Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 39


__ADS_3

Setelah Regan membuang semua telur yang ada di tempat sampah, ia kembali lagi ke meja makan untuk segera sarapan dan berangkat bekerja. Perkara telur membuatnya hampir kesiangan. Beruntung hari ini tidak ada meeting, jadi ia bisa sedikit telat sampai di kantor guna menemani istrinya yang mendadak manja.


"Kenapa nggak di makan nasinya sayang? apa kurang lengkap karena tidak ada telur?" tanya Regan saat melihat Kaira justru terdiam tanpa henti menatapnya yang sejak tadi sibuk menghabiskan nasi goreng buatan sang istri.


"Enak?"


"Ini?" tanya Regan dengan menunjuk nasi goreng yang sudah habis separo. "Tentu, buatan istri aku selalu enak. Aku suka mesti tanpa telur tapi begitu spesial. Kenapa nggak makan dari tadi, hhmm? mau aku suapi?"


"Mau makan sambil di pangku!"


"Hah?!" Regan mengerjapkan matanya berulang kali, apa lagi keanehan yang istrinya inginkan. Ini jauh dari sifat asli Kaira. Tangannya terulur mengecek suhu tubuh Kaira yang normal. Hingga sang istri merasa risih dan mencebikkan bibirnya.


"Aku nggak sakit Re!" Kesal Kaira kemudian segera beranjak dari tempat duduknya dan duduk di pangkuan Regan dengan tiba-tiba.


Regan memejamkan matanya merasakan sesuatu menimpa hingga dirinya meringis kesakitan. Kaira duduk tanpa aba-aba dan permisi terlebih dahulu. Menjatuhkan tubuhnya tanpa perhitungan hingga sesuatu di bawah sana terjepit dan menimbulkan rasa tak karuan.

__ADS_1


"Sayang kenapa nggak pelan-pelan sich?" lirih Regan yang kini memelas menatap wajah Kaira yang justru begitu bahagia.


"Ayo Re....aku lapar!" ucapnya dengan menggoyang-goyangkan bokong, kelakuan Kaira sungguh menyiksa Regan. Habis di bikin hampir pingsan kini miliknya di buat bangun mendadak. Rasanya seperti sedang tidur pulas-pulasnya tapi di bangunkan dengan paksa. Pening sekali dan berkedut minta di bebaskan tapi berhubung beban terlalu besar membuatnya megap-megap dengan pasrah.


Sedangkan Regan hanya bisa menghela nafas berat dan menuruti apa yang Kaira pinta. Seperti anak kecil yang sedang di suapi oleh ibunya, Kaira begitu bahagia dengan lahap menyantap tanpa sisa.


"Sayang mau nambah?"


"Eemmmm......" Kaira menggelengkan kepala dengan mulut yang masih penuh. Kemudian bangkit dari duduknya untuk mengambil gelas dan kembali tanpa kira-kira.


Pandangan mata Kaira turun ke bawah, perlahan dia bangkit dan melihat bagian bawah Regan yang menonjol begitu keras. Kaira pun dengan santai mengusap seperti menimang anak.


"Cup....cup....cup....maafkan Mami ya sayang, Mami nggak sengaja. Bangun ya....Bobo lagi aja ya. Atau mana yang sakit sayang? Mami belai mau, atau mami cium-cium?"


Regan semakin pusing melihat tingkah sang istri, dia tak mungkin menyerang Kaira saat ini. Waktunya tidak pas karena ia tidak bisa meninggalkan pekerjaan. Rasa ngilu, mulas, enak, membuatnya mengepalkan tangan menahan segala rasa.

__ADS_1


Apa lagi kini posisi Kaira seperti sedang memanjakan dan mengusap dengan lembut sampai benar-benar membuat nafas Regan menggebu-gebu.


"Sayang....." lirih Regan dengan nafas berat. Kaira mendongakkan kepalanya menatap Regan penuh tanda tanya.


"Katanya sakit? Aku sayang biar cepat sembuh Re...Mungkin dia ingin tidur lagi, kasian Re kaku begini!" ucap Kaira dengan wajah polos.


"Sayang bangun ya, aku harus segera berangkat karena sudah kesiangan. Kamu sudah kenyang kan? Baik-baik di rumah ya sayang..." Regan menghela nafas kasar dan segera beranjak dari duduknya. Dia membantu Kaira untuk kembali berdiri dan meraih tangan sang istri untuk mengantarnya sampai ke teras depan.


"Hati-hati Re...."


"Iya sayang, kamu juga ya, cup....." Ragan mengecup kening Kaira dan segera masuk kedalam mobil. Pagi ini cukup menguras kesabaran seorang Regantara. Ada saja tingkah sang istri yang membuatnya gemas dan hampir gila.


Kaira pun segera masuk kedalam rumah setelah mobil Regan tidak lagi terlihat. Namun urung saat suara klakson mobil terdengar nyaring.


"Re.. kamu kok..." Kaira mengernyitkan dahinya saat melihat siapa yang datang. Dia pikir Regan balik lagi, ternyata bukan. Melainkan kedua adik iparnya yang datang tanpa kabar.

__ADS_1


__ADS_2