Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 58


__ADS_3

Regan tercengang mendengar ucapan sang istri, dia menggelengkan kepala melihat istrinya yang sudah kabur keluar kamar. Regan pikir akan ada acara buka pita malam ini terlebih dia sudah membuat Kaira tak karuan. Tapi ternyata ngambeknya keterusan.


Regan memindahkan bayinya kedalam di boks kemudian menyusul sang istri ke dapur. Dapat di lihat ibu dari satu anak itu menguncir rambutnya ke atas hingga leher jenjangnya dapat terlihat jelas. Regan tersenyum melihat pemandangan indah yang menghiasi dapur.


"Cantik.... Udah dong ngambeknya." Regan memeluk Kaira dari belakang kemudian mengecup leher Kaira yang terbuka.


"Mas....Minggir atau aku beneran marah?"Ancam Kaira dengan mengangkat pisau yang dia pegang. Macam Ibu tiri, Kaira membuat Regan ngeri dan melepaskan pelukannya begitu saja.


"Sayang kok mainnya pisau sich....Nggak lucu akh!" Regan mengerucutkan bibirnya membuat Kaira ingin tertawa, namun Kaira segera membuang muka dan kembali meneruskan acara potong-memotong sayuran.


Regan mundur dan memilih duduk di meja makan, sambil menunggu sang istri selesai masak. Dia pun menyempatkan diri untuk menengok putranya yang tertidur di kamar. Dan kembali setelah dia rasa aman untuk di tinggal makan.


"Makan Mas!" ucap Kaira yang kini tengah menyajikan makanannya di meja makan. Regan pun segera duduk setelah memberikan kecupan di pipi Kaira.


Kaira tak menanggapi sepertinya ada dendam di hati ingin mengerjai Regan balik. Namun untuk melayani makan itu nomor satu, jangan sampai kedua mertuanya melihat putranya kurus karena istrinya yang mogok masak.


Regan menikmati sekali masakan sang istri, rasanya selalu tidak mengecewakan meski masaknya tanpa senyuman. Hingga Regan melahap habis tanpa menyisakan makanan sedikitpun di piringnya.


"Alhamdulillah ... Akhirnya makan masakan istriku lagi, selalu buat kangen, jadi bikin tambah jatuh cinta." Bagaimana tidak rindu masakan istri jika selama Bunda dan Mamah Ceri bergantian datang, beliau selalu menyempatkan untuk masak.


Melihat Kaira yang terus diam tidak menanggapi membuat Regan pun ikut diam kemudian meninggalkan sang istri dan masuk ke dalam ruang kerja.

__ADS_1


Kaira melihat Regan pergi dengan wajah masam, bukannya terus merayu malah di tinggalin. Sepertinya rencana Kaira gagal, dan Regan ikutan marah.


"Dosa dech nich aku, udah nolak, diemin suami, sekarang bikin marah lagi. Alamat di laknat sama Allah sampe pagi ini urusannya."


Dengan cepat Kaira membereskan meja makan dan mencuci semua perabot. Tidak lupa Kaira membuatkan kopi untuk suami, itung-itung mengibarkan bendera putih meski gengsinya masih selangit. Kemudian Kaira segera membawa kopi itu ke ruangan kerja Regan.


"Di minum nggak ya.....Akh kasih aja lah, kalo nggak di minum berarti memang dia marah." Kaira merapikan rambutnya dengan sebelah tangannya dan mencium pakaiannya yang di duga bau masakan.


"Oh nggak bau, masih wangi...Kok mendadak kayak mau interview kerjaan begini sich. Mau nemuin suami sendiri jadi nervous." Kaira menarik nafas dalam sebelum akhirnya membuka pintu ruang kerja suaminya.


Di dalam sana terlihat Regan yang senyam-senyum sendiri dengan berbicara di telepon membuat Kaira jadi curiga. Terlebih ketika menyadari kedatangannya, Regan dengan cepat mengakhiri panggilan tersebut.


Kaira menekan rasa sabar, tapi tidak dapat membohongi dirinya sendiri jika ia takut karena sikapnya yang dingin membuat Regan mencari kesenangannya dengan wanita lain.


"Hhmm..." Jawaban Regan membuat Kaira menghela nafas berat. Ternyata dicueki memang tidak enak. Padahal masih di jawab meski hanya ucapan singkat.


Sepertinya Kaira harus ekstra sabar dan kerja keras. Selalu saja dia yang ingin memberi pelajaran tapi dia yang justru di buat kelimpungan.


Kaira melangkah mendekati Regan yang kini sibuk di depan laptopnya. Tetapi tiba-tiba suara tangis bayinya terdengar nyaring membuat Kaira mengurungkan niatnya dan memilih untuk segera melihat Kalandra di kamar.


"Sayang maafin Mamah kelamaan ya di luar? Haus Nak? Mau nen.....Yuk sayang yuk, Mamah harap kerjasamanya ya sayang. Jangan rewel, Mamah masih ada tugas negara yang harus cepat di selesaikan." Kaira memangku Kalandra dan mulai menyusui. Kaira bersyukur Kalandra mau kembali tertidur tanpa ada drama seperti tadi siang.

__ADS_1


"Alhamdulillah......anteng sampai Papah Mu jinak kembali sayang." Kaira mengecup pipi gembul putranya kemudian mengembalikannya ke dalam boks.


"Sepertinya harus tampil beda atau mengulang yang tadi siang....Tapi ekstrim dikit boleh lah." Kaira mulai beraksi sampai ia benar-benar siap kembali mengunjungi Regan. Sudah hampir dua jam dia dikamar dan kini langkahnya begitu cantik masuk kedalam ruang kerja sang suami.


"Bismillah......Sudah siap menerima godaan istri cantikmu ini Bapak Regantara....Hhhmmmm sepertinya aku lebih seperti wanita malam. Ya sudahlah........"


Perlahan Kaira membuka pintu ruangan Regan dan melangkah masuk ke dalam. Suara heelsnya begitu menggoda pendengaran Regan, dia yang sedang fokus dan mengira Kaira sudah tertidur, begitu terkejut melihat Kaira masuk dengan pakaian yang tak biasa.


Dress malam super ketat membalut tubuh wanita itu, rambut bergelombang menambah keanggunan, serta riasan yang sedikit menyala dengan bibir merah merona, belum lagi heels yang ia pakai menunjang penampilan hingga kakinya terlihat jenjang.


Regan melihat dari atas sampai bawah hingga ke atas lagi, mulutnya menganga dengan air liur yang hampir tumpah andai ia tidak menyadari akan dirinya yang begitu terpesona dengan penampilan sang istri yang tak biasa.


Jika tadi siang Kaira mengenakan lingerie tapi malam ini sungguh seperti wanita di luaran sana yang sering Regan temui terkait pekerjaan.


"Kena kamu mas! Eh tapi kok kembali fokus ke laptopnya sich. Kurang apa dengan penampilanku ini." Kaira menghela nafas berat. Dan kembali melangkah mendekati sang suami, namun belum sampai melewati meja kerja Regan langkahnya sudah lebih dulu terhenti setelah mendengar ucapan Regan yang membuatnya ingin merajuk kembali jika tidak ingat akan misinya.


"Aku tidak ada uang cash untuk membayarmu malam ini! Tapi jika ingin tampil dan menyumbang suara dengan cuma-cuma, silahkan!"


Kaira mengepalkan tangannya, sungguh sang suami menganggap dia seorang biduan panggung atau malah wanita yang menemani para pria karaokean. Dengan cepat Kaira mendekat dan duduk di pangkuan sang suami membuat Regan terhenyak mendapatkan serangan mendadak.


"Kamu pikir aku wanita bayaran bukan? Kalo gitu keluarkan semua kartumu, malam ini akan aku buat kamu terpuaskan dengan penampilanku! Mau apa? Mau aku nyanyikan? Mau aku beri goyangan? Atau mau aku servis di ranjang? Tinggal pilih Bapak Regantara! Tapi setelah ini jangan salahkan aku jika besok kamu tidak ada uang untuk sekedar membeli bensin. Karena semua kartumu yang ada di dompet menjadi bayaran untukku malam ini."

__ADS_1


Nampaknya Regan tidak takut dengan ancaman yang Kaira layangkan, dia mengeratkan pinggul Kaira hingga tubuh mereka menempel dan membisikkan sesuatu yang membuat Kaira bergidik ngeri.


"Lakukanlah! Akan aku berikan mobilku juga untukmu malam ini! Cepat turun dan bergoyang di depanku!"


__ADS_2