Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 49


__ADS_3

Mamah Ceri dan Daddy datang dengan ngos-ngosan, baru sampai di depan ruang persalinan mereka di kejutkan dengan Regan yang keluar dari ruangan tersebut. Regan tertidur di atas brangkar rumah sakit dan di bawa keluar ruangan oleh beberapa perawat.


"Loh....Loh....Kok putra saya yang keluar dari ruangan persalinan? Ini kenapa Sus? Lalu istrinya mana?" tanya Daddy Tio yang masih terkejut tapi dia juga heran dengan apa yang terjadi pada Regan.


"Iya Sus, ini anak saya kenapa di dorong-dorong begini? Bukannya tadi kata dia istrinya mau melahirkan? Apa kah sudah Sus?" sahut mamah Ceri yang penasaran dengan apa yang terjadi.


"Maaf Bu, Pak, Putra bapak ini pingsan setelah anaknya lahir. Untuk Ibu Kaira masih di tangani oleh dokter. Dan untuk cucu Ibu dan Bapak sudah lahir dengan selamat." Jelas salah satu perawat yang mulai paham jika kedua orang yang datang adalah orang tua dari pasien yang mereka bawa.


"Alhamdulillah cucu kita sudah lahir Mas....Tapi, ini Regan kenapa bisa pingsan." Mamah Ceri yang begitu senang akhirnya meminta para perawat membawa Regan untuk di periksa sedangkan beliau ingin cepat melihat menantu dan cucunya. "Tolong periksa anak saya ya Sus, kami ingin melihat cucu kami dulu! Ayo Mas!"


Kini keduanya sudah berada di ruang rawat Kaira, setelah tadi sempat menunggu Kaira di pindahkan terlebih dahulu. Akhirnya mereka bisa menggendong cucu pertama yang berjenis kelamin laki-laki. Sangat membahagiakan dan tak terlepas dari kata syukur. Karena terlalu bahagia keduanya sampai lupa mengabari besan. Sebab sejak tadi keduanya terus menciumi bayi tampan yang sangat menggemaskan.


"Makasih ya Kaira, akhirnya Mamah dapat cucu. Kamu juga selamat ya sayang sudah menjadi ibu sekarang!" ucap Mamah Ceri dengan tulus.

__ADS_1


"Iya Mah, semoga Kaira bisa menjadi ibu yang baik buat jagoan pertama Kaira."


"Aamiin...." jawab kedua mertuanya.


"Eh....Tapi bayi kamu sudah diadzani belum Kai?" tanya Daddy Tio saat teringat Regan yang mungkin belum sadarkan diri.


"Belum Daddy, kan tadi Mas Regan pingsan. Jadi belum sempat Dad." Kaira mendadak khawatir dengan suaminya. "Kenapa Mas Re belum kesini ya Mah, apa belum sadarkan diri?" tanya Kaira dengan hati tak tenang.


"Mungkin sebentar lagi kesini Kai, yang penting sudah di tangani oleh dokter. Lagian bagaimana bisa pingsan sich, bukannya menguatkan istrinya malah menambah kerjaan perawat." Ceri masih tak habis pikir dengan Regan.


"Hati-hati Mas!" Ucap Mamah Ceri saat memberikan cucu yang berbalut bedong kepada suaminya.


Daddy Tio dengan hati-hati menggendong dan mulai akan mengadzani namun suara Regan yang tiba-tiba masuk ke ruangan membuat Daddy mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Aku saja Dad!" seru Regan yang masih sedikit pucat. Regan baru saja siuman ketika suster akan memasangkan infus. Setelah sadar Regan terkejut karena dirinya yang berbaring di ruang rawat, padahal dia datang kerumah sakit untuk mengantar istrinya lahiran. Tapi mengapa dia yang malah lemas tak berdaya.


"Kamu baik-baik saja Re?"


"Aku baik-baik saja Dad," Regan segera meraih bayi mungil yang tampan dari tangan Daddy. Sempat melirik Kaira yang memperhatikannya. Kemudian mulai mengadzani putranya dengan air mata bahagia.


Rasa syukur Regan ucapkan, dia juga mengecup putranya setelah selesai mengadzani. Akhirnya buah hati yang di nantikan telah lahir dan kini ia bisa menimangnya. Regan melangkah mendekati Kaira, ia mengecup kening Kaira dengan perasaan terharu.


"Selamat ya sayang dan makasih telah berjuang melahirkan anak kita!"


"Iya Mas, makasih juga kamu sudah menjadi Ayah yang baik dan menemani aku berjuang. Tapi tadi kenapa sampai pingsan Mas?" tanya Kaira yang penasaran dengan sebab Regan tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri.


Mendapat pertanyaan dari istrinya membuat Regan teringat dengan apa yang tadi ia lihat. Dan sampai membuatnya pusing, lemas dan pingsan.

__ADS_1


"Oh itu ...." Regan menoleh ke arah kedua orang tuanya yang juga menunggu jawaban darinya. Tapi Regan malu jika kedua orang tuanya sampai dengar. Kemudian Regan mendekati Kaira dan berbisik di telinganya.


"Kenapa bisa sebesar itu?"


__ADS_2