
Hari-hari Kaira lalui dengan hati senang. Keriwehan yang ia hadapi sehari-hari tidak semenyeramkan bayangannya. Bahkan Kaira begitu menikmati mengurus dua anak sendiri dengan mereka yang masih kecil-kecil. Terkadang Bibi pun ikut membantu saat ia harus makan, mandi atau melakukan hal yang urgent.
Regan pun sudah mewanti-wanti agar Kaira ikut istirahat jika kedua anaknya sedang tidur. Sebenarnya ia ingin sekali menyewa jasa baby sitter tetapi Kaira tidak mau dan memilih untuk mengurus sendiri.
Suara deru mobil Regan terdengar semakin jelas. Kaira yang sedang menemani Kalandra menonton film kartun dua anak kembar berkepala botak segera memberitahu Andra jika sang Papah pulang.
"Papah sudah pulang Andra, ayo kita lihat Nak!" Kalandra segera berlari keluar rumah, ia menyambut kepulangan sang Papah dengan hati riang gembira.
"Hati-hati jangan lari Nak!" seru Kaira yang segera menggendong tubuh Shafa untuk ikut menyambut suaminya.
Kini Shafa sudah belajar duduk, umurnya sudah genap 6 bulan sedangkan Kalandra sudah pandai berbicara.
"Papah pulang..." Kalandra berseru dengan hati riang. Regan pun menyambut dengan senyum mengembang. Lelah seharian bekerja hilang sudah saat pulang ke rumah disambut oleh anak dan istri tercinta.
"Assalamualaikum jagoan!" Regan mengangkat tubuh Kalandra kemudian di dekap erat olehnya.
"Wa'allaikumsalam Papah," jawab Kalandra dengan suara menggemaskan.
__ADS_1
Regan menoleh ke arah sang istri yang mendekati dengan Shafa yang berada dalam dekapan Kaira.
"Assalamualaikum Mas..."
"Wa'allaikumsalam Sayang, bagaimana hari ini? Anak-anak rewel tidak?" Itulah kata-kata pertama yang Regan tanyakan setiap kali pulang kerja. Dia akan menanyakan bagaimana dengan anak-anak karena Regan akan sangat kasihan jika Kaira kerepotan dengan anak-anaknya yang semakin hari semakin aktif saja.
"Alhamdulillah anak-anak anteng Mas, anak bunda kan pintar-pintar. Iya kan Sayang?" Kaira melihat ke arah Kalandra dan juga Kashafa bergantian.
"Pintal-pintal Papah," jawab Kalandra dengan suara lucu.
Regan yang gemas segera menghujani putra sulungnya dengan banyak kecupan.
"Mas, jangan di goda! Ayo bersih-bersih dulu keburu magrib! Nanti kita jamaah ya Mas sama anak-anak," ucap Kaira menghentikan Regan yang sibuk menggoda Andra.
Regan pun segera melangkah masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Setelah selesai dia segera memakai baju Koko dan sarung yang telah disiapkan oleh sang istri.
"Sudah siap?" tanya Regan sebelum memulai sholat. Kedua anaknya tampak anteng duduk di belakangnya. Andra duduk di baby chair sedangkan Andra sudah mulai bisa belajar sholat dan mengikuti gerakan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Sudah Mas," jawab Kaira.
Regan dan Kaira nampak khusuk, tiga rakaat dilaksanakan dan mengakhiri dengan salam. Regan nampak tersenyum saat menoleh ke belakang. Melihat sang istri dan kedua anaknya, ia begitu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan.
Kaira meraih tangan Regan dan menyalaminya dengan takjim, diikuti oleh Andra dan Shafa yang Kaira ajarkan agar terbiasa.
Mereka tak lupa mengangkat kedua tangan, berdoa dan meminta keberkahan dalam hidup. Tak lupa juga bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.
"Makasih Sayang sudah menemani dan menjadi istri yang baik untukku."
"Sama-sama Mas, sehat terus ya imamku. Bimbing aku dan anak-anak kita ke surgaNya." Kaira dan Regan berpelukan di atas sajadah. Begitupun dengan Andra yang ikut-ikutan membuat kedua orang tuanya tertawa. Kaira pun tak lupa memangku Shafa untuk ikut merasakan kebersamaan mereka.
"Jodohku Regantara... Terimakasih ya Tuhan, akan aku jaga titipanmu ini..." Kaira tersenyum haru menatap Regan dan kedua putranya.
...Tamat ...
Makasih teman-teman yang sudah mendukung karyaku ini. Selanjutnya jangan lupa mampir ke judul baru berikutnya. "Jebakan Murid Nakal"
__ADS_1
follow ig aku juga ya weni0192 dan tiktok aku weni0109