Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 68


__ADS_3

Kaira benar-benar mengikuti perintah dari Regan. Dia sholat lalu makan dan kini tengah rebahan di ranjang. Sejak di meja makan hingga kini sudah masuk ke dalam kamar, Kaira tak kunjung membuka suara. Seakan ingin mengimbangi sikap Regan. Namun, Kaira tidak lantas lalai menjalani tugasnya sebagai istri. Dia tetap melayani Regan saat di meja makan meskipun tanpa suara.


Regan masuk ke dalam kamar dengan pandangan tertuju pada sang istri yang menyorotnya dengan tatapan datar. Pria itu menghela nafas panjang sebelum menutup pintu kamar dan melangkah menuju kamar mandi. Regan pun masih enggan untuk membuka suara, entah mengapa hatinya masih begitu kesal setiap kali mengingat sang istri berinteraksi dengan pria lain. Beginilah jika pria sudah bucin akut. Bawaannya ingin marah saat miliknya kepergok di dekati pria lain.


Regan keluar kamar mandi, dia melangkah menuju ranjang dan siap rebahan. Namun, perhatiannya tersita dengan sikap sang istri yang tadi masih menghadapnya tetapi, sekarang justru mengganti posisi dengan memunggungi dirinya.


Regan menghela nafas berat, gemas sekali rasanya dia melihat sikap Kaira yang bukannya membujuk dan merayu malah ikutan merajuk. Kini tidur pun memberikan punggung. Regan mengusap kasar wajahnya, sungguh sang istri hari ini begitu menguji kesabaran.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa di sini yang sedang merajuk?"


Regan mencoba memejamkan mata namun begitu sulit saat dia tidak bisa memeluk sang istri. Pria itu membolak-balikkan tubuhnya merasa tidak nyaman sampai larut menyapa. Jam sudah menunjukkan angka satu namun matanya tak kunjung terpejam. Seharusnya tidak begini karena Kaira lah yang harusnya merasa tidak nyaman dan akhirnya mendekat. Bukan malah dirinya yang harus menatap punggung Kaira yang kini terlelap begitu pulas.


Regan memutuskan untuk turun dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Sholat sunah dua rakaat menjadi pilihan agar hati tenang. Mengucap salam di lanjut lantunan sholawat dan melambungkan ke langit serangkaian doa kebaikan. Setelah itu beranjak naik ke ranjang dengan hati tenang.


Regan mengecup kening Kaira yang kini sudah tertidur terlentang, membuai sayang kemudian merapikan alat sholat sebelum kembali ke peraduan. Dia tersenyum melihat wajah sang istri. Luluh sudah pertahanannya sejak tadi, kekesalan yang membuatnya bersikap dingin justru berujung menyiksa diri. Kini tidak ada lagi emosi, yang ada hanyalah kerinduan karena seharian tidak dapat memeluk sang istri.

__ADS_1


"Sehat terus Sayang, ridho aku menyertaimu. Maaf jika aku membuatmu kesal tetapi aku begitu panik dan kecewa." Regan memeluk tubuh Kaira, dengan mudah pria itu terlelap setelah mencium aroma tubuhnya yang menenangkan. Memang tempat ternyaman adalah sang istri dan rumah ternyaman adalah pelukan yang menghangatkan dari seorang istri.


Kaira tersenyum setelah mendapati suaminya tertidur pulas. Sebenarnya sejak tadi Kaira pun tidak bisa terlelap dengan nyenyak. Hanya saja dia enggan untuk menghadap ke Regan. Egoisnya masih dia utamakan hingga tubuhnya serasa pegal dan akhirnya dia merubah posisi terlentang.


Tanpa di duga sang suami justru mendekat dan mengecup manis keningnya. Terlebih dengan kata-katanya yang membuat hati meleyot dan meruntuhkan kekesalan.


"Kamu juga sehat terus Mas, aku mencintaimu meskipun banyak pria di luar sana yang terlihat lebih baik darimu. Namun, hanya Regantara pemilik hati ini. Hari ini, esok dan sampai nanti maut memisahkan kita. Kelak di jannah pun kamu hanya milikku karena tak akan aku rela kamu dimiliki oleh bidadari surga."

__ADS_1


Kaira membalas dekapan Regan. Dia pun menjemput mimpi di dekapan suaminya. Begitu damai dengan saling berpelukan.


__ADS_2