dan jari telunjuk menggambarkan sesuatu yang menjadi kecil.


"Maaaaassssss!"


__ADS_2