Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 38


__ADS_3

Hari ini hari yang begitu melelahkan sekali bagi Kaira, niat hati hanya ingin makan siang malah menjadi sajian yang melenakan bagi suaminya. Setelah bersih-bersih keduanya lanjut makan dengan begitu lahap. Regan merasa siang ini berbeda dengan siang-siang sebelumya. Sangat berkesan dan membuat perut lapar.


Bukan tanpa alasan, kehadiran sang istri yang tiba-tiba memberi warna setelah hatinya runyam. Apa lagi Kaira berubah tak seperti biasanya. Kalo boleh request Regan ingin Kaira terus seperti ini. Menjadi macan kasur yang siap mengaung kapan saja yang siap mengobrak abrik dirinya. Seperti ruangan Regan yang kini sudah tak beraturan.


"Aku pulang ya, lelah banget!" keluh Kaira yang nampak payah. Dia begitu pucat dengan tubuh yang lemah. Jauh berbeda dengan dirinya saat baru datang, begitu terlihat gagah dengan emosi yang membara. Hingga Regan di buat kewalahan setiap serangan yang tak terkira. Dan kini Kaira hanya bersandar di sofa dengan malas-malasan.


"Istirahat di sini dulu sayang! Aku akan selesaikan pekerjaan ku. Setelah itu kita pulang bersama!" Regan tidak akan memperbolehkan Kaira pulang sendiri. Apa lagi untuk berjalan saja sang istri begitu lemah. Tidak mungkin Regan membiarkan Kaira pulang tanpanya.


Kaira tak banyak membantah, ia segera memejamkan mata dan dengan cepat terlelap. Regan di buat heran dengan sikap sang istri yang tak biasa. Kaira jarang tidur siang, mungkin karena sibuk bekerja membuatnya terbiasa tidak tidur siang meskipun kini sudah tidak lagi mengajar.


Regan hanya menggelengkan kepala dengan senyum mengembang. "Sepertinya dia terlalu lelah sampai cepat sekali tidurnya."


Regan membereskan tempat makan dan kekacauan yang mereka buat. Setelah itu lanjut menyelesaikan pekerjaannya yang masih belum terselesaikan. Sesekali ia menatap Kaira yang begitu nyenyak hingga pekerjaannya selesai dan senja sudah datang.


Regan segera beberes kemudian melangkah mendekati Kaira. Sang istri benar-benar lelah sampai menghabiskan waktu 3jam dan belum kunjung terjaga. Regan ingin membangunkan pun tidak tega dan memilih mengangkat tubuh sang istri sampai di lobby.


"Tolong siapkan mobil saya akan pulang sekarang!"


...****************...


Kaira terjaga dengan mengernyitkan dahi, dia melihat tubuhnya yang sudah terbungkus dengan selimut dan pakaian tidur. Perlahan Kaira terbangun, tapi ntah mengapa kepalanya begitu berdenyut. Kaira memijit kepalanya dengan perlahan dan mencoba kembali bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


"Astaghfirullah kenapa kepalaku sakit sekali. Ya Allah.....ssshhhh....." Keluh Kaira dengan terus memijit pelipisnya. Dia melihat ke sekitar tak ia temukan ada Regan di sana. Padahal seingatnya tadi ia berada di kantor menunggu Regan hingga tertidur. Lalu dimana suaminya berada. Tak mungkin juga yang membawa ia pulang itu orang lain. Bahkan kini pakaiannya telah berganti dengan baju tidur.


Perlahan Kaira melangkah menuju kamar mandi untuk buang air kecil dan cucu muka. Mengingat kini sudah pukul 8 malam ia harus segera mengerjakan lima waktu yang tertinggal. Kaira melaksanakan dengan hati yang damai, sakit kepalanya pun sudah mulai mendingan.


"Sayang...Sudah bangun?" Regan masuk dengan setelan peci, Koko dan sarung. Pria itu mendekati sang istri yang bangkit dengan melipat sajadah lalu segera menyambut uluran tangan menyalami suaminya.


"Dari mana?"


"Dari rumah tetangga, tadi sempat sholat isya di masjid terus ada acara tahlilan makanya mampir dulu ikut mendoakan. Aku bawa nasi kotak, ada di dapur. Mau nggak? kamu kan belum makan malam."


Regan melepas peci dan berganti pakaian dengan pakaian tidur. Lalu menggiring sang istri untuk turun ke meja makan.


"Nasi kotak?" lirih Kaira dengan membayangkan isinya dan mengingat sang Ayah yang suka ikut acara tasyakuran atau tahlilan di rumah tetangga selalu membawa nasi kotak. "Sepertinya enak, sudah lama aku tidak makan itu. Aku mau!" ucap Kaira begitu antusias.


Melihat Kaira yang lahap dengan mata berbinar membuat Regan tidak tega. Ia lebih memilih mengambil kue yang ia bawa dari pada ikut merusuhi makanan yang sedang Kaira makan.


"Aku masih kenyang sayang, makan kue saja cukup. Itu untuk kamu saja, habiskan ya!" Regan melangkah menuju meja dapur. Dia ingin menyeduh kopi untuk menemani makan kuenya sambil menemani sang istri makan malam. Regan tercengang melihat isi kotak nasi Kaira sudah habis tak tersisa. Dan kini Kaira sedang menguliti tulang ayam.


"Sayang sudah selesai, cepat sekali. Kamu suka atau lapar?" tanyanya heran kemudian kembali duduk setalah meletakan kopi buatannya.


Kaira tersenyum namun tidak melepas tulang ayam yang ada di mulutnya. Sesuatu yang tidak pernah Regan lihat selama menikah. Kaira selalu makan dengan rapi dan tidak pernah bersikap berlebihan tapi malam ini Kaira meninggalkan tata cara makan yang cantik dengan semaunya sendiri.

__ADS_1


Bukan Regan jijik atau ilfill tapi justru ia merasa heran dan gemas melihat tingkah lucu Kaira saat ini. "Sayang kamu suka makanan ini? Mau minta mamah untuk buatkan?" tanya Regan pelan.


"Biasa aja, tapi ini enak!" jawab Kaira yang menurut Regan tidak sesuai dengan sikapnya. Regan pun hanya menganggukkan kepala kemudian menyeruput kopi yang telah ia buat dengan terus melihat tingkah sang istri yang tak biasa.


...****************...


Pagi ini Kaira tiba-tiba menangis di dapur, dia terduduk dengan menatap nanar telur yang ia lempar begitu saja di bak sampah. Tak ada yang salah dengan telur itu, masih sehat dan masih bisa di masak. Tapi rasanya Kaira tidak suka dan melihat dengan alis menukik.


"Sayang kamu kenapa?" Regan yang niat ingin sarapan urung ia lakukan saat melihat sang istri tengah terduduk di lantai dengan tubuh bergetar.


"Sayang....."


Kaira segera memeluk Regan dengan tangis yang pecah. Melihat sang istri yang begitu kalut justru membuat Regan semakin panik. Ia meneliti wajah dan tubuh Kaira karena khawatir Kaira menangis karena terluka saat memasak.


"Ada yang sakit, hhmm? Bilang sama aku sayang?"


"Telurnya jahat Re! Aku nggak suka! Aku mau buat telur mata sapi tapi telurnya nggak mau berteman dengan aku Re!" Regan mendengarkan dan mencoba memahami maksud ucapan Kaira. Cukup bingung tapi dengan perlahan Regan mencoba kembali menanyakan maksud dari ucapan sang istri dan alasan mengapa begitu sedih.


Regan melirik bak sampah yang penuh dengan telur pecah. Mungkin kini telur di dalam kulkas sudah habis setelah di buang sia-sia oleh Kaira.


"Maksudnya telur jahat gimana sayang? Apa telur itu menyakiti kamu? Menggigit? Atau mencubit?"

__ADS_1


"Re! telur itu tidak punya kaki apa lagi tangan. Bagaimana bisa menyakiti aku! Dia jahat bahkan semua telur yang aku beli jahat karena setelah aku pecahkan mereka mengeluarkan bau amis sampai membuat aku mual. Mereka menyerang ku karena tidak suka aku pecahkan !"


Regan menghela nafas berat, pertanyaannya memang tak masuk akal tapi jawaban sang istri lebih tidak masuk di nalar. Padahal sejak jaman purba sampai jaman android yang namanya telur ya amis. Lalu yang jahat itu siapa, telur atau istrinya yang malah membuang sia-sia hingga mubazir.


__ADS_2