Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 67


__ADS_3

"Mas," lirih Kaira yang berulang kali mengerjapkan matanya. Dia heran dengan suaminya yang bertindak tak biasa. Regan mengagetkan dengan gerakan sedikit kasar. Kaira menoleh ke kanan dan kiri, beruntung tidak ada yang memperhatikan mereka.


Regan yang datang dengan hati cemas di buat meradang saat melihat sang istri ternyata mendapat bantuan pria lain. Regan yang begitu khawatir karena Kaira berbelanja sendiri, hatinya di buat menggigil kala melihat sang istri ternyata ada yang menemani. Sungguh kesabaran Regan sedang di uji.


"Masuk ke mobil ku!" ucapnya dengan tatapan datar, kemudian Regan melangkah menuju mobilnya kemudian membukakan pintu untuk sang istri.


Kaira yang bingung mau tidak mau menuruti suaminya. Dia yakin ada yang tidak beres dengan suaminya tetapi, dia sudah pamit dan meminta Bibi untuk menjaga Andra. Tidak ada yang salah bagi Kaira namun, mengapa suaminya begitu terlihat marah?


"Mas tapi mo_"


"Tinggalkan dan masuklah!" titah Regan dengan tatapan menajam. Kaira pun segera menganggukkan kepala dan perlahan masuk ke dalam mobil. Dapat dia lihat Regan berlari dan masuk dengan menduduki kursi kemudi. Perlahan Kaira menoleh dan memperhatikan tetapi, sang suami hanya diam lalu fokus menatap jalanan di bawah langit senja.


Tak ada pembicaraan, bahkan Kaira enggan berkomentar. Suaminya membawa mobil dengan kecepatan sedang tanpa meluapkan emosi dengan menginjak rem terlalu dalam. Regan masih cukup waras dengan tetap menjaga keselamatan sang istri. Sampai di halaman rumah pun Regan segera membantu Kaira untuk turun dari mobil. Setelahnya pria itu masuk ke rumah tanpa menunggu.


"Dia kenapa?"


Kaira menggelengkan kepala melihat Regan yang sudah melangkah menuju tangga. Kaira memilih untuk ke dapur dan menanyakan kepada Bibi sebelum ikut masuk ke kamar menyusul suaminya.


"Bi, Andra dimana?" tanya Kaira setelah dia sampai di dapur dan melihat Bibi yang sibuk memasak untuk makan malam.


Bibi pun menoleh lalu segera mengecilkan kompornya kemudian melangkah mendekati Kaira.


"Den Andra tidur Bu, sehabis mandi, makan terus mengantuk," jelas Bibi kemudian mengambilkan air putih untuk Kaira.

__ADS_1


"Tadi Bapak sudah sempat pulang Bi? Suami saya tanya-tanya nggak sama Bibi?" Kaira sengaja menggali informasi terlebih dahulu agar bisa menyimpulkan alasan apa yang membuat suaminya terlihat marah.


"Bapak pulang langsung nyariin Ibu Kaira, terus Bibi jawab sesuai pesan Ibu tadi. Bapak kelihatan panik dan khawatir Bu. Terus Bapak langsung pergi lagi tetapi Bibi tidak tau Bapak kemana. Apa menyusul Ibu?"


"Iya Bi, Bapak menyusul saya ke swalayan. Hhmm... Ya sudah Bi, saya mau ke kamar dulu ya. Nanti tolong kalo mobil saya datang, belanjaannya di bereskan ya Bi! Lusa Kalandra ulang tahun, mungkin mau ada acara syukuran kecil-kecilan." Kaira segera meminum air yang telah Bibi sediakan dan beranjak dari duduknya.


"Baik Bu," jawab Bibi dengan sedikit menganggukkan kepala dan kembali melanjutkan masaknya.


Kaira melangkah menuju kamar, perlahan dia membuka pintu dan di sambut dengan pemandangan dada bidang suaminya yang baru keluar dari kamar mandi. Kaira hanya melirik sekilas lalu segera masuk ke kamar mandi untuk bergantian membersihkan diri.


Selepas magrib, kini Kaira memilih untuk bermain dengan Kalandra. Dia bingung ingin memulai percakapan dengan suaminya. Lebih memberi waktu untuk Regan dan dia yang juga terus berpikir dengan kesalahan apa yang telah membuat suaminya mendadak diam.


Kaira menutup mulutnya dengan kedua tangan. Tiba-tiba Kaira teringat akan sesuatu yang membuatnya segera menoleh mencari keberadaan suaminya.


Kaira segera menggendong Kalandra untuk mencari Regan ke luar kamar. Kaira melirik ke lantai bawah namun, tak dia temukan suaminya di sana. Kemudian, Kaira menuju ruang kerja suaminya dan benar saja Regan ada di dalam sana.


Kaira masuk dengan perlahan, dia melihat suaminya sedang sibuk di depan laptop. Kaira memutuskan untuk mendekat dan duduk di seberang meja kerja Regan.


"Mas," panggil Kaira. Regan mengalihkan pandangannya, hanya sebentar dan kembali memfokuskan diri menatap layar.


"Mas aku minta maaf," lanjut Kaira dengan hati kecewa karena merasa diabaikan.


"Untuk apa?" tanya Regan singkat.

__ADS_1


Kaira menghela nafas berat, suaminya jika sudah merajuk membuatnya pusing kepala. Sikap dinginnya membuat Kaira tidak tahan. Padahal dia sengaja menggendong Kalandra agar sedikit membuat Regan Iba. Namun, tak sesuai realita. Regan justru tampak tidak peduli dan memilih sibuk dengan pekerjaannya.


"Mas melihat Pak Dito di sana?" tanya Kaira hati-hati.


"Hhmm..." Tak banyak kata untuk menjawab, Regan hanya berdehem dan itu membuat wajah Kaira berubah masam.


Kaira serasa malas untuk menjelaskan setelah melihat tanggapan Regan yang membuatnya kesal. Namun, jika tidak di jelaskan pasti akan terus terjadi salah paham dan Kaira tidak ingin masalah ini berlarut-larut tanpa ada penyelesaian.


"Tadi kami tidak sengaja bertemu. Kami juga hanya bertegur sapa dan bertukar kabar. Kebetulan beliau sedang ada acara makanya datang ke Jakarta. Kemudian membantu aku membawa belanjaan karena terlalu banyak dan merasa kasihan melihat kondisiku yang_"


"Lain kali tidak perlu merasa mampu di saat kondisi kamu justru akan mengundang iba dan pemikiran negatif orang lain. Kamu ada suami, bisa menunggu jika ingin pergi. Ijinnya pun tidak berbelanja sebanyak itu tetapi malah belanja banyak dan menarik perhatian pria lain."


"Mas," protes Kaira tidak terima.


"Siapapun yang melihatmu akan berpikir sama. Kemana suaminya? tega sekali membiarkan istrinya pergi sendiri dengan banyak belanjaan." Regan membuat Kaira mendadak merasa bersalah tetapi ada sedikit hatinya yang mengeras dan tidak terima dengan marahnya Regan.


"Tapi aku kan sudah ijin Mas, aku juga nggak mungkin menunggu kamu di sela kesibukan kamu itu," protes Kaira.


"Tidak ada alasan, mana pernah aku bilang tidak? Mungkin niatmu ingin pengertian, tetapi kamu mungkin lupa jika aku tidak pernah bisa menolak apapun yang kamu inginkan. Aku lebih memilih meninggalkan pekerjaanku dari pada membiarkan kamu kesulitan," tegas Regan. Pria itu segera beranjak dari duduknya. Dia melangkah mendekati Kaira hanya untuk mengambil alih Kalandra dan melangkah keluar.


"Solat lalu makan malam! Setelah itu segeralah istirahat!" titah Regan sebelum benar-benar keluar ruangan.


Kaira memijit pelipisnya, dia tidak menyangka akan membuat Regan kecewa dan begitu marah. Mungkin karena bercampur cemburu. Namun, marahnya Regan membuat Kaira mati gaya.

__ADS_1


__ADS_2